Sensor yang dipakai di kamera compact ini berformat APS-C, sama seperti X70. Begitu juga dengan lensa fix yang dipakainya, yaitu lensa 18,5mm yang setara dengan 28mm di format full frame.
Resolusi sensor XF10 adalah 24 megapixel, dan bisa dipakai merekam video 4K dengan frame rate maksimal 15 fps. Di bagian belakang juga ada layar sentuh untuk navigasi kamera, namun kini Fujifilm juga menambahkan sebuah joystik untuk mengatur titik fokusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bobot XF10 pun lebih ringan ketimbang X70 yang beratnya mencapai 340 gram, yaitu turun menjadi 280 gram. Namun perusahaan asal Jepang itu juga harus mengurangi sejumlah fiturnya, seperti D-pad yang fungsinya digantikan oleh layar sentuh.
Dari sisi software, Fujifilm juga membenamkan 'square mode' yang membuat pengguna bisa mengubah format foto yang dijepret menjadi rasio 1:1 hanya dengan menekan satu tombol, yaitu format rasio yang dipakai di Instagram. Ada juga Bluetooth Low Energy yang mendukung pengiriman foto otomatis ke ponsel.
Foto: Dok. Fujifilm |
Dengan berbagai fitur yang ada, sepertinya XF10 ditujukan untuk mengisi pasar kamera compact premium, di mana konsumennya mencari kamera untuk sekadar menggantikan kamera ponselnya.
XF10 akan dipasarkan mulai Agustus mendatang dengan harga USD 499,95, dan tersedia dalam dua pilihan warna, yaitu hitam dan champagne gold, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (20/7/2018). (asj/asj)
Foto: Dok. Fujifilm