4 Langkah Memotret Rumah Biasa Agar Semewah Apartemen

Tips Fotografi

4 Langkah Memotret Rumah Biasa Agar Semewah Apartemen

Ari Saputra - detikInet
Senin, 10 Agu 2015 09:42 WIB
Jakarta -

Bagi sebagian orang, saat menerima leaflet, boklet atau brosur apartemen mewah membuat gregetan. Yakni antara mimpi memiliki hunian ideal yang berisi furniture serba luks dengan kenyataan hidup di rumah biasa. Bisa jadi tanpa perabot dari desainer terkenal dan hanya diperoleh dari toko home furnishing yang tersedia di pasaran.

Tetapi jangan minder dulu. Trik fotografi dapat membantu mewujudkan imajinasi hunian ideal tanpa harus belanja home decoration atau belanja perkakas rumah hingga puluhan juta rupiah.

Cukup dengan satu kamera tanpa peralatan lighting apapun, 'tipuan visual' tersebut bisa membuat rumah biasa tampil hommy dan membuat rindu untuk pulang. Bukan tidak mungkin bisa tampil semewah rumah idaman.

Bagaimana caranya?

Pertama yakni setting tempat atau spot rumah dengan apik. Kuncinya adalah ruangan mempunyai cahaya yang mencukupi. Cahaya tersebut bisa dari sinar matahari maupun lampu ruangan. Jika diperhatikan, rahasia foto-foto interior yang menggugah selera yakni mengambil spot dekat jendela/cahaya.

Kemudian setting properti dengan menarik. Kata kuncinya yakni tidak semua koleksi rumah ditampilkan. Misalkan memiliki koleksi buku yang banyak, tidak semua harus terlihat di kamera (on frame). Atau mempunyai puluhan cenderamata traveling, cukup sebagian yang ditampilkan. Kemudian dikombinasikan dengan home decoration yang lain. Lantas tatalah dalam komposisi yang cantik, dengan tema yang sesuai kepribadian pemilik rumah.

Pada contoh foto pertama (tenda Hiawatha) kubikal kayu sejatinya berisi tumpukan buku yang sangat berantakan. Namun disortir terlebih dahulu dan ditambahkan dengan koleksi merchandise yang sepadan. Tujuannya supaya gambar lebih rileks dan menampilkan nuansa ruangan dengan maksimal.
 

Menurut pemilik rumah, furniture di dalam foto Tenda Hiawatha tidak lebih dari Rp 4 juta yang menempati ruangan hanya 3x3 meter. Kubikal kayu putih juga dibuat sendiri dari kayu jati Belanda (peti kemas).

Kedua, peralatan yang paling tepat. Peralatan yang Anda punyai adalah alat paling masuk akal untuk pemotretan ini. Kecuali Anda memiliki budget untuk sewa atau membeli lensa / kamera pro terlebih dahulu.

Kemudian peralatan pendukung yakni tripod atau apapun yang bisa menopang kamera saat pemotretan. Gunanya untuk memastikan kamera tidak goyang dan stabil.

Ketiga, sesi pemotretan. Trik awal yang menjadi fokus adalah kemampuan lensa yang dimiliki. Lensa-lensa bersudut lebar sangat mendukung untuk memotret interior. Tetapi lensa yang terlampau lebar memungkinkan distorsi yang membuat garis tembok atau furniture bengkok/melengkung.

Beberapa fotografer interior profesional mengandalkan lensa Tilt Shift untuk menyiasati ruangan terbatas tanpa distorsi maksimal. Kendati begitu, ia mempunyai kelemahan bagi fotografer amatir: harganya mahal, pada kisaran Rp 20 jutaan.

 
Keterangan: Ruang tidur anak dengan cahaya melimpah membuat furniture kamar terlihat lebih menonjol. Foto-foto kecil di sebelah kanan merupakan foto sebelum menggunakan teknik HDR. (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Jalan komprominya yakni menggunakan lensa sedang antara 24mm, 28mm atau 35mm pada ukuran kamera full frame. Kelemahannya, lensa ini sulit menjangkau seluruh ruangan. Apalagi kalau ruangan terlampau sempit dan mentok tembok.

Solusinya mengubah foto landscape menjadi portrait. Bukan memotret dari kiri ke kanan melainkan dari atas ke bawah. Kelebihannya mampu merekam ruangan dalam frame yang lebih variatif dan membuat penasaran.

Kemudian jepret ruangan itu dalam 3 atau 5 kadar exposure yang berbeda. Dari over, setengah over, normal, setengah under dan under. Gunakan tripod untuk menghindari goyang pada frame yang sama. Geser satu centi saja, hasilnya akan buruk karena ke-5 frame tersebut akan disatukan di komputer.

Bila kamera yang digunakan memiliki fasilitas bracket, gunakan tombol bracket untuk membuat 5 foto sekaligus dalam satu jepret. Lihat manual book kamera apakah memungkinkan untuk bracketing dan cara pemakaiannya.

Ulang beberapakali jepret hingga menemukan komposisi yang tepat. Review dan beri pilihan alternatif untuk pengolahan di komputer.


Keterangan: Living Room 3x3 meter. Pendekatan fotografi yang tepat membuat ruangan lebih berkarakter meski keseluruhan furnitur di sini tidak lebih dari Rp 10 juta. (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Keempat, mengolah di sofware komputer. Banyak cara mengolah foto interior sesuai selera dan tingkat kesulitan. Yang paling populer karena tidak rumit namun masih memberi detil yang baik yakni teknik HDR (High Dynamic Range). Trik HDR ini bisa diperoleh di beberapa sofware terkini.

Semua foto dalam artikel ini menggunakan aplikasi photoshop CS5 untuk menggabungkan 5 frame foto menjadi satu satu frame terakhir. Caranya dengan membuka 5 file foto tersebut sekaligus di Photoshop.

Kemudian klik file-->automate-->Merge to HDR Pro. Kemudian akan muncul kotak pilihan source files. Klik add open files maka akan terbuka 5 frame foto yang telah disiapkan. Klik kelima-limanya dan klik OK.

Dengan hitungan detik, maka tampilan foto HDR sudah tersaji. Namun masih mempunyai beberapa pilihan untuk mengolah foto HDR sesuai selera dan cita rasa fotografer. Atur berbagai pilihan radius, stronge, exposure, detail, color atau curve sesuai kebutuhan. Tidak ada aturan baku, benar-benar sesuai kreativitas pemotret. Kemudian klik ok dan foto akhir HDR sudah tersaji sepenuhnya.

Pun begitu, masih ada sentuhan akhir yang diperlukan. Yakni menyesuaikan warna/saturasi ruangan maupun distorsi lensa. Untuk masalah pertama, bisa diotak-atik di adjustman --> color. Disitu bisa dibuat otomatis atau pilihan warna yang kustomisasi/sesuai selera.

Sementara untuk menghilangkan distorsi ruangan (efek lengkung) bisa menggunakan cropping dengan mencentang kolom Perpsective di kanan atas.

Dalam hitungan kurang dari 2 atau 3 jam, hasil akhir pun sudah siap disajikan. Bisa untuk koleksi pribadi maupun dishare ke publik via sosial media. Dapat juga diberi teks dan grafis pada aplikasi yang bisa diunduh gratis di Android maupun Apple Store. Jangan lupa beri hastag dan caption yang menarik.


Keterangan: Langkah-langkah membuat foto HDR yang dimanfaatkan untuk mengekpose ruangan (interior). (Foto: Ari Saputra/detikcom)

(Ari/ash)