Senin, 07 Sep 2015 13:28 WIB

Review Produk

Canon 5DS R: Unjuk Gigi dengan Resolusi Tertinggi

Penulis: Enche Tjin - detikInet
Halaman 1 dari 2
Canon 5DS R. Canon 5DS R.
Jakarta -

Seri kamera DSLR Canon 5D pertama kali diumumkan tahun 2005, dimana saat itu merupakan kamera DSLR dengan sensor full frame yang bentuknya relatif ringkas dibandingkan seri 1D, harganya juga cukup terjangkau.

Canon EOS 5D sangat sukses di pasar dan banyak digemari fotografer pro maupun penghobi, penerusnya 5D mk 2 juga populer dan salah satu kamera DSLR pertama yang dapat merekam video HD, dan kemudian 5D mk III terkenal sebagai kamera dengan fitur yang sangat seimbang untuk berbagai jenis fotografi.



Sementara Canon 5DS R adalah seri terbaru yang lebih menekankan ke resolusi tinggi. 5DS ini memiliki resolusi foto 50 MP dan tersedia dalam dua tipe, 5DS dan 5DS R. Perbedaan utamanya adalah hasil foto 5DS R akan sedikit lebih tajam karena memiliki filter yang membatalkan (self canceling) efek filter anti alias di depan sensor gambar. Tapi ada risikonya, yaitu saat memotret tekstur atau pola yang sangat rapat dan teratur seperti bahan kain, dapat memunculkan pola moire. Canon 5DS R pun dijual dengan harga lebih tinggi.

Ukuran file Canon 5DS R cukup besar. Foto jenis RAW kira-kira sebesar 40-45 MB, sedangkan yang JPG ukuran besar/large kira-kira sekitar 20 MB. Ukuran file sangat tergantung pada isi foto.



Pilihan besar dan kualitas foto. Yang paling besar L = 50 MP, M1 = 38 MP, M2 = 22 MP, S1 = 12 MP, S2 = 2.5 MP dan S3 = 0.3 MP.

Dalam review kali ini, saya berkesempatan menguji kamera Canon 5DS R. Dari fisiknya, saya mendapatkan bodi yang terbuat dari magnesium alloy ini terkesan kokoh dan tata letak tombolnya sangat mirip dengan kamera 5D dan 7D.

Kamera ini cukup berat, yaitu 930 gram, tapi desain ergonominya bagus, jadi saat memegang atau mengunakannya, saya tidak merasa terganggu dengan berat kameranya. Bagi fotografer yang pernah menggunakan kamera DSLR Canon profesional akan merasa familiar dan nyaman menggenggamnya.

Baterai yang digunakan sama seperti 5D mk II dan 5D mk III yaitu LP-E6. Mungkin karena dual processor DIGIC 6 dan data file 50.6 MP yang cukup besar, sehingga baterai lebih cepat terkuras. Meski demikian, satu kali full charge masih bisa untuk sekitar 400-500 foto.

Meski fisik kamera sangat baik, sayangnya, layar LCD tidak bisa diputar untuk memudahkan komposisi saat foto/video, juga tidak ada layar touchscreen seperti yang dimiliki kamera Canon pemula 760D atau 70D.

Andalan kamera Canon 5DS R adalah sensor full frame yang memiliki resolusi 50,6 megapixel. Spesifikasi ini menjadikannya kamera DSLR yang memiliki resolusi tertinggi saat ini, melampaui dan menyamai beberapa kamera medium format di pasaran.

Untuk mengoptimalkan kamera ini, dibutuhkan disiplin yang tinggi dalam handling kamera, karena gambar lebih rentan blur karena sedikit getaran saja. Tapi jika digunakan dengan hati-hati dan teknik yang baik, kualitas foto yang dihasilkan sangat detail dan tajam. Maka itu, Canon 5DS R cocok untuk fotografer yang membutuhkan gambar dengan detail dan ketajaman yang sangat tinggi, sering cetak ukuran besar (panjang 60 cm atau lebih).

Kualitas gambar dari Canon 5DS R sangat baik dan tajam saat kondisi ideal, misalnya dengan lighting di studio dan juga dengan lensa yang kualitasnya baik. Dari percobaan yang saya lakukan, ternyata tidak semua lensa bagus untuk 5DS R, lensa seperti 16-35mm f/2.8 L II USM, tidak begitu tajam terutama di bagian ujung/tepi.

Lensa Canon EF 40mm f/2.8 STM yang harganya cukup terjangkau malah cukup baik dan merata ketajamannya, meski di ujung-ujung fotonya agak gelap (vinyet) dan harus dikoreksi secara software. Saat mengunakan lensa Canon EF 100mm f/2.8 L IS USM di studio untuk portrait, kualitas 5D S sangat baik dalam merekam setiap detail foto.








Crop bagian ujung foto masih tajam saat menggunakan lensa 40mm.


Crop bagian tengah foto.






Crop bagian tengah terlihat tajam, tapi crop bagian ujung tidak tajam.

Meskipun resolusi gambar yang sangat tinggi, kualitas gambar di ISO tinggi tidak mengecewakan. Saya cukup puas dengan hasil gambar di ISO 100-800, ISO 1600 dan 3200 masih cukup bagus untuk cetak ukuran kecil.

Meskipun noise yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan Canon 5D mk III, tapi jika ukuran foto dikecilkan dari 50.6MP ke 22 MP, maka kualitas foto tidak jauh berbeda. Dynamic range kamera ini masih kurang lebih sama dengan kamera pendahulunya. Cukup baik, tapi tidak sebaik kamera pesaingnya.

Fotografer landscape harus lebih teliti dalam mengunakan filter GND atau mengunakan teknik HDR untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Jika tidak bagian yang gelap/shadow atau bagian yang terang (highlight) sulit diselamatkan detailnya.


Dengan ISO 3200


Dengan ISO 4000 dan cahaya lilin saja


Crop dari foto di atas.

Kinerja kamera dan operasi saya rasakan cepat baik kinerja autofokus, foto berturut-turut dan pengoperasian secara umum. Saat menggunakan layar LCD untuk komposisi foto (live view) autofokus tidak secepat kamera Canon lainnya seperti Canon 70D yang memiliki teknologi dual pixel AF. Tergantung lensa dan cahaya lingkungan, kadang saya harus menunggu 0,5-1 detik untuk kamera mengunci fokus.


Banyak pilihan kustomisasi untuk autofokus seperti kamera Canon 5D mk III dan 7D mk II.

Ada beberapa fitur baru dari Canon 5DS R dibandingkan dengan Canon 5D Mk III, yaitu di menu mirror lock-up, ada pilihan delay untuk mengurangi getaran akibat hentakan cermin saat memotret, juga ada pilihan konfigurasi minimum shutter speed di menu Auto ISO.





(ash/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed