Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kaleidoskop Teknologi
Tumbangnya Kodak hingga Gonjang-ganjing Instagram
Kaleidoskop Teknologi

Tumbangnya Kodak hingga Gonjang-ganjing Instagram


Santi Dwi Jayanti - detikInet

Kodak (Reuters)
Jakarta -

Tahun 2012 sebentar lagi akan berakhir. Berbagai berita mengenai fotografi banyak bermunculan, beberapa di antaranya mengejutkan. Seperti berita-berita berikut:

1. Sang Legenda Fotografi Terpuruk

Bulan pertama di tahun 2012 diawali dengan berita buruk dari sang legenda fotografi, Kodak. Menyandang gelar sebagai pionir kamera selama lebih dari 100 tahun, tak menjamin bisnis Eastman Kodak berjalan mulus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di bulan Januari, perusahaan yang berpusat di Rochester, AS ini mendaftarkan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 akibat gagal beradaptasi dengan teknologi digital.

Setelah itu, berita buruk terus menerpa Kodak, salah satu yang mengejutkan adalah penghentian produksi kamera, sebuah bisnis yang membesarkan nama mereka.

Untuk memenuhi syarat pinjaman uang, beberapa waktu lalu Kodak telah menyelesaikan penjualan lebih dari 1.100 patennya yang akhirnya jatuh ke tangan raksasa Silicon Valley seperti Apple, Facebook, Google hingga Microsoft.

Kamera Light Field Lytro

Kelahiran kamera dengan kemampuan menentukan fokus setelah mengambil gambar ini mengejutkan publik.

Lytro mengakhiri rumor yang beredar dengan resmi mengumumkan pirantinya di akhir tahun 2011. Akan tetapi piranti ini pertama kali dikapalkan di tahun 2012.

Bahkan kabar terbaru menyebutkan, Toshiba tengah menyiapkan modul kamera dengan kemampuan serupa untuk pasar smartphone dan komputer tablet. 'Jepret dulu, fokus belakangan', kenapa tidak?

Aplikasi Foto Instan Menjamur

Berbicara mengenai aplikasi foto, tahun ini bisa dibilang adalah tahun paling 'meriah'. Oke, sebelum Instagram memang sudah ada aplikasi foto lain yang lebih dulu lahir, seperti Hipstamatic.

Namun pada akhirnya, Instagram-lah yang menangguk popularitas. Jumlah penggunanya makin meroket, terutama setelah menyambangi Android. Aplikasi yang sebelumnya hadir secara eksklusif di iOS ini kini menjadi milik Facebook setelah situs jejaring raksasa itu mengakuisisinya.

Selain Instagram, aplikasi foto lain yang juga banyak dipakai adalah Snapseed, Pixlr-o-matic, Camera 360, Photoshop Express, Pixlr Express dan tentunya masih banyak lagi. Kehadiran smartphone dengan kamera yang kualitasnya makin baik dan kemampuan sharing, berandil besar terhadap menjamurnya aplikasi-aplikasi ini.

Sang Raksasa pun Terjun ke Mirrorless

Kamera dengan sistem mirrorless akhirnya dimeriahkan oleh pengumuman seri EOS M dari Canon di pertengahan tahun 2012.

Berita tersebut cukup mengejutkan sebab sebelumnya, hanya Canon saja pemain major di bisnis kamera yang masih berdiam diri di saat kategori ini sudah dipanaskan oleh sang rival, Nikon dengan sistem 1-nya, Sony dengan seri NEX-nya, dan lain-lain.

Ekspansi Android di Perangkat Kamera

Adakah dari Anda yang dulu pernah membayangkan sebuah kamera yang dibekali kemampuan sharing foto langsung ke Facebook atau email? Atau kamera yang bisa dipakai berselancar di dunia maya alias browsing?

Setelah kamera dengan WiFi, kini kamera dengan sistem operasi sudah menjadi kenyataan. Alhasil, melakukan kedua hal itu, sangat mudah dilakukan.

Sebenarnya sebelum Galaxy Camera keluar, Polaroid sudah mengumumkan kehadiran kamera dengan sistem operasi Android, begitu juga dengan Nikon. Namun, Samsunglah yang paling menggebrak. Kamera yang sudah dilengkapi dengan sistem operasi Android Jelly Bean, Bluetooth, WiFi dan 4G ini sudah menyambangi toko kamera.

Gonjang-ganjing Instagram

Sepanjang tahun 2012, Instagram sudah mencatat sederet prestasi. Sayangnya, perjalanan mulus ini tercoreng setelah mereka melakukan perubahan di Privacy Policy dan Terms of Service mereka.

Akibat kesalahpahaman bahasa -- demikian menurut Instagram -- user berpikiran bahwa aplikasi foto ini akan menjual foto pengguna pada pihak lain. Instagram akhirnya menanggapi keluhan ini dengan merombak kembali ToS-nya dan menegaskan bahwa mereka tak pernah berniat melakukan penjualan tersebut.

Namun nasi sudah menjadi bubur. Meski sudah menyadari kesalahannya dan mendandani kebijakan mereka, pengguna Instagram masih bergejolak. Kala itu, sejumlah nama besar menyerukan ketidaksetujuannya pada kebijakan Instagram, termasuk majalah bergengsi National Geographic yang sempat melakukan boikot.

Di tengah gonjang ganjing Instagram, Flickr yang dulu sempat populer, mencuri perhatian pecinta foto dengan merilis filter foto di versi iOS (sama seperti versi Androidnya) dan menawarkan promosi pemakaian layanan Pro, gratis selama 3 bulan.

(sha/ash)






Hide Ads