Jumat, 22 Apr 2016 11:50 WIB

Review Game

The Division: Sebuah Penyegaran di Seri Tom Clancy

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: screenshot detikINET Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Game tembak-tembakan selalu punya ruang di hati gamer, baik itu first person shooter (FPS) maupun third person shooter (TPS). Di antara sekian banyak judul game shooter yang beredar, game buatan mendiang Thomas Leo Clancy Jr. alias Tom Clancy selalu menjadi game yang dinanti-nanti.

Sedikitnya sudah ada dua judul seri Tom Clancy yang melenggang di awal tahun 2016, yakni Tom Clancy's Rainbow Siege dan The Division. Untuk judul yang kedua, memang berbeda dari judul yang pertama. Selain dikemas lebih kasual, The Division mengincar segmen gamer non-hardcore atau bisa dibilang newbie dalam urusan tembak menembak.

Uniknya, selain mengusung genre tembak-tembakan, The Division juga dibalut dengan nuansa Role Playing Game (RPG). Jadi, Anda tidak hanya menembaki lawan, tapi juga harus berusaha mengasah kemampuan (skill) dan peralatan (gear) di karakter agar bisa menaklukan musuh-musuhnya.

Karenanya, jangan harap game ini akan sama seperti seri Tom Clancy terdahulu seperti, Ghost Recon maupun Rainbow Six. Di sini Anda harus bisa membangun karakternya untuk menyelesaikan cerita.

The Division bukan satu-satunya game yang memadukan tembak-tembakan dengan RPG. Sebelumnya sudah ada game seperti Fallout dan Mass Effect yang bisa dibilang mendulang sukses.

Namun, The Division menjadi seri pertama dalam lini game Tom Clancy yang memakai sistem RPG dan online secara bersamaan. Ya benar, game ini hanya bisa dimainkan dengan menggunakan koneksi internet.

Cukup kata pengantarnya, berikut pengalaman dan reaksi detikINET dalam menjajal The Division!


New York Pun Jatuh

Secara keseluruhan The Division memang tidak menitikberatkan pada konsep cerita. Meski demikian, konsep atau alur cerita yang tersaji cukup menghibur dan membuat penasaran. Bila diperhatikan, The Division mengambil setting di masa kini dengan nuansa sedikit lebih modern.

Lokasinya mengambil kota New York, Amerika Serikat menjelang Hari Raya Thanksgiving. Diceritakan ada sebuah virus mematikan yang disebar melalui lembaran uang dolar AS menjelang Black Friday tepat beberapa hari sebelum Thanksgiving. Akibatnya, virus menyebar dengan cepat dan menjangkiti sebagian besar warga kota berjuluk The Big Apple tersebut.

Sayangnya, virus yang dimaksud di sini bukan virus untuk mengubah manusia menjadi zombie. Ya, sayangnya tidak ada hal seperti itu. Padahal, akan sangat menarik jika zombie turut meramaikan perang ini.


Menanggapi situasi New York yang kacau balau. Pemerintah tidak tinggal diam. Sebuah angkatan bernama Joint Task Force (JTF) pun dibentuk, yang terdiri dari tim gabungan dari beberapa elemen pemerintah. Tak cuma JTF, tim Division, yang merupakan bagian dari Strategic Homeland Defense Agency pun ikut diturunkan untuk mengembalikan keadaan seperti sedia kala.

Sayangnya, rencana tersebut tidak berjalan mulus. Ternyata ada pasukan besar yang menguasai New York sehingga membuat JTF kelimpungan. Nah, tugas Anda sebagai player diterjunkan ke New York bersama player lainnya secara online untuk menginvestigasi apa yang sebenarnya terjadi dan merebut kembali New York dari tangan penjahat.

Rangkaian cerita di The Division dibentuk dari misi ke misi dan ragam collectible atau side mision yang tersaji. Karenanya, saking fokus dengan leveling dan hal RPG itu, kerap beberapa player melupakan alur cerita. Bahasa kasarnya adalah asal misi rampung dan level naik, tidak masalah.


Desain Kota Dinamis Berbalut Grafis Standar


Setting dalam The Division mengadaptasi konsep post apocalyptic. Karenanya, kota New York yang Anda lihat di sini bukan seperti kota New York yang glamor. Mobil berserakan di jalan, sampah yang bertebaran, hingga kaca-kaca gedung yang rusak jadi pemandangan sehari-hari yang bisa Anda temui di dalam permainan.

Kalau boleh menilai, Ubisoft terbilang sukses dalam mengeksekusi kota New York menjadi porak poranda. Dan bukan Ubisoft namanya jika tidak jeli dalam membuat kota atau dunia yang luas. Ya, ada unsur open-world dalam permainan ini.

Dunia yang cukup luas untuk bisa Anda jelajahi dan menariknya tidak perlu ada loading untuk bisa menjelajah. Loading hanya terjadi saat fast travel atau ketika Anda berpindah server karena bergabung dengan grup kawan. Di luar itu, Anda bebas masuk ke mana saja.

Tak hanya sebatas permukaan tanah, Anda juga bisa blusukan ke bawah tanah melalui gorong-gorong untuk menemukan berbagai macam hal. Gedung-gedung yang terpampang dan menjulang tinggi pun nyatanya bisa Anda masuki sebebas-bebasnya. Peta area terbagi menjadi dua zona, yakni zona aman dan dark zone.

Di zona aman atau apapun itu sebutannya, musuh utama Anda adalah AI (Artificial Intelligence) atau NPC yang kami anggap membosankan. Mengapa membosankan? Karena bentuknya yang itu-itu saja. Ubisoft kurang memberikan variasi terhadap musuh yang dihadapi.


Musuh yang muncul akan disesuaikan dengan kawasan dan level Anda. Akan ada kawasan dimana musuh muncul sangat cupu, namun adapula musuh yang menghadang cukup membuat Anda berlindung. Oh iya, kami lupa bahwa game ini juga mengusung genre cover and shoot.

Konsep cover and shoot yang hadir sangat dinamis. Anda bisa berlindung di mana pun. Begitupula dengan perpindahan dari satu tempat cover ke tempat cover lain yang bisa dilakukan secara otomatis hanya dengan menekan tombol X.

Kembali lagi ke zona. Di zona yang kedua, Dark Zone, musuh yang dihadapi bukan hanya NPC, tapi juga player lain. Lebih lanjut akan kami jelaskan di sesi berikut.


Permainan yang Panjang


Jangan melihat ini adalah permainan tembak-tembakan biasa, karena game ini nyatanya lebih kental nuansa RPG-nya ketimbang hanya menembak musuh sampai jatuh. Untuk bisa menumbangkan musuh dibutuhkan skill dan gear yang mumpuni. Maka dari itu, bermain game ini tidak hanya cukup satu atau dua hari.

Player bisa dan harus mengutak-atik seluruh peralatan yang dimiliki untuk bisa menjadi jawara The Division. Adapun perabotan yang bisa diutak atik sangat beragam, dari ujung kepala hingga ujung kaki, seperti kevlar, sarung tangan, penutup dengkul, tas backpack, hingga senjata utama, kedua, dan pistol.

Banyak cara mendapatkan peralatan, dari mulai membeli di toko hingga memungut di jalan setelah bertempur melawan musuh. Untungnya, Ubisoft tidak memuungut bayaran dari pemain untuk bisa belanja-belanja barang alias tidak ada sistem mikrotransaksi. Semua asupan bisa didapat asal Anda rajin grinding dan leveling.

Untuk urusan skill, tenang saja karena skill di sini bukan berbentuk pohon (skill tree). Skill bisa terbuka tergantung dari mana Anda ingin memulainya. Sedikitnya ada tiga skill utama yang dihadirkan, yakni medical, tech, dan security.


Masing-masing skill ini menentukan sebagai apa Anda ingin bermain. Apakah sebagai assault yang maju tak gentar bak Rambo, berpikir cerdas bak Tactician, atau sebagai support.

Setiap non playable character (NPC) yang jadi musuh player memiliki health bar dengan nilai tertentu. Health musuh akan berkurang dengan terkena tembakan dari player.

Besar kecilnya damage yang ditimbulkan tembakan tergantung dari senjata dan keahlian si player. Jadi, jangan harap satu tembakan ke kepala musuh akan membuatnya tumbang, tapi habiskan dulu health bar-nya. Pun begitu, serangan headshot cukup membuat berkurang armor atau bar health.


Peringatan! Anda Memasuki Dark Zone!

