Minggu, 14 Jul 2019 19:52 WIB

Lensa Zeiss Otus 55mm Unggulkan Kualitas Foto

Enche Tjin, - detikInet
Ilustrasi Lensa DSLR. (Foto: GettyImages) Ilustrasi Lensa DSLR. (Foto: GettyImages)
Jakarta - Zeiss Otus 55mm f/1.4 adalah lensa DSLR yang dirancang untuk menghasilkan foto dengan kualitas yang sangat baik. Lensa ini tergabung dengan keluarga lensa Otus, yang dalam bahasa latin artinya burung hantu.

Seperti sifat burung hantu yang bermata besar dan mampu melihat dalam kegelapan malam, lensa-lensa Otus memiliki bukaan lensa maksimum yang tergolong besar, yaitu f/1.4 sehingga tidak sulit untuk memotret di kondisi gelap.

 Review Zeiss Otus 55mm. Review Zeiss Otus 55mm. (Foto: Dok. Enche Tjin)


Otus 55mm cukup besar dan berat, yaitu panjang 12.5 cm, dengan filter diameter 77mm dan beratnya 940gram. Meskipun demikian, ukuran ini bisa dianggap biasa untuk fotografer profesional.

 Review Zeiss Otus 55mm. Review Zeiss Otus 55mm. (Foto: Dok. Enche Tjin)


Lensa ini dikembangkan sekitar 2010 awal, sebelum Otus, lensa-lensa standar 50mm-an biasanya memiliki ukuran yang relatif kecil dan ringan, tapi karena tren kamera yang resolusi gambarnya makin besar seperti 24, 36, 40MP dan mungkin lebih di masa depan, maka diperlukan lensa yang kualitasnya lebih tinggi untuk me-resolve detail.

Saat dipasang di kamera yang beresolusi tinggi, Zeiss mengklaim bahwa hasil foto yang dihasilkan dengan lensa ini dapat bersaing dengan hasil dari kamera medium format.

ISO 100, f/1.4, 1/200.ISO 100, f/1.4, 1/200. (Foto: Dok. Enche Tjin)

crop foto diatas.crop foto diatas. (Foto: Dok. Enche Tjin)

ISO 100, f/1.4, 1/200.ISO 100, f/1.4, 1/200. (Foto: Dok. Enche Tjin)

crop foto diatas.crop foto diatas. (Foto: Dok. Enche Tjin)


Ada dua versi mount yang disediakan untuk dipilih yaitu Nikon ZF.2 mount dengan Canon EF mount. Untuk versi Nikon, terdapat aperture ring di lensa sehingga pengguna dapat mengubah bukaan lensa langsung di lensa dengan memutarnya. Sedangkan yang Canon tidak ada, jadi bukaan lensa diatur di kamera.

Keuntungan yang versi Nikon adalah pengguna bisa mengadaptasikan lensa ke berbagai kamera DSLR atau mirrorless dengan mengunakan adaptor yang simple tanpa pin kontak. Tapi yang untuk Canon harus mengunakan adaptor yang memiliki pin kontak untuk berkomunikasi dengan body kamera.

Kelemahan versi Nikon jika dipasang ke kamera mirrorless dengan adaptor yang simple, file foto yang ditangkap tidak akan memiliki EXIF data yang berisi informasi bukaan lensa yang digunakan. Sedangkan yang versi Canon, EXIF data akan terekam.

Zeiss Otus ini adalah lensa manual fokus, untuk mengoperasikannya relatif lebih mudah daripada lensa manual fokus pada umumnya karena indikator jarak fokus sangat jelas, focus throw-nya juga sangat panjang, dari 50 cm sampai tak terhingga (infinity) sehingga manual fokus yang akurat bisa didapatkan.

Lensa ini cocok untuk berbagai jenis fotografi, tapi menurut pengalaman saya, sangat bagus untuk foto-foto yang alami seperti foto bunga, tanaman dan karena jarak fokalnya standar dan bukaannya besar, cocok juga untuk foto portrait manusia.

ISO 100, 1/160, f/1.4.ISO 100, 1/160, f/1.4. Foto: Dok. Enche Tjin

Foto: Dok. Enche Tjin

ISO 200, 1/500, f/1.4, led .ISO 200, 1/500, f/1.4, led . Foto: Dok. Enche Tjin

ISO 50, 1/60, f/5.6, flash.ISO 50, 1/60, f/5.6, flash. Foto: Dok. Enche Tjin


Saya mendapati ketajamannya sangat bagus, meski memotret subjek yang disinari dari belakang (backlight). Hasil fotonya tetap tajam, kontras, dan tidak ada chromatic abberation/color fringing. Saya juga telah mencoba untuk foto portrait dan hasilnya bagus dari segi ketajaman, warna dan bokeh.

Meskipun sebagian besar hasil fotonya saya suka, tapi ada kondisi dimana hasilnya tidak begitu menggembirakan, misalnya saat saya memotret dengan latar belakang cahaya buatan seperti lampu, bokeh (bulatan) di hasil foto, isinya tidak begitu mulus seperti irisan bawang, mungkin karena elemen aspherical yang sering digunakan di di lensa-lensa modern.

Saya juga menemukan ada sedikit vinyet di bagian ujung foto, tapi dengan mudah dapat dikoreksi dengan mengaplikasikan lens profile Zeiss Otus 55mm di software editing/post processing.

Vinyet tanpa koreksi lens profile.Vinyet tanpa koreksi lens profile. Foto: Dok. Enche Tjin

Telah dikoreksi.Telah dikoreksi. Foto: Dok. Enche Tjin


Kesimpulannya, lensa Zeiss Otus 55mm f/1.4 ini sangat cocok untuk yang mencari lensa yang mampu menghasilkan kualitas foto yang sangat baik, terutama untuk subjek alam dan manusia. Karena lensa ini adalah lensa DSLR, maka fotografer akan mudah mengadaptasikan lensa ini ke kamera DSLR maupun ke kamera mirrorless di masa kini dan masa depan dengan adaptor yang tepat.

Kelebihan dan kekurangan Zeiss Otus 55mm f/1.4 di mata saya

+ Konstruksi lensa dari logam yang sangat baik
+Kualitas foto sangat tajam dan detail di setiap setting bukaan
+ Mengatasi pencahayaan yang sangat kontras dengan baik
+ Kualitas "bokeh" sangat mulus, memberikan kesan tiga dimensi
+ Tulisan marka jarak fokus, bukaan dan lain lain diukir dan diisi cat kuning, besar dan jelas.
+ Memakai filter 77mm (filter yang cukup umum)
+ Lens hood dari bahan logam
+ Bentuk lensa yang melengkung ergonominya pas dengan bentuk tangan, enak digenggam
+ Mengakomodir kamera beresolusi tinggi (36MP atau bahkan lebih)
- Relatif besar dan berat untuk lensa fix
- Pola irisan bawang di bokeh pada kondisi tertentu
- Sedikit vinyet (dibukaan terbesar)

Spesifikasi Lensa Zeiss Otus 55mm f/1.4

Berat : Mount Nikon: 970 gram, Mount Canon: 1030 gram
Dimensi : Mount Nikon: 141mm x 92.5mm x. Mount Canon : 144mm x 92.5mm
Jarak fokus terdekat: 0.5 meter
Filter: 77mm
Bilah diafragma : 9 bilah
Rasio perbesaran : 0.15x / 1:6.8
Rentang bukaan : f/1.4 - f/16

Simak Video "Selamat Tinggal Followers Palsu Instagram!"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/jsn)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed