Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Indonesia Kekurangan Penulis Game Animasi

Indonesia Kekurangan Penulis Game Animasi


- detikInet

Jakarta - Tak hanya di industri film, industri game dan animasi juga membutuhkan penulis skenario cerita yang andal. Namun sayangnya, penulis cerita game di Indonesia masih langka.

"Kita kekurangan penulis cerita yang bisa kita jadikan bahan untuk membuat game," lirih Manager Regional IT Centre of Excellence (RICE) PT INTI, Gerhard Simanjuntak, saat berbincang dengan detikINET di kantornya, Jalan Moch Toha, Sabtu (21/11/2009).

Ditambahkan oleh pria berkacamata ini bahwa yang susah mencari penulis skenario. Sedangkan skenario tersebut merupakan landasan dalam pembuatan animasi ataupun game.

"Suatu animasi atau game harus ada cerita. Dan cerita tersebut adalah karya para penulis skenario. Memang saat ini banyak para penulis, tapi berbeda antara penulis skenario dengan penulis-penulis biasa," ungkapnya.

Karenanya, Gerhard berencana untuk membuat kerjasama strategis antara pihaknya dengan para penulis skenario. "Harus ada kerjasama dengan penulis. Kita harus banyak kerjasama supaya banyak skenario yang bisa kita pergunakan untuk membuat game," katanya.

Untuk memproduksi satu animasi dan game sendiri dibutuhkan waktu tiga bulan. Mulai dari menemukan ide hingga animasi dan game tersebut jadi dan layak jual.

RICE sendiri adalah satu pusat inkubasi bagi perusahaan-perusahaan animasi dan game. Saat ini ada empat dari tujuh perusahaan binaan RICEΒ  yang dikonsentrasikan ke industri animasi dan game.Β  Sisanya adalah perusahaan yang memproduksi aplikasi secara umum.

Sejak mulai dari Agustus 2009 hingga sekarang, keempat perusahaan binaan RICE tersebut telah berhasil memproduksi kurang dari 10 animasi dan game.

"Memang belum layak jual. Tapi kita terus mengeksplorasi dengan kemampuan yang ada. Belum matang betul lah. Perlu banyak ketemu dengan banyak pihak, terutama dengan investor," pungkasnya.

Β 

(afz/rou)





Hide Ads