Rabu, 27 Apr 2016 15:23 WIB

Review Game

Quantum Break: Serunya Memanipulasi Waktu

Mohamad Miradi - detikInet
Foto: screenshot detikINET Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Tidak mudah bagi developer untuk menghadirkan game atau IP (Intelectual Property) terbaru di lini produknya. Banyak dari mereka yang terjebak dengan zona nyaman dengan merilis game lanjutan. Tapi ini tidak berlaku bagi developer Remedy Entertainment.

Studio di balik game ikonik seperti Max Payne dan Alan Wake ini akhirnya meluncurkan IP terbaru yang berjudul Quantum Break setelah sebelumnya mengalami delay pada tahun 2015. Oleh Remedy, Quantum Break disebut sebagai game third person time manipulation action shooter.

Karenanya, meski dibumbui dengan sedikit aksi tembak-tembakkan, game ini memiliki konsep yang berfokus pada time travel serta mengisahkan dampak buruknya. Tidak sekadar menyajikan video game, Remedy juga berusaha memberikan sesuatu yang baru yaitu dengan memadukan video game dengan live action TV series.

Terdengar seru? Untuk itu mari kita kulik lebih lanjut Quantum Break yang merupakan game ekslusif dari Xbox One ini.


Sang Penjelajah Waktu

Film atau kisah yang mengusung tema sci-fi time travel memang selalu menarik untuk diikuti, sebut saja Back To the Future, The Butterfly Effect, Justice League: Flashpoint Paradox, Edge of Tommorow, dan masih banyak lagi. Tak cuma film, hal ini juga berlaku di industri game.

Sebelum Quantum Break, Square Enix pun telah membuktikannya lewat Life is Strange yang rilis pada awal tahun 2015 lalu. Nah, di Quantum Break, seperti yang sudah dijelaskan di awal, akan memiliki fokus konsep pada time travel. Karenanya, selama permainan Anda akan terlibat dengan aksi memutar kembali waktu yang dilakukan oleh sang karakter utama Jack Joyce.

Dikisahkan, Jack Joyce mulanya bersahabat baik dengan Paul Serene. Persahabatan ini mulai retak ketika eksperimen Paul yang tadinya berjalan lancar mengalami kecelakaan dan menciptakan bencana waktu atau fracture sehingga menyebabkan adik dari Jack, William Joyce 'meninggal'.

Kecelakaan ini juga yang mengakibatkan waktu di seluruh dunia akan berhenti selamanya. Bencana ini kemudian disebut sebagai end of time. Konflik terjadi ketika Paul menganggap William tidak mampu mengubah apa yang akan terjadi -- end of time -- karena Paul telah melihat masa depan dan menyebabkan kematian Will.

Sedangkan Jack, yang tidak mengerti apapun soal paradoks waktu tetap ingin membalas dendam kematian adiknya dan kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan dunia.

Jack yang terpapar chronon particle dikarenakan kecelakaan eksperimen mesin Paul, mendapatkan kekuatan baru yakni time powers yang mampu memanipulasi waktu.

Kekuatan ini nantinya digunakan untuk menyelamatkan dunia dari bencana end of time dan ancaman dari Monarch Solutions, sebuah korporasi teknologi yang digawangi oleh Paul, dimana mereka juga berjuang membuat teknologi demi menyelamatkan diri dari bencana end of time.

Sebagai sebuah game IP baru, Quantum Break menyajikan sesuatu yang berbeda. Selain hadir dalam bentuk game, Quantum Break juga dikemas dalam bentuk live action TV series yang diarahkan dengan apik. Menariknya, beberapa adegan yang muncul di live action TV series ini dipengaruhi oleh keputusan gamer di dalam game, seperti misalnya item collectible.

Bila Anda tidak menemukan item tersebut, maka ada adegan yang terkesan miss di dalam live action. Beberapa pemeran/aktor yang beradu akting dalam game ini terlihat sangat total dalam menghayati perannya. Jack Joyce sendiri diperankan langsung oleh aktor X-Men, Shaun Ashmore.

Sementara Paul Serene diperankan oleh Aidan Gillen dari Game of Thrones. Meski total dalam menghayati peran, sayangnya secara keseluruhan terdapat beberapa karakter yang menurut kami agak dipaksakan untuk memiliki latar belakang cerita sendiri, sehingga terkesan tidak penting.

Alur cerita dibagi menjadi lima act/chapter dan empat junction. Selain mengendalikan Jack, Anda juga berkesempatan mengendalikan atau bermain sebagai Paul Serene di dalam rentetan empat juction itu.

Sayang, tidak seperti ketika mengendalikan Jack, tak banyak aksi yang bisa dilakukan ketika mengendalikan Paul.


