Fujifilm X-M1, Kamera Mirrorless X-Series Ramah Kantong

Fujifilm X-M1, Kamera Mirrorless X-Series Ramah Kantong

- detikInet
Rabu, 04 Des 2013 10:33 WIB
Fujifilm X-M1
Jakarta - Filosofi desain yang diusung kamera ini masih sama dengan saudaranya di keluarga X-series, yakni sebuah kamera digital dengan bodi retro. Bedanya dengan kamera mirrorless seharga belasan juta rupiah seperti X-Pro1 atau X-E1 adalah, piranti berikut menyasar kalangan yang lebih luas.

Luas dalam arti tak hanya fotografer profesional saja yang disasar, melainkan juga kalangan newbie. Ya, kamera ini memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan kamera mewah lain di keluarga X-series. Ya, selain ramah dalam hal pengoperasian, X-M1 juga lebih ramah kantong.

Mudah ditebak, karena dibanderol lebih murah, ada penyesuaian di sana-sini, termasuk di tombol-tombol pengaturan yang dibenamkan, ataupun fitur-fitur di dalamnya. Namun apakah kualitas yang dihasilkan turut dikorbankan?

Pertama menilik dari sisi desain. Bobotnya tak seberapa, dibandingkan dua kamera pro X-Pro1, X-E1 atau bahkan kamera kompak premium X100s. Kamera ini memiliki bobot hanya 330 gram. Begitu ringkasnya kamera ini sehingga semua pengaturan bisa dilakukan hanya dengan satu tangan.

Kamera mirrorless Fujifilm X-M1 memang diklaim sebagai mirrorless Fujifilm yang paling enteng. Bagi sebagian pengguna mungkin masalah bobot ini menjadikan kamera kurang mantab digenggam. Tapi, keuntungannya adalah, X-M1 tidak membebani pengguna yang ingin menentengnya ke mana-mana karena cukup ringan.

Di bagian atas bodi terdapat built in flash yang bisa diaktifkan hanya dengan menekan tombol flash di sampingnya. Terdapat hot shoe, kemudian tombol on/off, tombol untuk mengatur kompensasi pencahayaan, tombol Fn untuk mengaktifkan Wifi, dan tombol dial P/S/A/M.

Lantas ada LCD seluas 3 inci di belakangnya. Di sampingnya terdapat tombol-tombol standar seperti yang ada di kamera compact. Ada juga tombol Q untuk akses cepat ke pengaturan kamera lebih lanjut serta tombol khusus untuk perekaman video.
 


Dapat dilihat, kamera yang dimaksud tidak memiliki viewfinder, sehingga pengguna (terpaksa) hanya bisa melakukan framing atau preview di layar LCD 3 inchnya yang memiliki resolusi 920.000 titik.

Namun asyiknya, LCD ini mengusung model yang bisa ditekuk (tiltable). Apa untungnya? Anda bisa merasakannya saat akan memotret dengan low angle atau high angle. Akan tetapi layarnya belum mendukung teknologi layar sentuh.
 


Beranjak ke fitur yang diusung oleh model X-M1 ini. Kamera berikut diperkaya dengan fitur 'Super Intelligent Flash'. Di sini Anda bisa mengatur tingkat pencahayaan yang dihasilkan oleh flash, sesuai dengan kondisi pemotretan.

Pengaksesan Flash ini bisa diakses dari menu, kemudian ke bagian shooting menu dan pilih flash compensation. Dan kamera ini juga sudah dilengkapi dengan WiFi.

Namun, keberadaan WiFi hanya untuk proses transfer foto saja, alias bukan untuk kontrol kamera dari smartphone atau tablet. Jika pengguna ingin menggunakannya, pastikan dulu untuk mendownload aplikasi Fujifilm Camera App.

Mengusung sensor yang sama seperti yang ada di X-Pro1, X-M1 memakai sensor CMOS APS-C X-Trans 16MP dan sebagai otaknya adalah EXR Processor II.
 

 
"Kita memakai ukuran APS-C dan kita tidak lagi memakai low pass filter, tujuannya adalah mendapatkan sensitivitas dan resolusi," ujar Ade Yogaswara, Product Spesialist Fujifilm Indonesia, saat merilis kamera ini di Jakarta beberapa waktu lalu.

Alhasil, dengan ketiadaan filter low pass, hasil fotonya lebih tajam. Di sini detikINET memakai lensa zoom 16-50mm untuk menjajal kebolehan X-M1.

Lensa ini sayangnya tidak memiliki cincin aperture. Namun karena keringkasan dan bobotnya yang ringan, ia terasa pas dipasangkan dengan X-M1. Dengan bantuan OIS (image stabilization) built-innya, pengguna akan cukup terbantu untuk mencegah foto blur saat terjadi getaran.

Tidak mengejutkan bahwa foto yang dihasilkan kamera ini memuaskan hampir di segala kondisi. Meski memiliki flash, selama pengetesan kamera, flash sangat jarang dipakai. Kamera masih mampu menghasilkan detail yang baik di kondisi low light sekalipun.

Kecepatan auto focusnya tidak bermasalah saat dipakai di kondisi cukup cahaya namun agak menurun dalam kondisi low light, sehingga Anda harus bersabar jika tengah memotret dalam kondisi sangat gelap.

Berbicara mengenai AF, Fujifilm juga memberikan pilihan Focus Peaking Highlight yang juga bisa dijumpai di beberapa kamera seri X. Di sini, kamera akan menghighlight bagian-bagian kontras yang tinggi. Penentuan fokus dengan mode ini terasa cukup akurat, namun jika Anda tidak menyukainya, tinggal pakai saja mode standar.

Keseimbangan warna yang dihasilkan kamera ini cukup memuaskan, auto white balancenya bekerja dengan sempurna dan X trans sensor yang dimiliki Fujifilm sanggup meredam noise yang muncul di pemakaian ISO tinggi.

 Berikut beberapa contoh hasil jepretan X-M1:



( f/10, ISO 200, 1/800 detik)
 

(f/9, ISO 500, 1/1200 detik)



(f/3.5, ISO 800, 1/50 detik)





(f/7.1, ISO 1000, 1/15 detik)

X-M1 memakai baterai yang sama dengan X-Pro1 dan X-E1 di mana ketahanannya diklaim mampu hingga 350 shot (tanpa preview). Kamera ini dengan lensa kit 16-50mm f/3.5-5.6 sekarang bisa didapat dengan harga sekitar Rp 8,8 juta.

Bagi yang menginginkan kamera dengan kualitas yang baik dan pengoperasian yang mudah, serta tidak mempermasalahkan absennya viewfinder, X-M1 layak untuk dicoba.

Berikut spesifikasi kuncinya:

- Sensor CMOS X-Trans APS-C 16,3MP
- Prosesor II EXR
- Continuous shooting 5,6 fps
- LCD tiltable 3 inci 920.000 titik
- ISO200-6400 dan maksimal 25600
- Video full HD pada 30fps
- Built-in WiFi
- Tersedia dalam 3 pilihan warna: hitam, perak, coklat.


(sha/rou)