DxO One besarnya hanya segenggaman tangan, tapi punya sensor CMOS BSI 1 inch dengan resolusi 20,2 megapixel. Di depannya terdapat sebuah lensa 32 mm f/1,8 dengan 6 bilah diafragma.
Ukuran yang begitu mini itu (tinggi 6,9 mm dengan berat 108 gram) bisa dicapai karena kamera ini tak mempunyai LCD utama untuk melihat foto yang akan dan telah dipotret. Maka itulah DxO One punya konektor Lightning untuk menghubungkannya dengan iPhone ataupun iPad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DxOMark pun melakukan pengujian terhadap sensor di DxO One ini dan diklaim mendapat skor 70. Skor tersebut membuat DxO One setara dengan kamera DSLR full frame, dan jauh lebih tinggi dibanding skor kamera ponsel manapun.
Bahkan, jika mode SuperRAW diaktifkan, skornya bisa mencapai 85. Di mode ini kamera akan mengambil empat gambar RAW sekaligus, serta menjahitnya menjadi sebuah foto dengan kualitas lebih tinggi.
Mode videonya pun terbilang lengkap, di resolusi 1080p Dxo One bisa merekam video 30 fps. Jika diturunkan ke 720, fps maksimal yang bisa dicapai adalah 120 fps. Hasilnya foto dan videonya bisa disimpan ke microSD, ataupun storage internal perangkat yang terhubung.
Dilansir Petapixel, Jumat (19/6/2015), DxO One sudah bisa dipesan di situs DxO dengan harga USD 599 atau sekitar Rp 7,7 juta (USD 1 = Rp 13.000), dan akan dikirimkan ke pemesannya mulai bulan September 2015.
(asj/ash)