Jakarta -
Lensa-lensa kamera full frame sering dikeluhkan karena ukurannya besar, berat dan harganya juga tinggi. Lensa dari SG-image yang satu ini bertolak belakang dari biasanya. Panjang lensanya hanya 3,6 cm dan beratnya 163 gram, lebih ringan daripada sebagian besar ponsel ada yang di pasaran hari ini. Kendati demikian, casing lensa terbuat dari logam dan terkesan kokoh saat dipegang.
Saat ini, lensa SG-image 35mm f/2.2 tersedia untuk berbagai sistem kamera mirrorless: Sony E-mount, Nikon Z dan L-mount.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SG-image 35mm f/2.2 di kamera Panasonic Lumix S9. Foto: Enche Tjin |
Secara desain, lensa ini simple-minimalis. Hanya ada manual focus ring dan usb-port untuk firmware update. filter thread-nya berukuran 52mm dan punya lens hood. Baik lensa dan lens hoodnya terbuat dari logam, jadi kesannya lebih premium dan tahan lama. Cara pasangnya mudah yaitu sejajarkan dengan tanda yang ada, tekan dan putar sampai terkunci.
USB-Port. Foto: Enche Tjin |
Lens Hood. Foto: Enche Tjin |
Saat menggunakan lensa, memang lebih aman kalau lens hood-nya dipasang, tapi kalau ingin penampilan seminimalis mungkin, memasang filter saja juga cukup untuk melindungi bagian depan lensa. Jika ingin memasang filter dan lens hood, perlu filter yang ultra tipis. Filternya sendiri dijual terpisah. Tutup lensa yang disediakan ada dua, satu dari plastik, sistem jepit seperti biasanya, dan tutup satu lagi dengan lens hood terpasang.
Lensa pancake ini mencakupi bidang sensor kamera full frame, tapi ukurannya seperti lensa APS-C. Tentunya, lensa ini bisa juga dipasang dan digunakan di kamera dengan image sensor APS-C seperti Sony A6000 atau ZV-E10. SG-image juga membuat lensa ini untuk sistem micro four thirds. Saat dipasang di kamera bersensor APS-C, lensa ini menjadi ekuivalen sekitar 52.5mm, lebih sempit/tele daripada saat dipasang di kamera full frame.
Jarak fokal 35mm di kamera full frame termasuk jarak fokal lensa serbaguna, cukup lebar untuk bercerita, dan kalau ingin menonjolkan subjek, bisa mendekat dan pakai bukaan f/2.2 latar belakang yang gak fokus menjadi blur (bokeh). Sebagian besar fotografer baik hobi atau kerja kalau cuma boleh pilih satu jarak fokal lensa saja, biasanya memilih 35mm.
f/2.2. Foto: Enche Tjin |
f/4. Foto: Enche Tjin |
Foto: Enche Tjin |
Foto: Enche Tjin |
Soal kualitas gambarnya, saat memotret di setting bukaan f/2.2, ketajamannya bukan tingkat lensa profesional, tapi secara umum cukup tajam di bagian tengah dengan bokeh yang halus. Saat kita pakai bukaan kecil, seperti f/4-f/8 untuk foto pemandangan atau street photography, hasilnya tentunya sangat tajam dari tengah sampai ujung foto.
Foto: Enche Tjin |
Crop dari foto di atas. Foto: Enche Tjin |
Foto: Enche Tjin |
Bentuk bokehnya alami, dan mulus, kalau diperbesar di beberapa bola bokehnya ada sedikit tekstur dan outline. Yang agak spesial di bagian tepi foto, bentuk bokehnya tetap relatif bundar, sedangkan lensa-lensa bukaan besar lainnya sebagian besar bokehnya berbentuk persegi atau lemon.
Foto: Enche Tjin |
Foto: Enche Tjin |
Crop dari foto di atas. Foto: Enche Tjin |
Sistem autofokusnya berfungsi normal saat dipasang di kamera Lumix S9, semua fungsi-fungsinya jalan, termasuk deteksi wajah dan mata. Kinerjanya bukan yang tercepat tapi untuk foto portrait, atau subjek yang cenderung bergerak pelan gak masalah.
Untuk kebutuhan syuting video juga bisa, ada sedikit suara atau getaran di internal lensa, tapi sangat senyap, tidak terlalu terdengar kecuali kita menempelkan telinga ke lensanya, namun untuk tracking subjek bergerak agak lambat dan terkadang hunting (fokus bergerak maju-mundur).
Jarak fokus minimum lensa ini 35cm, juga bukan yang terdekat untuk lensa 35mm, sehingga tidak cocok untuk foto close-up/makro. Dibandingkan dengan lensa 35mm yang lain, jarak fokus minimum 35 cm termasuk ditengah-tengah, karena ada lensa 35mm yang jarak fokus minimumnya lebih jauh seperti 40cm bahkan 70cm, ada juga yang 20-an cm.
Foto: Enche Tjin |
Kalau teman-teman punya kamera mirrorless full frame yang compact atau yang desainnya retro seperti Lumix S9, Sony A7C, Nikon Zf, lensa ini sepadan dengan desain kameranya. Lensa ini bisa juga digunakan di kamera mirrorless yang agak besar, seperti Leica SL, Sony A7, jika Anda menginginkan setup yang ringkas. Lensa ini tidak cocok bagi fotografer yang menginginkan lensa yang sempurna dari segi ketajaman, atau yang menginginkan bokeh yang sangat blur.
Foto: Enche Tjin |
Merancang lensa se-compact ini pastinya perlu ada kompromi, tapi SG-image ini mengambil kompromi yang terukur dan hal-hal penting seperti kualitas gambar, bokeh dan build quality-nya tetap terjaga dengan baik dan menyenangkan untuk digunakan sehari-hari.
(rns/rns)