Di era kamera digital yang sudah tidak mengunakan film, tapi sensor gambar digital, pakai filter UV atau tidak sebenarnya sudah tidak mempengaruhi hasil foto, sehingga pemakaian filter UV sudah tidak wajib.
Namun filter UV masih banyak digunakan oleh fotografer di era digital dengan alasan untuk melindungi bagian depan lensa dari goresan, jamur atau benturan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kemungkinan adanya lens flare akan lebih tinggi, terutama saat lensa menghadap ke sumber cahaya seperti saat memotret lampu-lampu kota di malam hari atau saat memotret matahari terbit dan terbenam.
Keterangan foto: Filter berkualitas buruk yang ditumpuk menjadi buram.
Sejak saat mengetahui dampak dari filter tersebut, saya jarang mengunakan filter UV. Satu-satunya waktu saya memasang filter UV adalah saat melindungi bagian depan lensa dari cipratan dan tetesan air seperti saat memotret di air terjun, di dalam gua, dan sebagainya.
Rekomendasi saya adalah mengunakan filter dengan coating (lapisan) yang tahan air, sehingga jika ada air yang mengenai filter, air tersebut akan menggumpal sehingga mudah dilap.
Untuk perlindungan lensa dari benturan, saya lebih mengandalkan lens hood, aksesoris yang dipasang di depan lensa dan bentuknya seperti cerobong.
Lens hood berulang kali menyelamatkan lensa saya dari benturan yang tidak disengaja. Selain melindungi lensa dari benturan, lens hood juga dapat membuat gambar menjadi lebih kontras karena menghambat cahaya yang direct/langsung masuk ke tepi lensa.
Keterangan foto: Lens Hood.
Lens hood sering saya ibaratkan seperti topi. Saat memakai topi di siang hari, pandangan mata kita lebih jelas dan tidak silau.
(ash/ash)