Dapur mungil 2Γ2,5 meter terlihat berantakan. Ceceran minyak di dekat kompor bersisian dengan sutil, sendok-garpu, sabun dan tumpukan gerabah di cucian piring.
Β
Di bagian atasnya nampak barang pecah belah dan peralatan dapur, ceret, wajan penggorengan, cangkir dan segala macam alat masak-memasak.
Pemandangan ini bisa jadi hal yang jamak untuk rumah mungil seperti di Jakarta. Tetapi bagi fotografer, adalah sebuah tantangan untuk bisa menampilkan dengan cantik, bersih, dan mampu menggugah selera memasak. Bagaimana caranya?
Pertama, rapihkan dapur berantakan tersebut. Gunakan lap atau cairan pembersih untuk menghilangkan noda dan ceceran minyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada contoh foto di sini, terlihat letak lemari pendingin digeser 30an cm sehingga tidak masuk frame. Tujuannya supaya terlihat lapang dan clean.
Β
Begitu pula dengan perabot dan pajangan di kitchen set. Diganti dengan dekorasi yang lebih bersih dengan warna yang menarik. Bagian cucian piring dan tungku perapian ditata dengan apik.
Ketiga, siapkan kamera dengan lensa dengan kemampuan angle of view yang memadai dan sesuai kebutuhan. Lensa yang terlampau lebar bakal menimbulkan efek melengkung (distorsi). Sebaliknya kalau terlalu sempit membuat foto-foto terlampau close up.
Keempat, peralatan pendukung seperti tripod dan lampu. Tripod dibutuhkan untuk menstabilkan gambar dari kemungkinan goyang/shake. Sementara lampu digunakan untuk menerangi bagian-bagian yang gelap dan membuat bayangan pada tekstur yang diinginkan.
Pada contoh di sini tidak diperlukan tripod karena pemotretan menggunakan 2 lampu flash (strobis) sudah dianggap mencukupi untuk menekan speed pada 1/125 dengan f/8. Oh iya, teknik bouncing dilakukan lantaran langit-langit ruangan pendek dan sudut ruangan sangat mendukung untuk itu.
Kelima tinggal eksekusi. Yakni membuat gambar yang menarik dan bersih dengan tetap memperlihatkan tekstur masing-masing material dapur. Perhatikan angle memotret yang elegan dan tetap informatif.
Biasanya, kesulitan pemotretan dapur yakni material yang mengkilat seperti kaca, piring atau gelas. Hal itu bisa diakali dengan menggonta-ganti penempatan lampu sehingga menemukan sudut yang tidak memantul.
Setelah beberapa kali mencoba, nantinya akan menemukan pola lighting yang paling tepat meski tak ada rumus baku penempatan lampu terbaik. Sebab kondisi lapangan saat pemotretan tidaklah sama.
Keenam, setelah semua selesai tinggal dikoreksi di komputer. Kesalahan-kesalahan minor bisa dibetulkan dengan sofware seperti kontras atau saturasi.
Dengan trik di atas, dapur mungil pun layak unjuk gigi baik untuk keperluan pribadi atau sekedar mengasah kemampuan memotret. Bukan tidak mungkin, tips ini bisa diterapkan untuk pemotretan katalog rumah second yang hendak dijual guna menarik calon pembeli.