Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Profil
Rio Motret: Bertahan di Tengah Sengitnya Fotografi Komersial
Profil

Rio Motret: Bertahan di Tengah Sengitnya Fotografi Komersial


Ari Saputra - detikInet

Rio Motret (ari/detikINET)
Jakarta - Lorong penghubung pintu utama menuju ruang inti Empirica Lot 8 SCBD berubah colorfull. Sebab, deretan foto traveling, portrait, landscape, macro dan fashion berukuran besar dipajang di voyer sepanjang 10 meter itu. Masing-masing foto berukuran 50 cm. Warna-warna atraktif dengan adegan yang dramatis membuat siapa saja perlu menengok sepintas atau berhenti sejenak.

"Ini foto-foto saya pakai Xperia Z5. Kekuatan sensor 23 megapixel membuat hasilnya detail banget. Tidak pecah, " kata Rio Wibowo alias Rio Motret di sela-sela peluncuran Sony Xperia Z5 di Jakarta kemarin.

Pameran fotografi smartphone Rio Motret itu merupakan sebagian kecil dari kerja keras dan portofolio Rio. Sebelumnya, ia pernah pameran tunggal 'Alkisah' di Grand Indonesia dengan menampilkan 17 foto bertema cerita rakyat dan melibatkan artis-aris terkenal sebagai model. Di luar itu, Rio menyempatkan diri untuk memotret berbagai proyek foto komersial yang dipercayakan kepadanya. Beberapa brand ternama seperti L-Man, Hi-lo, Commonwealth, Osella, dan Arnet pernah ia tangani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya perjalanan karier saya tidak mulus, ada banyak suka dan dukanya. Saya mulai semuanya dari nol, beli kamera pakai uang tabungan sendiri, lalu belajar motret,” ujar Rio yang memulai terjun total ke dunia profesional sejak 11 tahun lalu.

Maklum, persaingan fotografer profesional terbilang ganas. Bermodal kamera dan kemampuan olah digital, siapa saja bisa mengaku sebagai fotografer pro secara instan. Akibatnya terjadi perang harga dan merugikan fotografer itu sendiri. Hanya sebagian kecil yang bisa bertahan seperti Rio karena kerja keras, ketekunan dan kecintaan terhadap fotografi.


Keterangan Foto: Rio Motret di depan karyanya (Ari Saputra/detikcom).

"Setiap tahun saya selalu ada target untuk bisa menguasai suatu ilmu. Misalnya wedding fotografi, nanti tahun depan apa lagi, gitu terus. Jadi proses belajarnya terus menerus, karena belajar itu penting,” tegas pengguna kamera mirrorless Sony A7s itu.

Perlahan-lahan Rio mulai kebanjiran portfolio dengan memotret commercial photography untuk brand ternama. Termasuk memotret prewedding artis, kehamilan, dan pernikahan beberapa artis terkenal. Saat ini ia sudah memiliki 2 studio foto dengan karyawan yang tidak sedikit. Terakhir, ia ditunjuk sebagai brand ambasador untuk Sony Xperia Z5 bersama Nadine Chandrawinata (artis & traveler) dan Diana Rikasari (blogger & fashionista).

"Dari dulu aku sudah hobi, sudah cinta fotografi. Setelah ke dunia foto profesional aku tahu fotografi bukan sekadar hobi tapi bisa menjadi mata pencaharian yang bagus," pungkas Rio memastikan keyakinannya yang kini terbukti.

(Ari/ash)







Hide Ads