Bosan bermain di zona yang aman, Anda bisa memperluas perburuan ke Dark Zone. Namun, perlu diingat bahwa tingkat kesulitan di Dark Zone melebihi dari yang biasa. Musuh di sini di mulai dari level 30, level di mana saat artikel ini naik masih menjadi level teratas.

Selain level, di Dark Zone juga ada yang namanya sistem ranking. Ranking sejatinya tidak mempengaruhi stat player secara keseluruhan. Hanya sebatas syarat untuk membeli senjata yang pada akhirnya bisa meningkatkan damage Anda.

Lantas apa sih sebenarnya Dark Zone ini? Jika merunut kisah, Dark Zone ini sebuah area yang benar-benar di luar kontrol JTF dan The Division. Sehingga, agen-agen division yang masuk area ini bisa berkhianat atau dengan kata lain menjadi rogue.

Tetap waspada menjadi kunci sukses selamat di Dark Zone. Apabila Anda melihat ada player lain yang kebetulan papasan di Dark Zone, sedianya Anda harus waspada dan tetap menjaga pertahanan, karena bisa saja player tersebut jahil dan mencelakai Anda.


Tewas di zona aman mungkin bukan perkara serius. Tapi tewas di Dark Zone, cukup membuat repot. Pasalnya, barang yang berhasil Anda dapatkan dari drop-an musuh akan ikut jatuh. Begitupula dengan experience yang ikut berkurang. Inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa player gemar untuk menjadi rogue.

Ketika Anda menjadi rogue, otomatis Anda akan menjadi incaran player lain yang berada di Dark Zone. Sebab, membunuh Anda merupakan sebuah prestasi tersendiri dan akan diganjar reward berupa experience. Sebaliknya, sebagai seorang rogue tugas Anda adalah bertahan hingga waktu yang ditentukan habis.

Karenanya, jangan coba-coba memasuki area Dark Zone apabila gear atau senjata Anda belum cukup kuat. Kalaupun penasaran dan ingin masuk, coba dulu kawasan Dark Zone 1 sebelum lanjut ke Dark Zone 6.


Opini detikInet


Game ini jadi penyegaran dari seri-seri Tom Clancy sebelumnya. Ide yang cerdas menggabungkan elemen tembak-tembakan dengan RPG dibalut dengan cerita yang segar.

Sayangnya, banyak player yang akhirnya tidak peduli akan cerita dan malah berburu perlengkapan tingkat tinggi sambil menaikkan level pemain. Padahal cerita yang disuguhkan oleh The Division ini menarik untuk disimak.

Game ini bisa dimainkan secara single player dan multiplayer. Player bisa menyelesaikan jalan cerita game ini dengan bermain sendirian di tingkat kesulitan normal.

Akan tetapi untuk menyelesaikan misi di tingkat kesulitan hard (sulit) dan challenging (menantang), harus dilakukan dengan menggandeng player lain. Sebab dibutuhkan kerja sama yang solid antara sesama player untuk bisa menyelesaikan misi di tingkat kesulitan yang lebih sulit ini.

Dark Zone membeli elemen permainan tambahan yang cukup menghibur. Di sini para player bisa menguji skill masing-masing dengan cara membunuh satu sama lain.

Kalau Anda berani, coba masuk Dark Zone sendirian. Dijamin bakalan tegang sepanjang permainan, karena Anda tidak akan pernah tahu siapa yang mengintai di sekeliling area.

Secara total gameplay The Division cukup menghibur. Ubisoft sukses mengawinkan elemen shooting dan RPG menjadi permainan yang bisa dimainkan berjam-jam bersama teman maupun orang asing.

Grafis yang ditampilkan juga cukup detail meski sebenarnya berkurang drastis dari trailer yang diperkenalkan pada ajang E3 2013 silam. Untungnya, penurunan grafis bisa dilibas oleh gameplay dan cerita yang menghibur.

Ubisoft pun perlu mengupdate game ini secara berkala untuk bisa mempertahankan para player tidak cepat bosan. Karena seperti layaknya game online lainnya, game ini akan terasa seru ketika masih banyak orang yang memainkannya. (mag/fyk)

Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Mau Bikin Konten Viral? Ini Tipsnya

    Mau Bikin Konten Viral? Ini Tipsnya

    Sabtu, 19 Agu 2017 14:39 WIB
    Di era media sosial seperti saat ini, apapun bisa menjadi viral. Tapi bagaimana caranya agar konten yang kita buat sendiri bisa viral?