Cerita dimulai pada suatu kota di Afika bernama Kijuju, pemain yang berperan sebagai Chris Redfield sudah dinanti kedatangannya oleh Sheva Alomar sebagai salah satu petugasΒ Bioterrorism Security Assessment Alliance (BSAA) yang bertugas di Afrika.
Tugas utama sang jagoan adalah menguak para teroris yang diduga menggunakan senjata biologis untuk 'mengubah' kehidupan para masyarakat kota Kijuju. Dan untuk menuntaskan misinya, pemain akan selalu dibantu oleh Sheeva.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang hal tersebut bukan hanya sesumbar saja, RE5 versi PC mengadopsi beberapa teknologi yang dimiliki Nvidia. Semisal enggunaan PhysX dan Stereoscopic 3D, yang menjadi fitur andalan game ini.
Telat Hadir dengan Fitur Tambahan
Permainan tidak berbeda jauh dengan versi konsol, namun ada beberapa perubahan yang memudahkan navigasi melalui PC. Misalnya inventaris bersama Chris dan Sheva, pemain dapat dengan mudah mengakses apaun yang ada di dalamnya hanya dengan menekan angka 1 sampai 9 pada keyboard.
Berbeda dengan menggunakan gamepad yang akan sedikit memperlambat akses ke menu tersebut. Menggunakan mouse pun tergolong sangat membantu untuk menyelesaikan setiap misinya.
Game ini juga dirancang untuk mendukung Games for Windows Live, yang bakal memudahkan pemain untuk bermain bersama para gamer lain yang berada di dunia maya.
Perbedaan yang paling mencolok adalah dari sisi grafis. RE5 versi PC diklaim bakal optimal digunakan pada komputer yang berbasis Core i7, untuk membuktikannya detikINET coba memainkan game ini pada sistim berbasis Core i7 dengan kartu grafis Nvidia GTX 260.
Hasilnya? Grafis yang disajikan sangat mengagumkan, setiap zombie pada game ini terlihat begitu nyata dan menakutkan. Pada penggunaan resolusi tinggi, terlihat jelas kualitas grafis RE5 versi PC lebih baik ketimbang versi konsolnya.
Lalu apalagi perbedaanya? Selain masalah kosmetik, perbedaan lain juga terdapat pada konten game ini, pada versi PC pemain akan mendapatkan dua permainan ekstra ketika sudah menyelesaikan game ini. Hal ini tentunya tidak dijumpai pada versi konsolnya.
Sedikit Mendekati Sempurna
RE5 kami anggap meraih nilai baik pada segala hal. Mulai dari alur cerita yang menarik, grafis yang sangat menawan hingga tatanan suara yang dapat membuat jantung berdetak keras.
Namun hal paling disayangkan adalah sistem kendali dalam game ini. Pemain tidak akan leluasa melakukan pertarungan, pasalnya gerakan pemain akan terbatas ketika menggunakan senjata.
Pemain hanya bisa terpaku ketika menggunakan senjata api ataupun belati, padahal aksi memburu zombie bakal sangat menarik jika dapat dilakukan sambil bergerak. Apalagi, mayat hidup itu datang dari berbagai arah.
Sistim kendali pun mulai tambah menyebalkan ketika pemain sedang berlari, navigasi yang seharusnya mudah menggunakan mouse malah menjadi lebih rumit karena pemain tidak dapat melakukan manuver secara cepat.
Bosan dengan Keyborad dan mouse, detikINET beralih menggunakan gamepad. Hasilnya, malah makin menyebalkan. Sistim navigasi lebih jauh lebih sulit ketimbang menggunakan keyboard dan mouse.
Hal tersebut memang sangat disayangkan, mengingat RE5 sudah memiliki segala aspek yang diimpikan oleh para gamer. Meski, harus disadari, tak satupun game yang bakal tampak sempurna di mata gamer.
Kelebihan:
+ Grafis menawan
+ Alur cerita yang baik
+ Meneganggakan
Kekurangan:
- Sitim kendali yang menyebalkan
Dalam mereview game ini, detikINET menggunakan sistem berbasis Prosesor Intel Core i7 965, Intel DX580SO, Digital Alliance GTX 260, Corsair HX1000W, Corsair Dominator 6GB kit dan sistem operasi Windows 7. (eno/wsh)