Senin, 24 Sep 2018 17:35 WIB

Tips Jago FIFA 19: Bertahan

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Bertahan jadi aspek penting di FIFA 19. Foto: EA Sports Bertahan jadi aspek penting di FIFA 19. Foto: EA Sports
Jakarta - Untuk membangun fondasi permainan yang mumpuni, maka semuanya harus bermula dari belakang. Pertahanan adalah hal mutlak yang harus diperhatikan.

Di FIFA 19, jika ada satu pemain yang terlalu jauh meninggalkan posisinya, maka permainan bisa berantakan. Banyak pemain cenderung bertahan dengan pemain terdekat dan langsung menghampiri lawan yang sedang memegang bola, sehingga meninggalkan lubang dan dapat dengan mudah dieksploitasi.




Sabar jadi kunci dalam bertahan di game ini. Ada baiknya untuk menarik mundur gelandang bertahan, atau bahkan pemain sayap, agar dapat membantu pertahanan. Hal ini memudahkan pemain bertahan dalam menutup ruang dan menghindari terjadinya gol.

Di samping itu, kesabaran juga diperlukan dalam merebut bola. Jangan membiasakan untuk 'mengambil habis' bola ketika sedang dikuasai lawan.

Hal tersebut akan membuat pemain bertahan bersangkutan meninggalkan lubang di belakang. Akibatnya, lawan bisa dengan mudah mengoper bola ke rekannya yang menuju daerah kosong tersebut.

Apalagi, EA Sports selaku pengembang game sepak bola tersebut, menghilangkan taktik Parkir Bus dari pilihan dalam bertahan. Hal ini membuat user tidak bisa sembarangan menarik pemain untuk menghampiri lawan.

Di FIFA 19, pantang hukumnya untuk mengambil bola secara terburu-buru.Di FIFA 19, pantang hukumnya untuk mengambil bola secara terburu-buru. Foto: EA Sports

Untuk amannya, lakukan jockey dengan menekan LB pada Xbox One atau L2 pada PS4. Selain jockey, contain juga bisa diterapkan dengan cukup menggunakan tombol A pada Xbox One atau X pada PS4, sebagaimana detikINET kutip dari Tom's Guide, Senin (24/9/2018).

Jika dirasa kurang, panggil pemain lain dengan memencet RB pada Xbox One atau R2 pada PS4. Tapi, pastikan kembali pengaturan controller yang digunakan agar tidak salah menekan tombol.




Melalui fitur Dynamic Tactics, FIFA 19 juga menghadirkan skema yang lebih kaya. Dalam merebut bola misalnya, user bisa menerapkan Pressure on Heavy Touch terhadap lawan yang cenderung bermain lambat agar pemain terus memberikan tekanan.

Seperti edisi-edisi sebelumnya, game plan di FIFA 19 dapat diakses melalui D-Pad pada controller. Hal ini membuat user dapat mengubah taktik dengan cepat saat pertandingan tengah berlangsung.

Maksimalkan game plan dalam bertahan di FIFA 19.Maksimalkan game plan dalam bertahan di FIFA 19. Foto: EA Sports

Jika seluruh pemain bertahan sudah habis dilibas dan hanya menyisakan kiper sebagai garis pertahanan terakhir, tetap sabar dan jangan terburu-terburu. Satu catatan, jangan tergesa-gesa untuk mengontrol penjaga gawang secara manual.

Percayakan komputer untuk mengambil alih peran tersebut. Meski demikian, peran pemain tetap diperlukan untuk membuat kiper keluar dari gawang untuk menutup pergerakan lawan.

Dengan menekan Y pada Xbox One atau Segitiga pada PS4, pemain bisa memajukan kiper untuk mempersempit ruang tembak lawan. Tapi, jangan terlalu cepat atau terlambat dalam mengeluarkan kiper agar lawan tidak memiliki keleluasaan untuk menembak.




Lantas, kapan momen yang tepat untuk memajukan kiper? Salah satunya adalah ketika lawan berusaha mengontrol bola di area kotak penalti, dan tidak ada pemain bertahan yang mengawalnya.

Untuk terus meningkatkan kemampuan dalam bertahan, jangan sungkan untuk masuk ke mode skill games. Dengan berbagai pilihan seperti El Rondo, user bisa meningkatkan kemampuannya dalam bertahan, seperti kapan harus mengambil bola serta positioning.

(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed