BERITA TERBARU
Jumat, 14 Okt 2016 19:26 WIB

Review Game

Ghost Garden, Kala Hantu Lokal Gentayangan dalam Game

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: screenshot detikINET Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Ketika berbicara soal game mobile bergenre puzzle match-three, pastinya semua sepakat menyebut Candy Crush Saga. Meski terbilang kuno, game buatan developer berbasis Stockholm, Swedia, King ini sempat bertaji dengan jumlah pemain mencapai puluhan juta setiap harinya.

Kini, masa kejayaan Candy Crush Saga telah usai. Pun begitu, eksistensi game puzzle match-three tidak berakhir di situ saja. Sejumlah developer game pun berlomba untuk menggarap game serupa, hanya saja tentu dengan konsep yang berbeda, termasuk developer game asal Indonesia bernama Game Lokal Indonesia.

Mungkin sebagian dari Anda masih asing dengan developer game yang satu ini. Walau demikian, Game Lokal Indonesia ternyata sudah mencetak sejumlah judul game yang saat ini eksis di Google Play Store, di antaranya adalah Diponegoro dan Timun Mas.

Selepas dua judul game tadi, Game Lokal Indonesia kembali berkarya dengan game berjudul Ghost Garden. Penasaran dengan game ini, tim detikINET pun lantas menjajalnya.


Hantu-hantu Indonesia Bergentayangan

Ghost Garden, Kala Hantu Lokal Gentayangan dalam GameFoto: screenshot detikINET

Seperti game puzzle match-three pada umumnya, di Ghost Garden Anda harus memasangkan minimal tiga benda yang sama untuk mendapatkan poin. Namun, bila Anda memasangkan benda lebih dari tiga, tentu Anda akan mendapat poin yang lebih besar dan juga bonus.

Bila dalam Candy Crush Saga yang Anda pasangkan adalah benda-benda berbentuk permen, maka di Ghost Garden yang Anda pasangkan justru adalah hantu. Apa? Hantu?

Ya, bukan hantu internasional, seperti Drakula atau Frankenstein, tapi hantu khas Indonesia. Dalam siaran pers yang diterima detikINET, developer Game Lokal Indonesia ini memang memiliki visi mengangkat kultur Indonesia ke dalam game mobile.

Karenanya, jangan heran bila Anda akan melihat sejumlah hantu khas Indonesia, seperti Kuntilanak, Buto Ijo, Leak Bali, dan lain-lainnya. Meski temanya hantu, Anda tak perlu takut. Karena developer sengaja mendesain hantu-hantu ini dalam wujud yang imut, sehingga game ini bisa dimainkan oleh anak di bawah umur sekalipun.


Tersedia Ratusan Level

Ghost Garden, Kala Hantu Lokal Gentayangan dalam GameFoto: screenshot detikINET


Sistem level dalam Ghost Garden mirip dengan Candy Crush Saga. Akan ada ratusan level yang mengular hingga total mencapai level 100. Masing-masing level memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Semakin tinggi, maka tingkat kesulitan juga akan bertambah.

Setiap memulai permainan Anda akan diberikan batasan langkah (moves) berbeda-beda. Bisa 19, bisa 16, atau bahkan bisa pula 10. Tergantung dari tingkat level yang Anda mainkan. Di dalam Ghost Garden, Anda harus menyelesaikan level dengan mencapai skor yang ditentukan. Semisal skor yang ditentukan adalah 300, maka sebisa mungkin poin yang didapat setiap memasangkan hantu mencapai 300.

Bila gagal meraih satu bintang saja dan langkah Anda sudah habis, maka permainan akan gagal dan nyawa pun akan berkurang. Ada lima nyawa yang bisa dipakai dan bila habis, Anda bisa mengisinya (refill) dengan item in-app berupa cincin yang tentu saja bisa didapat dengan uang sungguhan.


Opini detikINET

Ghost Garden menawarkan pengalaman bermain game puzzle match-three yang menyenangkan. Walaupun bagi sebagian gamer mungkin akan berpikir bahwa ini tak ubahnya Candy Crush Saga yang berbeda kostum.

Namun, bagi kami game ini sudah lebih dari cukup. Apalagi dibuat oleh anak bangsa. Ide mengganti permen dengan hantu sudah bagus. Tinggal bagaimana ke depannya level yang dihadirkan lebih bervariasi dan menantang.

Dari segi grafis, karena menggunakan engine Unity maka sudah tak perlu diragukan lagi untuk kelas game mobile. Mungkin yang menjadi saran adalah bagaimana mendapatkan nyawa tanpa harus mengisinya dengan menggunakan cincin. Mungkin, bisa dengan pertolongan teman seperti yang dilakukan di dalam Candy Crush Saga. Good job! (mag/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed