Berburu 'Aura Magis' dari Keindahan Malam

Tips Fotografi

Berburu 'Aura Magis' dari Keindahan Malam

Penulis: Enche Tjin - detikInet
Jumat, 18 Des 2015 14:18 WIB
Gardens by the Bay. (enchetjin)
Jakarta - Foto di kala malam meskipun lebih menantang, tapi bisa menyenangkan daripada di pagi atau sore hari. Foto di malam hari memiliki berbagai keuntungan seperti lebih sepi, saturasi warna lebih tinggi, dan kekuatan cahaya tidak berubah-ubah.

Berhubung di bulan ini tema kontes FotoStop detikINET adalah tentang foto malam, maka saya bagikan beberapa tips untuk menghadapi tantangan foto keindahan malam.

1. Gunakan Tripod
Untuk hasil maksimal, gunakan tripod yang kokoh dan pastikan kamera terkunci dengan baik. Penggunaan tripod dimaksudkan supaya kita dapat menghasilkan foto yang tajam. Saat kamera di atas tripod, jangan lupa untuk mematikan stabilizer baik di lensa atau di kamera.

Jangan lupa juga set ISO ke nilai yang serendah mungkin seperti ISO 100 atau 200 (tergantung kamera masing-masing). Jangan lupa matikan fungsi Auto ISO.



Keterangan foto: ISO 100, f/6.3, 2 detik, 70mm.

2. Hindari Mode Auto
Hindari setting full otomatis karena kamera akan meningkatkan ISO secara otomatis dan mungkin akan menaikkan flash yang tidak dibutuhkan. Boleh menggunakan mode Aperture Priority (A/Av) saat kamera di atas tripod. Set bukaan sekitar f/8 sampai f/16 untuk ruang tajam yang luas.

3. Jika Tripod Ketinggalan
Jika kebetulan tidak memiliki tripod, gunakan ISO yang agak tinggi seperti ISO 1600-3200. Bukaan yang relatif besar seperti f/4 dan shutter speed yang relatif lambat, seperti 1/15 detik. Jika terlalu lambat, foto tidak akan tajam karena getaran kamera. Jika shutter speed 1/15 detik masih gelap, ISO perlu dinaikkan lagi.



Keterangan foto: ISO 3600, f/4 , 1/15 detik, 26mm (ekuivalen full frame).

4. Manual Fokus untuk Ketajaman Tertinggi
Sistem autofokus kamera yang biasanya cepat di kondisi cahaya terang, bisa jadi pelan atau gagal mengunci fokus saat digunakan di malam hari. Jika memungkinkan, gunakan manual fokus.

Cara yang paling bagus adalah mengunakan layar monitor/LCD dan di perbesar areanya sebelum manual fokus. Dengan manual fokus, ketajaman fokus terbaik bisa didapatkan.

5. Momen untuk Memotret
Waktu favorit saya untuk memotret pemandangan malam adalah tepat saat matahari baru tenggelam. Momen ini dinamakan twilight/blue hour, karena langit biasanya biru tua, bagus sekali untuk dikomplemen kan dengan lampu-lampu jalan, rumah dan gedung.



Keterangan foto: ISO 100, f/8, 6 detik, 70mm.

6. Cari Permukaan Air
Cari permukaan air di depan subjek utama, bisa kolam, sungai, atau genangan air. Tujuan utamanya untuk mendapatkan refleksi dari bangunan atau lampu-lampu malam hari yang berwarna-warni.

7. Lindungi Kamera
Di musim hujan seperti akhir dan awal tahun ini, sebaiknya mempersiapkan pelindung kamera minimal plastik kresek. Sebaiknya membawa tas yang memiliki raincover, dan lebih ideal lagi jika kamera dilindungi oleh raincover khusus kamera.

Lens hood (topi lensa) juga berguna dalam mencegah air menempel di permukaan lensa. Jangan lupa kain micro fiber untuk melap bagian depan lensa jika air sudah terakumulasi.



Keterangan foto: ISO 1600, f/4, 1/5 detik, 16mm.

Mudah-mudahan beberapa tips dan foto di atas bisa memberikan semangat untuk berkarya di malam hari. Dan jangan lupa, ikuti konten FotoStop detikINET dengan tema ‘Berburu Malam’ pada link berikut.


Mau konsultasi berbagai hal seputar fotografi? Kirim saja pertanyaan ke Klinik IT detikINET di link berikut. 
Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com
.


(ash/ash)