Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Tak Perlu Ragu Memotret dengan Kamera Ponsel

Tak Perlu Ragu Memotret dengan Kamera Ponsel


Ari Saputra - detikInet

Jakarta - Tak sedikit yang masih ragu atau kurang pede saat memotret dengan kamera ponsel maupun mirrorless. Kemudian membayangkan tengah memotret landscape, model atau wildlife dengan kamera profesional berbody bongsor dan lensa besar.

Menurut dedengkot fotografer dari European Pressphoto Agency (EPA), Mast Irham, kendala psikologis itu sebenarnya tidak perlu muncul. Tentu kalau menguasai alat dan kebutuhan yang akan dipotret.

"Apapun yang kita pergunakan untuk memotret, asalkan kita bisa menggunakan dan menguasai alatnya, itu nggak jadi kendala. Kalau motretnya sudah bagus, biar pakai kamera apapun tidak akan menjadi masalah jika hasilnya konsisten, angle-nya terukur," kata Chief Photographer EPA untuk Indonesia itu kepada detikINET.

Apalagi, menurutnya, hasil dan kualitas kamera ponsel seperti smartphone saat ini sudah di atas rata-rata. Bahkan untuk dicetak dan dipajang di rumah tidak terlalu memalukan.

"Sudah cukup baguslah. Sekarang smartphone megapixelnya sangat bagus, hasilnya bisa kita cetak agak besar dengan kualitas yang bagus. Untuk di dinding, di taruh di pigura sudah cukup layak menurut saya," tandas Mast Irham yang sering bolak-balik meliput kejuaraan tahunan tenis Australian Open.

Pada beberapa kasus, justru kamera kecil lebih digdaya dan mampu menolong kekurangan kamera DSLR profesional karena posturnya yang besar. Mast Irham mencontohkan saat ia meliput perhelatan Piala Dunia Brasil tahun 2014 lalu. Foto-foto streetphotography dan daily life di kota-kota penyelenggara Piala Dunia bakal terlewatkan jika tidak ada kamera ponsel.

"Di Brasil, waktu saya ke sana, lebih sering pakai ponsel karena di sana rawan, masalah keamanan. Karena motret pakai kamera besar di luar stadion harus hati-hati banget. (Pakai ponsel) lebih aman, lebih mudah , tidak menarik perhatian," lugasnya.

Hanya saja, harus ia akui, setiap jenis kamera memiliki kekurangan termasuk kamera ponsel atau mirrorless. Dia pun menyarankan memotret sesuai karakter alat yang dipunyai.

"Semua kamera bisa maksimal kalau kita tahu karakternya, apa yang cocok. Kalau kita paksakan, tiap kamera punya keterbatasannnya sendiri-sendiri. Ponsel ada keterbatasannya, mirrorless ada keterbatasannya, DSLR pun ada keterbatasannya juga," ucap Irham yang mengunggah sebagian hasil jepretan smartphonenya ke akun instagram @mastirham.

Tidak mengherankan jika di tengah-tengah kesibukannya memotret di berbagai belahan dunia dan peristiwa, Mast Irham masih menyempatkan memotret menggunakan ponsel. Tentu setelah tugas jurnalistiknya selesai.

"Ketika motret dengan ponsel, saya merasa sedang tidak melakukan pekerjaan saya. Jadi lebih kayak sebuah kesenangan, fun, nggak mikir lagi, oh ini bagus nih secara visual. Nggak ribet," tandas pria asal Solo ini menutup perbincangan.

Di tengah kesibukannya, Mast Irham juga menyempatkan diri untuk meluncurkan NESW, buku foto yang dihasilkan dari jepretan kamera ponsel bersama ketiga rekannya, yakni Dita Alangkara, Yuniadhi Agung dan Ahmad Zamroni.

(Ari/rou)





Hide Ads