The Power of Time

Quantum Break sekilas memang terlihat seperti kebanyakan genre game third person shooter kebanyakan. Namun, nyatanya game ini justru menyajikan gameplay yang baru dan unik. Maksud unik di sini karena sebagai developer ternama, Remedy dikenal memiliki kemampuan untuk bercerita (storytelling) yang luar biasa.

Remedy mampu memberikan sebuah perpaduan epik antara setiap collectibles atau quantum ripples ditemui dengan tayangan live action yang akan ditonton nantinya. Hal ini berlaku ketika bermain sebagai Jack.

Sedangkan sebagai Paul kita sering dihadapkan pada dilema menentukan di setiap akhir act/chapter. Sedikit saran, ada beragam narrative collectibles pada game ini yang perlu Anda temukan. Seperti yang sudah dijelaskan, elemen tersebut kurang lebih akan menentukan tayangan di live action yang tersaji ketika menyelesaikan act/chapter.


Terkesan sedikit merepotkan memang. Namun, tak perlu bersedih, toh jika sudah tamat Anda dapat mengulang act/chapter tersebut sembari mengintip walkthrough yang tersebar di dunia maya.

Cukup pembahasan mengenai storyline dan gameplay, kini kami akan masuk ke pembahasan kekuatan manipulasi waktu yang dimiliki Jack. Kekuatan manipulasi waktu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi game Quantum Break. Kekuatan unik yang dimiliki Jack ini nantinya akan menjadi salah satu senjata ampuh Anda dalam melawan pasukan Monarch Solutions.

Setidaknya ada lima kekuatan yang dimiliki oleh Jack yang bisa Anda gunakan untuk melewati level demi level. Sebut saja Time Vision untuk mendeteksi objek yang menarik di sekitar dan musuh, Time Blast yang mampu membekukan musuh kemudian memberondongnya dengan peluru, Time Shield yang berfungsi melindungi Jack dari serangan lawan, Time Dodge yang bisa bikin Jack berpindah secara cepat ke samping musuh, dan terakhir ada Time Rush yang berguna ketika melawan Bos.


Grafis Keren, Tapi...

Tak dipungkiri, sektor grafis menjadi elemen yang selalu ditagih oleh gamer di era current-gen console ini di samping jalan cerita yang menarik. Dan Quantum Break mampu mempresentasikan visual yang bisa dibilang memiliki faktor yang wah.

Grafis serta animasi mimik karakter yang tersaji sangat detil. Setiap level dipresentasikan berbeda-beda demi memanjakan mata, mulai dari Universitas Riverport, gedung Monarch Solutions, hingga efek time power yang keren. Semua kekuatan Jack yang disebutkan dipresentasikan dengan visual yang eye-catchy.

Sayang, visual yang eye-catchy itu tidak didukung oleh resolusi yang mumpuni. Sebagai konsol current-gen, Anda harus puas menerima kenyataan bahwa resolusi Quantum Break harus mentok di 720p. Terasa ada efek ghosting saat karakter utama bergerak maupun ketika berhadapan dengan kaca.

Resolusi 720p tadi terpaksa dilakukan lantaran Remedy sepertinya ingin mendapatkan frame rate yang stabil di angka 30 fps. Mendengar cerita gamer yang bermain di PC, dengan resolusi 1080p mereka kerap mengalami gangguan pada frame rate.


Kesimpulan

Jika Anda merupakan salah satu gamer yang mengutamakan faktor cerita ketimbang gameplay ataupun grafis, maka game ini sangat cocok untuk Anda mainkan. Namun, sebaliknya jika Anda memilih untuk mendewakan grafis sangat disayangkan ini mungkin akan sedikit mengecewakan.

Mekanisme covering pada game ini dirasa sangat kurang, bahkan cenderung mengganggu. Hal ini dikarenakan mekanisme covering sang karakter berjalan otomatis menuju objek untuk menghindari serangan musuh. Padahal, akan lebih apik jika Remedy menambahkan tombol covering layaknya game-game covered based shooter seperti The Division.

Quantum break sejatinya bisa diibaratkan sebuah makanan 'fine dining' dalam satu piring layaknya untuk disajikan kepada Gordon Ramsay seperti di acara Master Chef. Cerita yang solid dan emosional, visual yang mempesona, mekanisme gameplay seru dibalut puzzle dengan sejumlah kekuatan menghentikan waktu yang membuat detikINET kerap kali berucap: wow kereeen!

Tidak banyak studio game serta engine yang rela dan mampu memadukan begitu banyak teknik graphic prossesing dengan begitu banyak efek visual yang tersaji dalam satu game. Namun, kami akui Remedy bersama Northlight engine sukses melakukannya.

Live action dikemas sangat baik dengan suguhan bak TV series pada umumnya. Hal ini bahkan membuat kami rela mengulang game hingga dua kali hanya untuk menonton live action sembari mencoba mengulang keseruan act demi act ketimbang melihat episode dari junction yang berbeda di YouTube. (mag/mag)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed