PlayStation VR: Cikal Bakal Perangkat Game Masa Depan

Hands-on

PlayStation VR: Cikal Bakal Perangkat Game Masa Depan

M. Alif Goenawan - detikInet
Senin, 16 Nov 2015 11:24 WIB
PlayStation VR. (alif/detikINET)
Jakarta - Jauh-jauh terbang dari Jepang, Sony Computer Entertainment tampil memukau di ajang GameStart 2015, Singapura. Raksasa game ini menonjolkan PlayStation VR sebagai andalan.

Perangkat yang sebelumnya bernama Project Morpheus ini merupakan headset virtual reality pertama Sony yang dirancang khusus untuk menyajikan pengalaman game berbeda dari sebelumnya. Mengacu dari Deputy President of Sony Computer Entertainment Japan Asia Hiroyuki Oda, GameStart 2015 menjadi gameshow pertama di Asia Tenggara yang kedatangan PlayStation VR.

Beruntung, detikINET bersama dengan sejumlah media dari Indonesia lainnya berkesempatan untuk menjajal secara langsung pengalaman impresif yang ditawarkan dari perangkat yang kini masih dalam tahap pengembangan itu.

Seperti apa pengalaman yang dirasakan? Simak hands-on berikut ini:

Headset

PlayStation VR memiliki wujud yang tak berbeda jauh dengan headset virtual reality lainnnya. Cara mengenakannya pun hampir sama, yakni dengan memasangkannya di kepala. Dari pengalaman detikINET, cara memasangkan PlayStation VR tidak terlalu ribet.

Anda bisa mengatur pengikat kepala sesuai dengan tingkat kenyamanan. Lalu bagaimana dengan pengguna yang mengenakan kacamata? Tidak seperti ketika menggunakan Oculus Rift. Anda tidak harus melepaskan kacamata terlebih dahulu ketika akan menggunakan PlayStation VR. Bahkan, perangkat ini mampu menampung kacamata dengan ukuran yang cukup besar sekalipun.

Ini tentu menjadi perhatian penting, mengingat pengguna kacamata kerap mengalami kesulitan ketika berinteraksi menggunakan perangkat headset virtual reality.

Dalam penampilannya di berbagai kesempatan, termasuk GameStart 2015, PlayStation VR selalu hadir dengan balutan warna putih-hitam. Entah apakah ketika rilis nanti Sony akan menghadirkan varian warna lain atau tidak.



Untuk bisa menampilkan virtual reality yang menyenangkan, tentu membutuhkan dapur pacu mumpuni. PLayStation VR memiliki spesifikasi berupa layar OLED 5,7 inch dengan resolusi 1920xRGBx1080, refresh rate 120 Hz, field of view 100 derajat, serta sensor accelerometer dan gyroscope. Sebagai tambahan, perangkat ini juga dilengkapi dengan port HDMI dan USB.

Dalam menjalankan game, PlayStation VR mengandalkan PlayStation 4 dan PlayStation Camera untuk beberapa judul game. Meski begitu, PlayStation VR memiliki sebuah kotak eksternal yang dinamakan PU (Processing Unit). Bekerja layaknya kartu grafis dan sound card, PU akan memproses semua 'pekerjaan berat', semisal memproduksi gambar yang memiliki latensi rendah hingga audio dalam bentuk 3D.

Pengalaman Game Luar Biasa



Cukup bicara mengenai hardware. Kini masuk pada pengalaman memainkan game. Di GameStart 2015, sedikitnya ada game yang diboyong oleh Sony ke pentas game tahunan Singapura itu, yakni Playroom VR, The London Heist, The Deep, Hatsune Miku, Summer Lessons, dan Kitchen. Semuanya tersaji secara apik di dalam booth PlayStation yang berdiri megah.

Sayang, karena jadwal yang cukup padat ditambah dengan banyaknya media yang juga ingin menjajal, detikINET hanya sempat menjajal tiga judul game, yakni Playroom VR, Hatsune Miku, dan Summer Lessons.

Game pertama yang dicicipi adalah Playroom VR. Sesuai dengan namanya, game ini merupakan lanjutan dari game PlayStation 4, Playroom. Hanya saja, game yang dikembangkan oleh Japan Studio ini tampil lebih memukau. Ya, hal ini karena teknologi virtual reality.

Nicholas Doucet, Casting and Voice Director Playroom VR mengatakan bahwa tujuan timnya menciptakan Playroom VR adalah sebagai game casual yang sifatnya sosial. "Di era seperti saat ini, jarang sekali game yang memilikis sifat sosial yang kuat. Rata-rata mengandalkan online. Dengan Playroom VR, Anda bisa memainkannya bersama dengan keluarga atau teman," ujar Doucet ketika media preview.

Sedikitnya ada tiga judul game yang bisa dimainkan di Playroom VR di ajang GameStart 2015, yakni Monster Escape, Cat N Mouse, dan Ghost House. Seperti yang dibilang tadi, karena ini merupakan game interaktif sosial, maka ketiga game ini bisa dimainkan hingga lima orang. Satu orang memakai PlayStation VR dan empat orang menggunakan kontroler Dual Shock 4.

