Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Mirrorless Masa Depan Industri Fotografi

Mirrorless Masa Depan Industri Fotografi


Anggoro Suryo Jati - detikInet

Masatsugu Naito, Presdir Fujifilm Indonesia (Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati)
Jakarta - Fujifilm sebagai salah satu pemain besar di industri kamera yakin kalau masa depan industri fotografi ada di kamera mirrorless.

Adalah Masatsugu Naito, Presiden Direktur Fujifilm Indonesia yang menyatakan hal tersebut, selepas meluncurkan sejumlah kamera anyar Fujifilm di Jakarta, Rabu (24/2/2016). Menurutnya, Fuji akan terus memperkuat lini produk mirrorlessnya, karena di situlah masa depan industri fotografi.

Fujifilm mengklaim bahwa selama tahun 2015, produknya mempunyai pangsa pasar 30%, berada tepat di bawah Sony dengan proporsi 35%. Data tersebut, menurut pria asal Jepang ini didapat dari lembaga riset GfK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu hanya di kelas mirrorless ya," pungkas Naito, yang belum lama menempati posisinya sebagai Presdir tersebut. Kamera mirrorless, lanjut Naito, mempunyai banyak keunggulan dibanding DSLR. Yaitu ukuran yang lebih kecil, bobot lebih ringan, namun tetap mempunyai kualitas gambar yang sekelas DSLR.

Secara global, penjualan kamera DSLR saat ini juga menurun pertumbuhannya. Berbanding terbalik dengan pertumbuhan penjualan kamera mirrorless.

Fujifilm sendiri sebenarnya sempat mempunyai produk kamera DSLR, yaitu dari beberapa model dari seri Finepix S. Model terakhir dari seri kamera tersebut adalah S5 Pro, yang diluncurkan pada 2006 dan dihentikan produksinya pada tahun 2009.

Setelah itu barulah Fuji beralih ke seri X, tepatnya saat mereka meluncurkan X100 pada tahun 2010. Pada Januari 2012, Fuji meluncurkan kamera mirrorless dengan lensa yang bisa diganti pertamanya, yaitu X-Pro1. (asj/ash)







Hide Ads