Minggu, 31 Mar 2019 07:45 WIB

Review

Lensa Canon EF-M 11-22mm, Ringkas dan Praktis di Lapangan

Enche Tjin, - detikInet
Lensa Canon EF-M 11-22mm. (Foto: istimewa) Lensa Canon EF-M 11-22mm. (Foto: istimewa)
Jakarta - Lensa ultra lebar adalah salah satu lensa penting untuk beberapa jenis fotografi, khususnya travel, landscape dan arsitektur. Mengapa? karena mampu menangkap sudut yang sangat lebar, dan membuat pemandangan menjadi lebih dramatis.

Lensa Canon EF-M 11-2mmMLensa Canon EF-M 11-2mm. (Foto: Dok. Enche Tjin)


Dewasa ini lensa ultra lebar juga banyak digunakan untuk aktivitas merekam video, untuk mendokumentasikan perjalanan, atau untuk vlogging.

Sudutnya yang lebar mampu untuk menangkap pemandangan luas, dan biasanya kalau rekam video 4K, sebagian besar kamera akan mengambil gambar di bagian tengahnya saja (crop 1.6x), kalau pakai lensa lebar ini masih terasa lebarnya. Kalau pakai lensa 15mm ke atas akan terasa terlalu sempit, terutama untuk self vlogging.

Canon EF-M 11-22mm f/4-5.6 IS STM adalah salah satu lensa yang lebar untuk sistem kamera mirrorless Canon EOS M (format APS-C), yang memberikan sudut pandang ekuivalen 18-35mm di kamera full frame.


Lensa ini memiliki beberapa fitur yang sangat membantu, seperti motor fokus STM yang nyaris tidak bersuara dan mulus, dan yang penting adalah stabilizer (IS) yang membantu menstabilkan gambar saat memotret dan merekam video.

Dibandingkan dengan lensa ultra wide dari sistem kamera DSLR, Canon EF-M 11-22mm jauh lebih ringkas dan saat tidak dipakai collapsible menjadi pendek.

Desain ini ada plus minusnya, meski dalam penyimpanan lebih ringkas, kita jadi bisa pakai tas yang berukuran kecil, tapi saat ingin menggunakannya perlu satu langkah lagi yaitu harus menekan dan memutar tuas di bagian samping badan lensa dulu baru siap untuk memotret.

Curug Lawe, Jawa Tengah, ISO 100, f/5.6, 1/4 detik, tanpa tripod.Curug Lawe, Jawa Tengah, ISO 100, f/5.6, 1/4 detik, tanpa tripod. (Foto: Dok. Enche Tjin)


Saya berkesempatan menguji lensa ini dalam perjalanan ke Semarang untuk memotret berbagai tempat wisata disana. Lokasi pertama adalah di air terjun Lawe.

Disini aliran air dan angin cukup deras sehingga kamera dan lensanya agak basah, lensa dan kamera Canon M100 ini tidak tahan air, jadi saya harus cekatan menyeka air yang membasahi lensa, tapi untungnya tidak masalah dalam memotret.


Image stabilization dalam lensa sangat membantu saya dalam memotret tanpa tripod. Secara teori, di fokal lensa 11 mm, lensa ini bisa mengkompensasikan getaran tangan kita sampai shutter speed 1/2.25 detik (didapat dari (11 x 1.6) dibagi 8).

Dalam praktiknya saya menemukan foto-foto di shutter speed 1/4 sebagian besar tajam, dan 1/2 sebagian besar cukup tajam tapi tidak sempurna. 1/4 detik pada dasarnya cukup untuk membuat efek mulus di air terjun, tidak semulus jika menggunakan 2-30 detik tentunya, tapi cukup memberikan kesan gerakan dan tetap memiliki tekstur aliran air.

Curug Lawe, Jawa Tengah, ISO 100, f/5.0, 1/4 detik, 11mm, tanpa tripod.Curug Lawe, Jawa Tengah, ISO 100, f/5.0, 1/4 detik, 11mm, tanpa tripod. (Foto: Dok. Enche Tjin)


Canon 11-22mm juga diuji untuk memotret arsitektur seperti Mesjid Agung Jawa tengah dan Lawang Sewu. Untuk Mesjid, saya mendapati lensa ini sedikit kurang lebar sedikit dibandingkan dengan lensa ultra wide DSLR seperti 10-18mm tapi distorsi cukup terkendali dan hasilnya tajam.

Mesjid Agung Jawa Tengah, Semarang, ISO 100, f/8, 2 detik, 11mm.Mesjid Agung Jawa Tengah, Semarang, ISO 100, f/8, 2 detik, 11mm. (Foto: Dok. Enche Tjin)

Lawang Sewu, Semarang, ISO 100, f/8, 1/100 detik, 12mm.Lawang Sewu, Semarang, ISO 100, f/8, 1/100 detik, 12mm. (Foto: Dok. Enche Tjin)


Saya juga sempat mencoba lensa ini untuk street photography di pasar Cirebon, dengan lensa selebar ini, saya perlu memotret dari jarak yang cukup dekat. Karena ukuran kamera dan lensanya kecil, maka orang-orang cenderung mengabaikan saya.

 Canon EOS M100, Canon EF-M 11-22mm, 22mm, f/5.6, 1/100. Canon EOS M100, Canon EF-M 11-22mm, 22mm, f/5.6, 1/100. (Foto: Dok. Enche Tjin)



Kesimpulan

Canon EF-M 11-22mm dirancang supaya ringkas dan praktis di lapangan. Dengan membatasi fokal lensa ke 11-18mm dan bukaan ke f/4.5-5.6, Canon berhasil membuat lensa yang sangat ringkas, berkualitas dan harga yang tidak mahal (Rp 5 jutaan) relatif jika dibandingkan dengan lensa mirrorless sekelas lainnya.

Dalam pengujian, image stabilization bekerja dengan baik sesuai yang tertera di spesifikasi dan membantu sekali untuk memotret landscape di kondisi cahaya yang kurang baik tanpa tripod. Pada intinya, lensa ini sangat cocok bagi traveler yang mencari lensa yang ringan tapi mampu menghasilkan gambar yang bagus.


Kelebihan Canon 11-22mm
  • Ketajaman di sebagian besar bidang foto sangat tinggi
  • Fitur lengkap
  • Ringkas dan ringan
  • Bisa memotret dari jarak yang cukup dekat (15mm)
  • Image stabilization 3 stop bekerja dengan baik
  • Dynamic stabilization untuk video.

Kelemahan Canon 11-22mm
  • Bukaan maksimum sedang (f/4.5-5.6)
  • Tidak selebar lensa DSLR (10-18mm)
  • Lens Hood dijual terpisah

Spesifikasi Canon 11-22mm
  • Diafragma 7 bilah
  • Filter : 55mm
  • Berat: 220 gram
  • Perbesaran: 1:33
  • Jarak minimum fokus: 15 cm
  • min aperture: f/22-f/32
  • dimension: 60.9 x 58.2mm


*) Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta. Temui Enche di Google+ dan Instagram: enchetjin. (jsn/jsn)