Adalah Masatsugu Naito, Presiden Direktur Fujifilm Indonesia yang menyatakan hal tersebut, selepas meluncurkan sejumlah kamera anyar Fujifilm di Jakarta, Rabu (24/2/2016). Menurutnya, Fuji akan terus memperkuat lini produk mirrorlessnya, karena di situlah masa depan industri fotografi.
Fujifilm mengklaim bahwa selama tahun 2015, produknya mempunyai pangsa pasar 30%, berada tepat di bawah Sony dengan proporsi 35%. Data tersebut, menurut pria asal Jepang ini didapat dari lembaga riset GfK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara global, penjualan kamera DSLR saat ini juga menurun pertumbuhannya. Berbanding terbalik dengan pertumbuhan penjualan kamera mirrorless.
Fujifilm sendiri sebenarnya sempat mempunyai produk kamera DSLR, yaitu dari beberapa model dari seri Finepix S. Model terakhir dari seri kamera tersebut adalah S5 Pro, yang diluncurkan pada 2006 dan dihentikan produksinya pada tahun 2009.
Setelah itu barulah Fuji beralih ke seri X, tepatnya saat mereka meluncurkan X100 pada tahun 2010. Pada Januari 2012, Fuji meluncurkan kamera mirrorless dengan lensa yang bisa diganti pertamanya, yaitu X-Pro1. (asj/ash)