Bulan Agustus 2014 ini, kontes FotoStop detikINET mengambil tema 'Beautiful Decay'. Tema ini terbilang menantang, berikut beberapa tips trik untuk mendapatkan foto 'Beautiful Decay' yang menarik.
Beautiful Decay sendiri adalah bagaimana mengabadikan bangunan/benda tua menjadi sebuah karya seni fotografi yang mengesankan.
Namun, untuk membuat sebuah hasil foto jempolan dari bangunan/benda lama yang rongsok tak cuma membutuhkan kemampuan teknis fotografi mumpuni, namun juga terkait ide, komposisi dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Objek foto untuk tema ini cukup luas dan tidak sulit untuk ditemukan. Cara termudah adalah mengunjungi kota tua dimana Anda akan menemui berbagai gedung atau rumah tua yang mungkin sudah ditinggalkan oleh penduduknya. Bisa juga mengunjungi pabrik tua yang sudah tidak terpakai, atau kompleks candi kuno dan reruntuhan.
Sebenarnya, tidak perlu terbatas pada arsitektur dan interior saja. Benda juga bisa, misalnya perabotan tua, alat musik tua, perangkat elektronik, kamera dan lensa jadul, bangkai kendaraan seperti sepeda atau truk yang tinggal rangkanya saja, dan masih banyak lagi.
Komposisi
Dalam tema ini, yang penting diperhatikan dan ditonjolkan adalah tekstur. Banyak tempat-tempat tua dan rusak memiliki tekstur yang menarik, misalnya tekstur logam yang berkarat, lapisan tembok yang terkelupas, dedaunan dan ranting-ranting yang menutupi bangunan tua, candi, dan sebagainya.
Selanjutnya, perhatikan garis dan pola. Dalam memotret interior, perhatikan garis-garis yang dibuat oleh tiang-tiang, bingkai jendela.
Usahakan jangan sampai miring (kecuali sengaja untuk memberikan kesan tertentu). Bayangan juga membentuk garis dan pola, perhatikan dan gunakan untuk membuat foto terlihat menarik dan harmonis.
Saat memotret, jangan lupakan komposisi vertikal/portrait, seringkali, orientasi vertikal lebih cocok untuk tema foto ini, terutama untuk interior ruangan.
Lighting
Pencahayaan merupakan hal yang penting untuk kesuksesan dan dramatisasi foto. Usahakan memotret saat pagi atau sore hari dimana cahaya matahari masih rendah. Cahaya matahari saat itu membuat bayangan yang panjang. Bayangan tersebut membuat kesan yang dramatis dan membentuk dimensi foto.
Di dalam interior yang sangat gelap, tidak ada salahnya untuk menerangi bagian ruangan yang menarik untuk diisorot, bisa dengan senter atau flash. Hanya saja, hati-hati dalam mengunakan flash dari atas kamera biasanya kurang menarik karena penyebaran dan arah cahayanya dari depan ke seluruh ruangan.
Teknik Memotret
Untuk mendapatkan kualitas dan ketajaman tertinggi saat motret indoor, saya sangat menyarankan penggunaan tripod, terutama di kondisi cahaya yang gelap seperti interior atau sore dan malam hari.
Jika kamera telah berada di tripod, gunakan ISO 100 dan shutter speed yang lambat untuk mendapatkan foto yang terang. Untuk bukaannya bisa dipilih sekitar f/5.6-f/16, tergantung ruang tajamnya mau seberapa luas. Jika tidak mengunakan tripod, pastikan ISO cukup tinggi (800+) supaya gambar tidak gelap atau tidak tajam.
Tips Editing
Editing atau olah foto akan berperan untuk koreksi hasil foto dan bisa juga untuk meningkatkan mood, dan menonjolkan tekstur dan detail foto.
Pertimbangkan untuk mengolah foto menjadi hitam putih untuk memberikan kesan klasik, menurunkan saturasi juga dapat membuat suasana yang lebih nyata dan memberikan kesan yang lebih tua dan kusam.
Jika mengunakan Adobe Photoshop atau Lightroom untuk mengolah foto, meningkatkan kontras dan clarity menjadi senjata utama. Kontras tinggi membuat bagian yang gelap menjadi lebih hitam, yang terang menjadi putih. Kesan yang didapatkan lebih dramatis dan angker.
Sedangkan kontras rendah memberikan suasana yang ringan, terang, dan damai. Pertimbangkan juga menambahkan grain (bintik-bintik tekstur seperti film) dapat membuat kesan jadul dan memberikan ilusi tekstur.
Semoga sukses!
Β
Mau konsultasi berbagai hal seputar fotografi? Kirim saja pertanyaan ke Klinik IT detikINET di link berikut.
Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com
Β
(ash/ash)