Sejak dibuka pada Agustus 2013, tempat yang diklaim sebagai museum kamera pertama di Asia Tenggara ini menempati salah satu bangunan tua berlantai dua di kawasan George Town Heritage Walks, Penang.
Meski tempatnya terlihat tidak terlalu luas, koleksinya terbilang lengkap. Total ada 1.000 koleksi, yang terdiri dari kamera dan aksesoris komponen kamera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: detikINET/Rachmatunnisa |
Dia mempersilakan detikINET menjajal beberapa kamera yang masih berfungsi. Lucunya, menjajal kamera-kamera jadul ini memang cukup membuat kikuk, sekaligus terkesan.
Kikuk karena tidak tahu cara menggunakannya. Namun kemudian terkesan setelah mengetahui cara kerjanya melalui penjelasan si pemandu. Disini, ada juga beberapa jenis kamera berumur 100 tahun!
Si pemandu juga menjelaskan beberapa kamera yang cara penggunaannya unik, yakni menggunakan cermin yang menangkap objek secara terbalik. Selain itu, ada juga mesin untuk teknik pewarnaan foto secara manual.
Hampir semua jenis dan merek kamera ada di sini. Kebanyakan memang merek Jepang. Ada Leica, Canon, Fujifilm, Kodak, generasi pertama Polaroid, Nikon, sampai Yashica.
Yang tak kalah menarik adalah kamera yang digunakan intelijen Perang Dingin dan Perang Dunia II saat melakukan tugas mata-mata, yakni kamera Minox buatan Jerman.
Kamera mata-mata jadi populer pada akhir 1960-an, terutama ketika untuk pertama kalinya tampil dalam salah satu film James Bond. Jadi, kamera mata-mata memang salah satu gadget sungguhan yang dimiliki James Bond. Setidaknya di museum ini, kita bisa tahu wujudnya dari dekat.
Foto: detikINET/Rachmatunnisa |
Selain kamera klasik dari berbagai zaman, dipamerkan pula sejumlah proyektor berukuran besar untuk produksi film. Penjelajahan pun berakhir di sebuah ruangan gelap untuk mempelajari cara mencetak foto dari negatif film.
Nah, jika sedang berada di Penang, Malaysia, terutama kawasan George Town, tidak ada salahnya mengintip koleksi museum ini. (rns/rou)
Foto: detikINET/Rachmatunnisa
Foto: detikINET/Rachmatunnisa