Format BW untuk Membangun Foto yang Berselera

Tips Fotografi

Format BW untuk Membangun Foto yang Berselera

Ari Saputra - detikInet
Kamis, 18 Agu 2016 10:10 WIB
Foto: detikINET/Ari Saputra
Jakarta - Banyak cara dilakukan para fotografer untuk menjaga 'standar kualitas exposure' atau pencahayaan. Biasanya fotografer akan mengukurnya dengan light meter atau flash meter. Tool tersebut akan membantu menentukan ISO, speed dan diafragma yang dibutuhkan.

Selain itu, ada trik lain yang mudah yakni dengan mengubah ke format Hitam Putih (BW). Format ini bakal mengajak fotografer membaca subjek hanya dalam 3 unsur yakni hitam, putih serta gradasi antara keduanya. Dengan pilihan yang tidak banyak, mau tidak mau fotografer bakal lebih peka menyimak cahaya dan exposure dengan sistematis dan dramatik.

Kelebihan lain format hitam putih yaitu sangat sensitif terhadap tekstur — salah satu unsur utama fotografi. Perbedaan tekstur dan arah cahaya akan mempengaruhi pekat tidaknya sebuah bayangan dalam membangun karakter subjek. Fotografer pun diajak mengasah reflek membaca cahaya secara menarik.

Untuk mencapai itu tak ada salahnya untuk mencoba saat pemotretan yang terjadwal dan terkonsep. Anda dapat mencoba format BW terlebih dahulu seperti tes lighting sebelum pemotretan sesungguhnya. Cobalah hingga mendapatkan taste dan selera yang paling berselera.
Format hitam-putih (atas) membuat mata lebih fokus pada subjek dan cahaya (exposure). Tidak diganggu oleh elemen warna dan white balance. (Foto: Ari Saputra)

Untuk pemotretan spontan dan tidak cukup waktu bermain dalam format hitam putih bisa dilakukan pasca pemotretan. Yakni dengan mengubah ke dalam format BW di berbagai aplikasi software.

Hasil BW dapat menjadi penilaian, tolak ukur dan semacam 'quality control' meski nantinya tetap menawarkan foto berwarna kepada audiens. Koreksi kesalahan di komputer seperlunya untuk memperkuat Point of Interest atau penokohan dengan tepat. Yang terpenting hindari kesalahan serupa pada hunting foto berikutnya.
Kolase foto dengan format BW dengan kontras gelap-terang yang tinggi. (Foto-foto: Ari Saputra)

Dengan berpatokan pada format BW, kemungkinan mendapatkan pencahayaan dengan tepat bakal lebih maksimal. Tidak lain karena fotografer diajak melihat pergerakan exposure, cahaya, bayangan secara dinamis serta lebih atraktif.

Golnya tentu melatih taste dan cita rasa seni fotografer — sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh lightmeter atau flashmeter.
Kolase foto dengan format BW dengan kontras gelap-terang tidak terlalu kuat. (Foto-foto: Ari Saputra)
(Ari/ash)