Senin, 30 Okt 2017 08:24 WIB

Review Game

Knack 2: Perbaikan Masa Lalu yang Manis

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: screenshot detikINET Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Dari sekian banyak judul game eksklusif yang diciptakan Sony untuk PlayStation, mungkin tidak semuanya sukses. Salah satunya Knack.

Dirilis empat tahun yang lalu, Knack dihadirkan sebagai pembuka dari PlayStation 4. Game ini sendiri bergenre platformer. Sayangnya Knack dikembangkan dengan desain karakter dan pengalaman gameplay yang biasa saja.

Alhasil membuat Knack mudah tersingkir dari persaingan game konsol yang ketat. Gamer pun pada akhirnya berpikir bahwa game ini seperti tidak pernah dirilis.

Tapi bukan Sony namanya jika tidak belajar dari kesalahan. Kurang lebih dari tiga tahun sejak game pertama diluncurkan, Sony tiba-tiba membawa judul kedua di ajang PlayStation Experience 2016. Dari penjelasannya, Knack 2 ini menyajikan karakter protagonis yang sama dengan alur cerita yang berbeda.

Lalu bagaimana dengan judul kedua ini? Berikut pengalaman detikINET memainkan Knack 2!

Knack 2: Perbaikan Masa Lalu yang ManisFoto: screenshot detikINET


Ancaman Goblin Kembali Datang

Tidak seperti Crash Bandicoot atau Sonic yang diciptakan terinspirasi dari binatang, wujud Knack sebagai karakter utama cukup bikin orang mengernyitkan dahi. Ia sendiri merupakan hasil kreasi teknologi masa lalu yang diciptakan dari kumpulan relic yang ada di sekelilingnya.

Semakin banyak relic yang menempel di tubuhnya, maka semakin besar pula ukuran tubuh Knack. Karenanya, kamu di sini harus jeli dalam mengumpulkan relic yang tersebar di setiap level. Semakin besar Knack maka akan semakin mudah Anda mengalahkan musuh.

Knack 2: Perbaikan Masa Lalu yang ManisFoto: screenshot detikINET


Di seri pertama Knack berhasil mengalahkan musuh yang memiliki ras Goblin. Meski demikian, tidak semua ras Goblin memiliki peradaban yang lebih rendah dari manusia.

Dalam perjalannya bersama Dr. Vargas dan Lucas, Knack menemukan fakta bahwa ada Goblin yang memiliki kemampuan berpikir lebih cerdas dari Goblin sebelumnya yang disebut High Goblin. Kebangkitan High Goblin sendiri menjadi sesuatu yang tak diduga. Pasalnya, mereka sempat dikira telah musnah selama beberapa abad.

Ras Goblin canggih ini kemudian mengumpulkan dan merakit mesin perang dengan tujuan untuk kembali mengalahkan umat manusia. Di sinilah, seperti cerita kepahlawanan yang ada, Knack dan kawan-kawan berusaha mencegah upaya Goblin. Kali ini mereka juga mendapat bantuan sekelompok orang.

Lalu bagaimana akhir dari perjalanan Knack? Bagaimana bisa High Goblin ini bangkit? Jawabannya hanya bisa ditemukan jika Anda memainkannya.

Knack 2: Perbaikan Masa Lalu yang ManisFoto: screenshot detikINET


Desain Game Sederhana Khas Film Disney

Harus diakui bahwa desain game yang ada dalam Knack dirancang dengan pendekatan visual seperti dalam film animasi Disney. Sebagai game platformer, ia tampil dengan konten yang ringan yang juga pantas dimainkan oleh anak kecil sekalipun.

Dibanding seri pertama, developer RESOGUN cukup berhasil dalam membawa perubahan. Ada banyak varian lingkungan yang disodorkan ketimbang di seri pertama. Kasarnya, kini Anda bisa lebih leluasa dalam mengekspolorasi lingkungan yang tidak melulu menjumpai hutan.

Perbaikan dari sisi efek tata cahaya bisa kita jumpai di judul kedua ini. Namun, bila dibandingkan dengan seri pertama, pasti Anda akan berpikir bahwa perbaikan tersebut tidak lebih dari cukup.

