Systrom menceritakan bahwa awalnya tim Instagram hanya terdiri dari dua orang, termasuk dirinya. Perilisan layanannnya itu ia kisahkan terjadi saat cuaca dingin melanda San Fransisco Bay di bulan Oktober 2010.
Meski sehari setelahnya Instagram hanya mampu menjaring ratusan orang saja, namun mereka percaya bahwa kekuatan foto bisa menghubungkan orang pada apa yang terjadi di dunia sekitar mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa kata Systrom mengenai hal tersebut? "Sangat mudah melihat bahwa ini adalah pencapaian perusahaan, namun menurut saya ini adalah pencapaian komunitas kami," tukas Systrom.
Ternyata, di balik prestasi itu, Instagram juga menyimpan cerita menarik hingga romantis. Salah satu yang menorehkan kisah mengagumkan adalah Kathryn Mahoney (@nineteenfiftyone). Kathryn adalah salah satu pekerja di United Nations di mana ia dikirim ke sebuah tenda pengungsian terpencil di daerah Sudan Selatan.
Dari sana, ia menginspirasi followernya lewat foto-foto yang ia posting tentang aktivitas orang-orang yang tinggal di Yida, termasuk pencapaian kerja UN di sana. Terselip juga kisah romantis dari pasangan bernama Cory (@withhearts) dan Bethany (@bethanyolson).
Percintaan mereka bermula dari perkenalan di Instagram dan hingga kini mereka masih menjadi pasangan kompak yang tetap aktif di Instagram dengan foto-foto perjalanan mereka. Tak luput Instagram ternyata juga membantu sebuah bisnis kecil bernama Mission Bicycle (@missionbicycle).
"Foto memiliki kemampuan untuk mengkoneksikan orang dari semua latar belakang, bahasa dan budaya," tukas sang co-founder.
Pertumbuhan Instagram sendiri bisa dibilang sangat luar biasa. Twitter sebagai perbandingan meraih 200 juta user di akhir tahun 2012 dalam usianya yang lebih dari 6 tahun.
"Terima kasih telah berbagi dunia Anda dan menginspirasi kami untuk melakukan hal serupa," pungkas Systrom.
(sha/ash)