Seperti dikutip detikINET dari Kotaku, Selasa (30/6/2009), beberapa pengembang game erotis di Jepang melakukan langkah-langkah tegas untuk menghindari kontroversi game khusus dewasa yang mereka hasilkan. Pengembang seperti Minori, Yuzusoft dan Visual Antena dari VisualArts memblokir akses orang asing ke situs mereka.
Situs-situs penghasil game '17 tahun ke atas' itu menolak pengunjung yang alamat IP-ny berasal dari luar Jepang. Hal ini karena kontroversi game seperti Rapelay yang terjadi di luar Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa perusahaan game erotis pun memutuskan untuk mengubah judul-judul game yang mereka hasilkan. Umumnya dengan menghilangkan kata-kata seperti 'rape', 'sex' atau 'slave' dari judulnya. (wsh/wsh)