Knack 2: Perbaikan Masa Lalu yang ManisFoto: screenshot detikINET


Tidak seperti karakter utama dalam sebuah game, Knack terasa seperti tidak ada identitas. Kehadirannya benar-benar seperti hakikatnya, yakni sebuah senjata. Keterlibatan ia dalam percakapan bahkan terasa hambar dan tidak ada selera humor. Tidak cuma terjadi di Knack, kedataran ini bahkan juga terjadi di karakter manusianya itu sendiri.

Hal ini jelas derbeda dengan interaksi antara Joel dan Ellie dalam The Last of Us atau mungkin Chloe dan Nadine dalam Uncharted: The Lost Legacy. Di mana mampu membuat Anda sedikit tersenyum ketika memainkannya.


Game Platformer dengan Bumbu Aksi

Sebagai game platformer, Knack 2 hadir dengan unsur action yang mirip dengan God of War. Mengapa demikian, karena angle kamera yang diusung dalam game bersifat fixed. Selain itu, Knack juga dibekali dengan beragam jenis serangan dan bahkan ada beberapa gerakan dari Knack yang menurut kami mirip dengan jurus Kratos.

Musuh yang dihadapi oleh Knack memiliki kemampuan yang bervariasi. Karenanya, dalam bertarung ia juga dibekali dengan kemampuan unik yang berbeda. Pertama, Knack pada dasarnya memiliki tubuh yang mungil. Karena relic, ia kemudian bisa bertransformasi menjadi besar.

Knack 2: Perbaikan Masa Lalu yang ManisFoto: screenshot detikINET


Nah, di sini kamu bisa mengubah tubuh Knack menjadi besar atau kecil sesuka hati. Dengan menekan satu tombol, kamu bisa melepas relic. Untuk apa? Transformasi ini bisa berguna apabila kamu ingin menghindar serangan musuh. Trik ini juga bisa dipakai untuk menjangkau kotak rahasia yang berada di sudut-sudut kecil.

Tubuh yang besar membuat ia lebih tangguh dalam menghadapi musuh. Damage yang dihasilkan dari tendangan dan pukulan akan lebih terasa bila relic yang terkumpul di tubuhnya lebih banyak. Banyak relic juga mempengaruhi darah Knack.

Bak game RPG, Knack 2 juga dilengkapi dengan sistem Skill Tree. Skill Tree ini memanfaatkan poin experience yang didapat dari membunuh musuh dan bereksplorasi. Dengan Skill Tree ini, seperti game RPG pada umumnya, berfungsi untuk memperkuat Knack.

Namun sayangnya, Skill Tree ini punya sedikit keanehan. Dari empat cabang Skill Tree yang ada, kamu tidak bisa memilih salah satu yang diinginkan. kamu di sini harus mengambil dan memebuka skill di satu cabang untuk kemudian bisa mengambil cabang berikutnya.

Knack 2: Perbaikan Masa Lalu yang ManisFoto: screenshot detikINET



Opini detikINET

Meski saat ini Knack 2 juga tidak memiliki gaung yang besar dibanding game lain, Sony berusaha untuk memberikan pesan bahwa pihaknya mampu memperbaiki kesalahan yang ada di seri pertama. Pesan-pesan ini kemudian terangkai menjadi sebuah game yang memang masih butuh lebih eksplorasi lebih mendalam bila nanti ingin melanjutkan di seri ketiga.

Ada beberapa catatan yang kami lihat, seperti karakter yang terasa datar. Developer di sini terlihat berupaya untuk menyuguhkan sebuah cerita dengan elemen animasi Disney. Tapi, alih-alih mirip, justru Knack dan karakter lainnya berakhir seperti sebuah hal yang klise.

Knack 2: Perbaikan Masa Lalu yang ManisFoto: screenshot detikINET


Selain aksi, Knack 2 juga dibumbui dengan unsur puzzle. Unsur puzzle ini memang tidak serumit yang ditawarkan dalam game Tomb Raider atau Uncharted, tapi tetap menghibur dan membuat Anda sedikit berpikir.

Di luar kelemahan yang ada, Knack 2 bisa menjadi alternatif hiburan yang menarik. Sebuah game yang bisa kamu mainkan untuk mengobati rasa bosa memainkan game yang lain. Karena dengan memainkan Knack 2, Anda toh tak perluh dihantui rasa frustasi dan emosional.

(mag/afr)
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed