Dengan slogan “Celebrating Games” gamescom 2009 telah mampu menarik 245.000 pengunjung dan 458 perusahaan dari 31 negara, sebuah perayaan dan pesta yang luar biasa.
Pameran yang sebelumnya bernama Games Convention (2002-2008) awalnya selalu diadakan di kota Leipzig Jerman. Walau games convention telah dikenal sebagai salah satu pameran permainan elektronik dan komputer terbesar di eropa, asosiasi perangkat lunak hiburan interaktif Jerman (Bundesverband Interaktive Unterhaltungssoftware - BIU) memutuskan untuk memberikan sebuah sensasi baru dan memilih kota Köln untuk menjadi tuan rumah pesta gamers terbesar tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permainan-permainan interaktif yang bertemakan musik, seperti Guitar Hero (Activision) dan Sing Star (Sony) menjadi favorit para pengunjung. Permainan interaktif lain yang memotivasi para pemain untuk bergerak lebih aktif juga menjadi trend tersendiri di ajang pameran kali ini.
Terlepas dari semaraknya gamescom, sebenarnya tidak terlalu banyak hal baru yang ditampilkan. Pengumuman Playstation slim (Sony) mungkin mejadi satu-satunya kejutan besar di pagelaran kali ini.
Para peserta pameran umumnya memilih memberikan sentuhan baru pada produk yang sebelumnya telah ada, Diablo III (Blizzard), Startcraft II (Blizzard), Pro Evoluation Soccer 10 (Konami), Grand Theft Auto IV (Rockstar Games), dan Assassin's Creed 2 (Ubisoft), Fable 3 (Microsoft) adalah beberapa di antaranya.
Namun demikian beberapa perusahaan tetap mencoba memperkenalkan beberapa produk yang benar-benar baru, Monster Hunter Tri (CapCom), Napoleon-Total War (Sega), dan Castlevania: Lords of Shadow (Konami) adalah beberapa di antara sedikit produk baru yang hadir di gamescom 2009.
Gamescom 2010 kembali akan digelar di Köln pada tanggal 18-22 Agustus 2010. Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi industri ini. Berbagai produk baru yang lebih baik dan revolusioner sangat mungkin bisa muncul dalam jangka waktu satu tahun ini, bahkan mungkin salah satunya merupakan produk asli Indonesia.
Eko Nugroho adalah staf pengajar di Universitas Padjadjaran Bandung yang saat ini sedang mengikuti program doktor di Universitas Bielefeld, Jerman.
(wsh/wsh)