Tercatat, hampir sejumlah game ternama mengadopsi fitur tersebut. Sebut saja Batman: Arkham Asylum, Resident Evil 5, Unreal Tournament 3, Mirror's Edge, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Hal tersebut tentunya makin mengharumkan nama PhysX dalam kiprahnya di industri game. Pasalnya, para gamer bakal beranggapan bahwa teknologi milik Nvidia ini lebih unggul dari kompetitornya, AMD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut dilontarkan oleh AMD Senior Manager of Developer Relations, Richard Huddy, "Pengembang game sebenarnya tidak ingin menggunakan PhysX, mereka semua melakukan itu semata-mata karena mendapatkan bayaran," tandas Huddy.
Karena bersifat ekslusif, Huddy beranggapan bahwa hanya sedikit sekali pengembang game yang ingin menggunakan PhysX. Justru sebenarnya fitur GPU-accelerated physics milik AMD-lah yang bakal dijadikan alternatif para pengembang game.
"Saya pikir barang-barang eksklusif pada akhirnya akan pergi. Ketika sebuah standar baru terbuka dan setiap orang bisa bergabung, maka setiap orang bakal lebih bebas memilih," tambah Huddy, seperti dikutip detikINET dari Fudzilla, Rabu (10/3/2010).
(eno/faw)