Monster Escape bercerita tentang seekor monster laut menyerupai Godzilla yang menyerang sebuah kota. Bagi yang mengenakan PlayStation VR, Anda akan berperan sebagai sang monster dan melihat dari sudut pandang orang pertama. Tugasnya tentu adalah untuk mengacaukan kota. Sementara bagi pemegang kontroler, tugas Anda adalah kabur dan menyerang balik sang monster.

Sebagai monster, Anda tidak membutuhkan kontroler apa-apa kecuali menggerakkan kepala ke kanan dan kiri untuk menghancurkan gedung. Anda pun juga dituntut aktif menghindar dengan cara yang sama ketika diserang oleh lawan yang notabene adalah pemegang kontroler.



PlayStation VR dan PlayStation Camera secara otomatis akan membaca gerakan kepala Anda. Tak hanya gerakan, suara Anda juga akan tersambung dan terdengar di layar televisi. Berdasarkan pengalaman detikINET, baik pengguna PlayStation VR maupun pemain lain sama-sama merasakan asyiknya permainan.

Begitu pula dengan judul game Cat N Mouse. Terinspirasi dari serial kartun Tom & Jerry, Cat N Mouse menyajikan pengalaman bermain game bak permainan Petak Umpet. Pengguna PlayStation VR akan berperan sebagai sang kucing, sedangkan pemegang kontroler berperan sebagai tikus. Tugas Anda sebagai kucing adalah menangkap satu per satu tikus yang hendak mencuri keju.

Caranya sangat mudah. Anda yang berperan sebagai kucing cukup memaju mundurkan kepala apabila hendak mengagetkan lawan dan menangkapnya. Sementara tikus, harus berhati-hati bila hendak mengambil keju. Menang atau kalah dilihat apabila, tikus berhasil mengambil semua keju atau kucing berhasil menangkap para tikus.



Dari booth Playroom VR, detikINET beranjak ke booth Summer Lessons. Nah, ini dia sebenarnya yang paling ditunggu-tunggu. Sejak dirilis trailer pertamanya, game besutan Bandai Namco ini sangat bikin penasaran para kaum Adam. Lho?

Summer Lessons bercerita tentang seorang guru dan murid. Sepintas terdengar nyeleneh memang. Tapi pada kenyataannya game ini mampu mendatangkan pengalaman yang asyik dan mendebarkan bagi kaum Adam yang memainkannya. Bagaimana tidak, di Summer Lessons Anda akan berperan sebagai seorang guru les privat. Tugasnya jelas memberi pelajaran pada murid yang beruntungnya adalah murid wanita.

Ceritanya sang murid wanita dengan tubuh aduhai mengundang Anda ke rumahnya untuk mengajari bahasa Jepang. Cara bermainnya cukup mudah, yakni cukup dengan mengganggukkan kepada apabila memilih 'Yes' dan menggelengkan kepala apabila memilih 'No'.

Semuanya berjalan lancar dari awal. Sang murid memperkenalkan diri dan mencoba untuk berbicara bahasa Jepang. Sampai ketika di tengah-tengah ada adegan, dimana murid tersebut duduk sangat erat dengan Anda. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Anda sebagai pria normal?



Terakhir yang detikINET coba ketika berada di GameStart 2015 adalah game bertajuk Hatsune Miku. Sesuai judulnya, game ini lebih kepada fans service Hatsune Miku sendiri. Mungkin, bagi Anda penggemar berat karakter vocaloid berambut hijau, game Hatsune Miku bisa jadi pilihan yang tepat.

Dalam game ini Anda akan merasakan sensasi berada di tengah-tengah konser Hatsune Miku. Tak hanya membutuhkan PlayStation VR, game ini juga membutuhkan PlayStation Move yang bertindak sebagai lightstick. Jadi, sembari menonton Anda juga bisa menggoyang-goyangkan lightstick.

Opini detikINET

Bermain PlayStation VR sangat menyenangkan. Kesan atau perasaan motion sickness tidak begitu terasa sama sekali. Hal ini mungkin dari beberapa judul game yang detikINET coba tidak membutuhkan gerakan-gerakan cepat. Dan juga semua game yang tersedia memiliki durasi yang sangat singkat, yakni antara 5 sampai 10 menit. Karenanya, ketakutan akan mual dan pusing sirna seketika.

Gambar-gambar terlihat tajam. Anda bisa mengatur fokus dengan menekan tombol yang terletak di sisi bawah kanan headset. Meski begitu, tekstur game masih terasa kasar. Maklum saja, semua game bahkan perangkat masih dalam tahap pengembangan. Mungkin saja, nanti ketika rilis gambar akan terasa lebih smooth.

Berbeda dengan ketika menggunakan Oculus Rift, ketika mengenakan PlayStation VR masih terasa gap antara headset dengan jarak pandang mata. Hal ini karena karet yang melekat di sekitar kepala terasa mengganjal. Pengalaman ketika menjajal salah satu game, cahaya dari luar mampu menerobos masuk dari sela-sela headset. Sepertinya ini dikarenakan ketika memasangkan PlayStation VR, perangkat tidak benar-benar terpasang dengan erat.

Secara keseluruhan PlayStation VR mampu menyajikan pengalaman game yang baru dan berbeda dari produk Sony sebelumnya. Sayang hingga kini, pihak Sony enggan untuk mengungkap berapa kisaran harga yang ditawarkan untuk satu unit PlayStation VR. Semoga saja, harganya tidak membuat leher tercekik.

(ash/ash)