Duel Kamera Mirrorless Fujifilm vs Sony

Duel Kamera Mirrorless Fujifilm vs Sony

- detikInet
Kamis, 17 Jul 2014 13:12 WIB
Fuji XTi dengan lensa fix 23mm f/1.4 (Ist.)
Jakarta -

Berbicara soal kamera mirrorless, saat ini yang lagi tren yaitu kamera mirrorless Sony dan Fujifilm. Perbedaan utama kedua sistem adalah desainnya.

Kamera Fuji mengadopsi desain kamera analog/film dan rangefinder, dimana banyak kendali kamera berwujud roda (dial), tuas dan tombol. Sedangkan Sony lebih modern dan lebih seperti kamera DSLR tapi bentuknya lebih compact dan ringan.

Soal kendali taktis, Fuji punya roda/dial untuk mengatur ISO, dan shutter speed yang berada di atas kamera, dan aperture diatur dengan memutar aperture ring di lensa, persis seperti kamera film/analog. Bagi yang sering mengunakan mode manual tentunya dial ini akan sangat membantu dan merasa enjoy dalam mengoperasikan kamera ini.

Fuji memiliki koleksi lensa yang lebih banyak daripada lensa Sony E untuk mirrorless, tapi belum komplit. Sebagian besar harganya berkisar antara Rp 6-12 jutaan.

Salah satu yang sering saya dengar dari teman pengguna Fuji adalah proses foto JPG-nya Fuji terlihat lebih alami dan lebih memberikan kesan nostalgia film. Mungkin karena pengalaman Fuji yang sudah berpuluh-puluh tahun di era film.

Di lain pihak, desain kamera Sony terlihat lebih modern dan lebih mirip kamera DSLR. Mengubah setting exposure seperti shutter speed dan aperture mengunakan roda dial seperti kamera DSLR.

Di beberapa tipe kamera menengah-canggih seperti A6000 dan A7, banyak tombol yang bisa dikustomisasi sesuai keinginan dan kebiasaan pengguna.

Untuk merekam video, reputasi Sony lebih baik daripada Fuji, ini tercermin dari beberapa kameranya yang memiliki banyak fitur untuk videografer, terutama Sony A7s yang dapat merekam video 4K dengan external recorder, dan fitur-fitur kamera yang membantu memaksimalkan perekaman video baik di kondisi yang sangat gelap pun.

Ada beberapa lensa Sony yang dioptimalkan untuk video, seperti Sony 18-105mm f/4 OSS PZ, 18-200mm PZ dan 16-50mm OSS PZ.

Fuji sampai saat ini hanya memiliki satu format, yaitu format APS-C dengan sensor garapan sendiri yaitu X-Trans yang memberikan hasil yang sedikit lebih tajam dari kamera bersensor serupa.

Sedangkan Sony punya dua format: format full frame dan APS-C. Keduanya memiliki mounting lensa yang sama yaitu E-mount jadi setiap lensa Sony E dan FE bisa dipasang di kamera Sony berformat full frame dan APS-C.

Format full frame Sony, yang bisa didapati di kamera seri Sony A7, memberikan keunggulan kualitas gambar di kondisi cahaya yang gelap, juga memberikan sudut pandang yang lebih luas saat memasang lensa dengan jarak fokus yang sama dibandingkan sensor berukuran APS-C.

Soal kecepatan autofokus, kedua sistem sudah cukup cepat untuk autofokus satu subjek, sangat cepat , untuk subjek bergerak cepat, ada kamera Sony yang lebih unggul dari kamera-kamera Fuji yaitu Sony A6000.



Sony A6000, kamera Sony dengan autofokus yang sangat cepat di outdoor dan harganya relatif terjangkau.

Untuk subjek tidak bergerak, kamera Fuji dan Sony sama-sama baiknya. Tentunya kinerja autofokus setiap kamera dari merek Fuji dan Sony berbeda-beda.

Yang kamera generasi baru sangat cepat meski di kondisi gelap seperti Sony A7s yang masih bisa fokus saat kamera diarahkan ke daerah yang gelap di malam hari (-4 EV), sedangkan generasi-generasi pertama atau kamera kelas pemulanya agak lambat, terutama di kondisi cahaya yang gelap. Kinerja autofokus juga sangat tergantung dari jenis lensa yang digunakan dan kondisi lingkungan.

Soal harga kamera dan lensa itu relatif, karena tidak ada yang dirancang benar-benar sama, maka tidak bisa dibandingkan secara langsung. Beberapa lensa Sony E saat ini relatif murah yaitu di bawah Rp 5 juta seperti 30mm f/3.5 macro, 50mm f/1.8 OSS, 35mm f/1.8 OSS.

Di lain sisi, banyak juga lensa premiumnya Sony yang berlabel Zeiss/G (gold) seperti Sony Zeiss E 16-70mm f/4 OSS, Sony Zeiss FE 55mm f/1.8, Sony FE 70-200mm f/4 OSS G, dan sebagainya. Lensa-lensa premium berkualitas tinggi ini biasanya di atas Rp 10 jutaan.

Di kubu Fuji, banyak terdapat lensa fix berbukaan besar yang menarik dari lebar sampai short telefoto, contohnya 14mm f/2.8 (21mm), 18mm f/2 (27mm), 23mm f/1.4, 35mm f/1.4, 56mm f/1.2. Di masa depan Fuji berjanji membuat lensa zoom lebar dan telefoto berbukaan besar yang sangat menarik bagi penggemar fotografi.

Bagi saya, Sony membuat kamera yang lebih menarik dengan harga yang relatif terjangkau. Sebaliknya, Fujifilm membuat lensa-lensa yang lebih menarik dan komplit. Coba kalau kualitas kedua sistem ini digabung, pasti akan lebih bagus lagi.

 

Mau konsultasi berbagai hal seputar fotografi? Kirim saja pertanyaan ke Klinik IT detikINET di link berikut.

Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com

(ash/ash)