FIFA 17: Ketika Sepakbola Punya Cerita

Review Game

FIFA 17: Ketika Sepakbola Punya Cerita

Mohamad Miradi - detikInet
Kamis, 13 Okt 2016 08:39 WIB
Foto: Mohamad Miradi
Jakarta - Rilisnya FIFA 17 pada 27 September 2016 menjadi ajang pembuktian bagi EA Canada selaku developer, apakah permainan video simulasi sepakbola ini masih menjadi primadona bagi para gamer atau justru sebaliknya?

PES 2017 yang merupakan seteru abadi FIFA 17 sudah lebih dulu rilis dan mendapatkan banyak pujian, baik dari kritik maupun gamer sendiri. Nah, apakah FIFA 17 mampu menjawab tantangan Konami di tahun ini? Kita simak reviewnya berikut.

Grafis Makin Fantastis

Boleh jadi, beberapa gamer (termasuk saya) menjadi salah satu orang yang agak pesimistis 1 bulan sebelum FIFA 17 rilis. Alasannya cukup simpel, EA Canada mengembangkan FIFA 17 menggunakan engine baru yaitu Frostbite dan memutuskan bercerai dengan IGNITE - engine FIFA yang digunakan selama 3 tahun terakhir.

Boleh dong kalau berbicara mengenai engine baru tentu tak lepas dari peningkatan grafis. Ya, suntikan Frostbite yang sudah malang melintang digunakan oleh seri game Battlefield kini tersaji di FIFA 17.
FIFA 17: Ketika Sepakbola Punya Cerita

Secara grafis, boleh jadi ini merupakan game sepakbola dengan tampilan terkece saat ini, bahkan, ketika pertama kalinya bermain FIFA 17 kami sampai berkata, "Duh, ke mana saja IGNITE selama ini?'.

Sebagai perbandingan, kami mencoba FIFA 17 di dua platform (Xbox One dan Laptop gaming ultra setting). Berkat Frostbite, para pemain terlihat sangat real dan photorealistic. Bahkan, ketika bermain The Journey, istri pun sampai tertipu menganggap kalau itu adalah sebuah film.

Ekspresi serta keringat pemain mengucur terlihat cukup detail kala selebrasi gol ataupun gagal mengeksekusi pinalti. Jersey yang tak lagi sekedar tekstur saja, contohnya ketika pemain berlari, jersey pun ikut bergerak, sangat berbeda jauh dengan FIFA 16.

Tak ketinggalan para manajer/pelatih klub di premier league sekitar 15 hingga 20 manajer kini hadir meneriaki tim favoritmu di pinggir lapangan. Meski bukan hal baru -- di FIFA World Cup 2010 sudah ada -- adanya para manajer tersebut tentu menambah gimmick saat bermain career mode ataupun The Journey yang belum ada di seri sebelumnya.

FIFA 17: Ketika Sepakbola Punya Cerita


Ah sudahlah, bicara soal grafik sudah pasti keren dan tentunya juga berbanding lurus dengan spek PC, ya kan? Seperti yang sudah kami beritakan, kalian butuh spek minimum dengan level 'Sultan' alias perlu merogoh kantong lebih dalam untuk upgrade hardware.

Tentu Anda akan berpikir dua kali untuk investasi jangka panjang tersebut. Lalu bagaimana dengan versi konsol? Kalian cukup download versi digital di store atau beli blu-ray nya di toko game terdekat Anda, sesimpel itu. Dan satu hal yang pasti, grafis FIFA 17 sangat patut diacungi jempol!

Sinetron ala Sepakbola

Sepakbola selalu punya cerita, sebut saja Pele atau Diego Armando Maradona, mereka adalah salah satu legenda sepakbola yang memiliki cerita perjalanan karir yang sangat insipiratif, bahkan dibuatkan filmnya.

Lalu ada comeback dramatis Liverpool vs AC Milan di final liga champion 2005. tapi, apakah konsep story telling berlaku di sebuah game olahraga? Saat pengumumannya di E3 Juli lalu, lagi-lagi saya pesimistis dengan mode permainan baru ini. "Ah, penting banget ada cerita, paling juga gak dimainin," pikir saya kala itu. Dan lagi-lagi (untungnya) saya salah!

FIFA 17: Ketika Sepakbola Punya Cerita


EA Canada bekerja sama dengan studio BioWare -- studio di balik game Mass Effect -- kini membantu menelurkan The Journey yang notabene merupakan versi upgrade dari Be A Pro di seri FIFA sebelumnya.

Kalau dulu gamer membuat karakter/pemain anonim dan bermain dengan serangkaian objektif serta berharap dipanggil skuat tim nasional dan bermain di piala dunia. Kini, di The Journey Be a Pro, dikemas ke dalam bentuk drama dengan narasi dan potongan adegan yang disajikan layaknya sinetron.

Berperan sebagai Alex Hunter (diperankan oleh aktor Adetomiwa Edun), Anda akan mengendalikan sang wonder kid yang memiliki ambisi menjadi pesepakbola profesional seperti kakeknya.

Cerita bermula dari flashback masa kecil Hunter yang memenangi kejuaraan bersama sahabatnya Gareth Walker. Kembali ke masa kini, Hunter sudah beranjak remaja dan karir profesionalnya dimulai dari 'exit trials' sebuah audisi bagi pemain muda unjuk bakat di depan banyak scout klub liga inggris. Tentunya kami tidak ingin membeberkan seluruh ceritanya kepada Anda.

FIFA 17: Ketika Sepakbola Punya Cerita


Di awal cerita, gamer dapat memilih klub mana yang akan dijadikan sebagai klub profesional pertama Alex Hunter, kalian akan diajak bermain selama satu musim melalui serangkaian latihan serta pertandingan baik persahabatan maupun liga primer inggris.

Sebagai saran, pastikan Anda melakukan latihan sendiri. Sebab, ketika latihan mingguan kalian skip atau di simulation, hasilnya akan berdampak pada skill Alex Hunter layaknya XP (experience point) di game RPG .

Tidak maksimalnya latihan dan susah memperoleh skill point akan mempengaruhi perkembangan Hunter serta memperkecil kemungkinan untuk dipilih manajer untuk menjadi starter di tiap pertandingan.

FIFA 17: Ketika Sepakbola Punya Cerita


Seperti game Mass Effect, di beberapa adegan, Kalian akan dihadapkan pada tiga pilihan jawaban --Fiery, Cool, dan Balanced -- yang masing-masing jawaban memiliki pengaruh berbeda bagi manajer tim serta followers Twitter kalian.

Jadi jangan kaget, pemain sepakbola modern juga dituntut untuk memiliki media sosial semacam Twitter, semakin besar follower Twitter yang kalian miliki, semakin besar peluang brand untuk mensponsori Hunter.

Memang, mode ini jauh dari kata sempurna, namun bisa dipastikan, The Journey merupakan mode single player yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama oleh para penggemar FIFA. Drama yang disajikan bukan ala kadarnya, tapi memang dikembangkan oleh EA Canada secara serius.

Membangun Skuat Bonus Pemain

FIFA Ultimate Team mode permainan yang memberikan kebebasan bagi gamer untuk dapat membangun tim impian dengan beragam cara -- termasuk pay to win.

Ultimate Team adalah mode paling digemari oleh gamer baik bertanding single player maupun berhadapan dengan gamer lain secara multiplaye rdan menguntungkan, bagi EA tentunya. Mode ini mendapatkan update dalam mode Squad building challenges yang menantang gamer untuk menyelesaikan misi yang diberikan.

FIFA 17: Ketika Sepakbola Punya Cerita


Contohnya, gamer ditantang untuk membuat tim berisikan pemain sepakbola yang hanya boleh berasal dari negara Prancis dan Inggris. Tidak perlu seluruh pemain, biasanya hanya di beberapa posisi, jika Anda tidak memiliki pemain di posisi tersebut, dapat mencari dan membelinya di Transfer Market untuk menyelesaikan tantangan.

Setelah berhasil, akan mendapatkan 1 pack/pemain dengan kualitas dari bronze, silver dan gold . pemain yang Anda dapatkan tentunya menyesuaikan dengan kesulitan tantangan yang diberikan.

FIFA 17: Ketika Sepakbola Punya Cerita


Gameplay

"One two touch-nya ciamik banget," begitu penilaian di benak saya dan teman-teman Xbox Live indonesia saat mencobanya. Meningkatnya grafik dengan kehadiran engine baru ternyata juga berdampak di sektor gameplay yang di-overhaul.

Benturan fisik makin dipermak dengan adanya body shield. Kini pemain dengan sigap menghalangi pemain lawan untuk merebut bola dari kaki dengan menggunakan badannya dengan bermodal tombol LT/L2.

FIFA 17: Ketika Sepakbola Punya Cerita


Namun, pyshical engine baru ini juga membuat dribbling menjadi agak berat dan kadang sulit untuk melakukan manuver -- tanpa menggunakan skilled dribbling. Menurut kami, ada baiknya ketika bermain FIFA 17 jangan terlalu banyak melakukan dribbling, terutama sambil berlari. Saking simulasinya bahkan momentum lari juga berpengaruh saat kalian melakukan dribbling maupun passing kala sedang berlari.

Bagaimana dengan Artificial Intelegence di FIFA 17? Rasa-rasanya tidak salah jika AI semakin agresif dan melancarkan umpan-umpan pendek ala tiki-taka Barcelona era Pep Guardiola. Kini, AI juga semakin rajin melakukan pergerakan tanpa bola di area 2/3 tim lawan.

Bisa dibilang, hampir sangat jarang kami bermain direct football seperti melakukan umpan jauh atau switch play. Sebab lebih mudah membangun serangan melalui umpan pendek, setidaknya itu menurut kami.

FIFA 17: Ketika Sepakbola Punya Cerita


Kekurangan yang dirasakan adalah first touch atau kontrol bola yang sulit jika bola tanggung. Ketimbang melakukan first touch setelah menekan tombol passing, kadang justru pemain mendahulukan kontrol dada yang akhirnya malah terebut oleh bek lawan. Bahkan ketika lawan melakukan crossing ke area pinalti, bek kita memilih melakukan kontrol dada ketimbang melakukan clearence sehingga tercipta gol bunuh diri. Kenapa oh kenapa?

Nah, berbicara soal set piece, EA Canada merombak total seluruh mekanisme set piece. Jadi jangan senang dulu ketika Anda mendapat penalti di menit 90. 'Aduh… Ampas!' reaksi kami sembari tertawa terbahak-bahak karena sulitnya mencetak gol dari titik 12 pas di FIFA 17.

Saking sulitnya, bahkan tendangannya tidak ada yang on target. Begitu pula dengan freekick, gamer kini bisa mengatur posisi menendang dengan mengerakan analog kanan, hasil tendangan pun akan berbeda tergantung posisi menendang, dari knuckle ball ala Cristiano Ronaldo hingga tendangan pisang ala David Beckham.

Bagaimana dengan sepak pojok? Jika di FIFA 16 gamer menendang dari perspektif orang ketiga atau dari punggung si pemain, kali ini gamer wajib melakukan corner kick dari posisi kamera tele -- dari atas.

Gamer bisa memilih menendang dengan bantuan titik/spot target atau mengendalikan salah satu pemain yang memiliki header accuracy tinggi, cukup tekan tombol LB/L1 untuk kemudian menekan tombol crossing. Anda cukup tahan tombol untuk crossing dengan bola tinggi atau tahan tombol lebih lama untuk bola lambung yang lebih cepat alias driven.

Hasil Akhir

Ugh, menu yang kadang super duper laggy, sering nge-freeze hampir di setiap mode permainan (terutama pro clubs), banyak bug masih bersliweran, AI super-man yang memiliki kekuatan super ketika permainan memasuki menit 45 dan 90 (ya, mereka masih ada), frame-rate yang kini malah suka nge-drop dan beberapa kekurangan lainnya yang harus diperbaiki -- dengan title update/patch.

Sejatinya, FIFA 17 masih enjoy untuk dimainkan, namun percayalah jika di forum sudah mulai gerah dengan masalah sama setiap tahun yang hanya terus-menerus diberikan 'susu kental manis' alias promosi dan fitur baru .

Komunitas yang masih sangat besar, grafis yang meningkat drastis, mode multiplayer yang tak pernah kehabisan gamer/pemain untuk diajak ngadu, menjadi salah satu dari beberapa alasan yang gamer mempertimbangkan untuk ke toko dan membeli game simulasi sepakbola ini.

Meskipun dengan cerita yang linier, kehadiran The Journey tentu membuat FIFA 17 memiliki standar yang lebih dari sekedar game dengan genre olahraga.

FIFA 17 memang memiliki daya tarik kuat yang selalu mengosongkan dompet para gamer, harga game yang mahal dan FIFA point untuk Ultimate Team karena hingga detik ini FIFA 17 masih merupakan sebuah game olahraga yang terkomplet.

Bagaikan make up tool bagi para wanita, FIFA 17 memang memiliki semuanya - terutama lisensi klub dan pemain tetapi kembali lagi, apakah semua item yang ada di make-up tool istri atau pacar Anda selalu digunakan setiap saat?

*) Penulis, M. Miradi merupakan kontributor xboxid.net serta admin di @xboxliveid. Di dunia maya, ia dikenal sebagai @mohmiradi. (ash/ash)