Stephen Toulouse, Director of Policy and Enforcement, Xbox Live, Microsoft, mengungkapkan hal itu lewat Twitter resminya seperti dikutip detikINET dari CVG, Selasa (20/10/2009). "Yang kami kejar adalah game-game yang tidak legal. Tahu kan, ketika ada yang main game yang belum luncur di Live padahal saya tahu itu harusnya tidak boleh," sebut Toulouse.
Tentunya, ujar Toulouse, gamer yang memainkan game resmi tak akan menjadi sasaran Microsoft. Operasi anti game bajakan ini akan dieksekusi Microsoft pada jaringan game online Xbox Live.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip detikINET dari GamePolitics, dikhawatirkan ini termasuk media penyimpanan dari pihak ketiga. Padahal banyak pengguna yang memakai media penyimpanan yang memiliki harga lebih murah dibandingkan memori resmi Microsoft Xbox 360.
Diduga langkah ini juga dimaksudkan untuk menghalang-halangi pihak-pihak yang ingin mengakali Xbox 360, misalnya untuk memainkan game bajakan.
(wsh/wsh)