Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pilih Mana, Game 3D atau Sensor Gerak?

Pilih Mana, Game 3D atau Sensor Gerak?


- detikInet

Jakarta - Meski industri game bakal kedatangan teknologi baru seperti sensor gerak Sony dan Microsoft, namun sejumlah pakar memprediksikan di tahun 2014 gamer akan lebih menyukai game berbasis 3 dimensi.

Sistem kendali yang telah diperkenalkan oleh Sony dan Microsoft bisa dikatakan cukup menggiurkan, para pemain dijanjikan bakal lebih dapat berinteraksi dengan game yang tengah mereka mainkan.

Namun hasil riset yang dilakukan Insight Media berkata lain, pada tahun 2014 nanti dimana sistim kendali tersebut sudah menjadi hal umum para gamer akan tetap lebih menggandrungi game yang menggunakan sistimΒ  Stereoscopic 3D.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengalaman kami telah membuat kami percaya bahwa game Stereoscopic 3D bakal makin digemari ketimbang game konvensional dengan layar 2 dimensi, dan hal tersebut akan makin mendorong penggunaan teknologi 3D ke dalam video game," papar kepala riset Insight Media, Dale H. Maunu, seperti dikutip detikINET dari Gameinformer, Kamis, (10/12/2009).

Stereoscopic 3D sendiri bukanlah hal baru, teknologi tersebut telah diperkenalkan oleh Sir Charles Wheatstone pada tahun 1840. Teknologi yang sebelumnya digunakan untuk gambar diam tersebut, kemudian dikembangkan sedemikian rupa hingga berhasil mengubah cara kita bermain game.

Hingga kini teknologi yang dikuasai oleh Nvidia itu telah berhasil diimplementasikan ke dalam judul game papan atas, sebut saja Resident Evil 5, Call of Juarez, dan Giutar hero 3. Selain Nvidia, kini Sony juga coba menggunakan teknologi tersebut ke beberapa game besutan mereka. (eno/faw)






Hide Ads