Dunia Fotografi Tak Akan Sama Lagi Setelah Corona?

Dunia Fotografi Tak Akan Sama Lagi Setelah Corona?

Enche Tjin, - detikInet
Selasa, 07 Apr 2020 06:31 WIB
Ilustrasi kamera fotografer
Dunia Fotografi Tak Akan Sama Lagi Setelah Corona? (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Sepertinya kamu semua telah mengetahui tentang virus COVID-19, virus yang menyebar hampir ke-200 negara tanpa diskriminasi, bahkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Italia, Perancis juga terdampak, tidak terkecuali negara tercinta kita Indonesia.

Virus ini sangat berbahaya karena penularannya yang sangat cepat bahkan oleh orang-orang yang tidak mengalami gejala. Dan justru karena tidak mematikan, maka virus dengan mudah menyebar sebelum orang tersebut merasakan gejala atau sakit parah.

Karena mobilitas orang-orang sangat tinggi, penyebaran virus ini sangat luas dibandingkan dengan virus flu pendahulunya (SARS CoV, MERS, H1N1 dll).

Dampak wabah yang langsung berkaitan dengan industri fotografi antara lain dibatalkannya banyak acara dan pameran fotografi internasional, diantaranya CP+ di Jepang, Photokina di Jerman, dan NAB di Amerika Serikat.

Dampak ekonomi bagi fotografer

Setiap wabah atau bencana pasti berlalu, tapi kali ini dampaknya akan panjang. Katakanlah jika wabah ini mereda akhir Mei, tapi mungkin bulan Juli 2020 baru kegiatan ekonomi masyarakat baru akan mulai normal kembali, tapi ekonomi sudah terlanjur ambruk. Perusahaan baik besar dan kecil akan mulai memecat pegawai, atau yang masih bertahan mengurangi gaji karyawannya.

Bagi yang bekerja di industri kreatif seperti fotografer profesional, baik sebagai pegawai atau sebagai pengusaha akan kehilangan pekerjaannya karena dalam situasi pembatasan sosial seperti ini.

Acara-acara sosial yang perlu jasa dokumentasi akan jauh berkurang. Fotografer pre-wedding/wedding juga menderita karena harus membatalkan sesi photoshoot di luar kota atau luar negeri karena sebagian besar lokasi populer seperti Bali, Jepang, Singapura, Jepang ditutup untuk orang luar. Pekerjaan fotografi komersial juga akan berkurang karena budget perusahaan berkurang dan anggaran yang dianggap tidak penting akan dipangkas.

Industri fotografi produsen gear seperti kamera, lensa, aksesoris juga akan terdampak. Produksi kamera dan pengembangan gear tahun ini akan melambat karena gangguan supply chain untuk mendapatkan komponen-komponennya. Kamera dan lensa baru yang diumumkan awal tahun akan tertunda.

Setelah stok lama yang di diskon habis, harga kamera dan lensa baru akan makin mahal karena nilai tukar Rupiah yang melemah dibanding USD plus biaya produksi dan distribusi kamera akan meningkat. Harapan saya, tidak ada perusahaan kamera yang gulung tikar di kondisi yang sulit ini.

Setelah wabah mereda, kebijakan seperti social distancing akan terus dilakukan. Mungkin sedikit lebih longgar tapi akan terus berlangsung selama belum ada obat atau vaksin yang bisa menghentikan virus ini. Perjalanan antar kota atau luar negeri juga akan dibatasi atau menjadi kurang nyaman.

Maka itu, kegiatan traveling akan jauh berkurang dan menyebabkan penurunan kebutuhan untuk membeli gear baru. Hal ini berdampak besar untuk produsen kamera dan juga toko-toko kamera karena sebagian besar orang membeli kamera sebelum liburan untuk mendokumentasikan perjalanan mereka.

Wabah ini sangat membatasi pengembangan ekonomi, tahun ini menurut Menkeu, kemungkinan terburuk ekonomi akan mengalami kontraksi -0.4%. di 2020 dan mungkin di akhir 2021 baru akan mulai membaik menyerupai sebelum wabah.

Bagaimana melewati masa #dirumahaja?

Sepertinya sebagai penggemar fotografi atau profesional, tentunya kita harus menyikapinya waktu luang yang tiba-tiba banyak karena pekerjaan kita berkurang dan tidak bisa memotret dengan leluasa di luar ruangan seperti biasanya.

Tentunya pada masa-masa ini kita sebaiknya tidak menganggap seperti liburan, tapi lebih baik dilakukan untuk mempersiapkan sesuatu apabila wabah berlanjut dan ekonomi tidak membaik.

Salah satu cara memanfaatkan waktu yang berlebih yaitu untuk belajar dan bereksperimen hal-hal baru, baik teknik fotografi di dalam ruangan maupun editing. Belajar videografi juga sesuatu yang menarik karena kamera digital masa kini sebagian besar bisa merekam video. Mungkin mencoba memulai merekam dan mengedit video bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu.

Selain itu, memeriksa gear yang kita punya, mungkin ada yang kotor yang perlu dibersihkan. Mungkin ada yang tidak pernah dipakai lagi bisa kita jual atau berikan kepada yang membutuhkan.

Di sisi baiknya, waktu yang kita punya jadi lebih banyak. Sebelum wabah waktu kita banyak habis di jalan, selalu bepergian di jalan. Waktu ekstra yang berlebih ini mungkin bisa dimanfaatkan untuk lebih banyak belajar, berpikir dan melewatkan waktu berkualitas dengan keluarga.



Simak Video "Update Positif Covid-19 RI Per 9 Agustus: 125.396 Positif, 80.952 Sembuh"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)