Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Wajah Memerah, Momen Ilmuwan Dikonfrontasi Sebagai Pencipta Bitcoin

Wajah Memerah, Momen Ilmuwan Dikonfrontasi Sebagai Pencipta Bitcoin


Fino Yurio Kristo - detikInet

Adam Back
Adam Back yang diyakini Satoshi Nakamoto. Foto: Wikipedia
Jakarta -

Seorang ilmuwan komputer asal Inggris bersikeras ia bukanlah pengembang Bitcoin yang misterius, Satoshi Nakamoto. Sebuah laporan mengklaim mengungkap identitasnya sebagai pencipta uang kripto tersebut.

Artikel New York Times merinci upaya untuk mengungkap identitas Satoshi Nakamoto, penulis misterius white paper Bitcoin yang meletakkan dasar teoretis mata uang digital modern.

Artikel tersebut menyebut Adam Back, ilmuwan komputer dan pengusaha kelahiran London. Di X, Back membantah dirinya adalah pakar teknologi misterius dan kemungkinan besar sangat kaya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya juga tidak tahu siapa Satoshi dan saya pikir ini justru baik untuk Bitcoin. Ini membantu Bitcoin dipandang sebagai kelas aset baru, sebuah komoditas digital yang secara matematis langka," tulisnya.

"Saya bukan Satoshi, tetapi saya sejak awal sangat fokus pada implikasi positif kriptografi, privasi online, dan uang elektronik bagi masyarakat," cetusnya kepada BBC yang dikutip detikINET.

ADVERTISEMENT

Identitas asli Nakamoto lama menjadi spekulasi. Upaya sebelumnya untuk mengungkap sosoknya pernah mengarah pada Nick Szabo, ilmuwan komputer Hungaria-Amerika atau Hal Finney, pengembang software. Kali ini, jejak tersebut mengarah ke Back, anggota komunitas kriptografi anarkis online bernama cypherpunks pada awal 1990-an.

John Carreyrou menemukan kesamaan antara Back dan Nakamoto dengan menelusuri unggahan internet lama dan menganalisis kesamaan tulisan publik mereka. Ia membandingkan linimasa mereka. Back tiba-tiba vakum beberapa tahun di forum terkait kriptografi, bertepatan dengan momen munculnya Satoshi dan menggunakan AI untuk membandingkan gaya bahasa yang digunakan Back dan Satoshi.

Kemudian, ia mengonfrontasi Back dengan bukti tersebut di sebuah konferensi Bitcoin. Ia menggambarkan wajah Back memerah dan tampak salah tingkah saat disodori bukti tersebut serta salah bicara, di mana ia terdengar berbicara seolah dirinya Satoshi.

"Ia telah menghapus keraguan yang tersisa di benak saya bahwa saya telah menemukan orang yang tepat," tulis Carreyrou.

Back berkilah itu semua hanyalah kebetulan. Menurutnya, bukti yang mengarah pada kesimpulan Carreyrou adalah kombinasi kebetulan dan penggunaan frasa yang mirip dari orang-orang dengan pengalaman dan minat serupa.

Tidak semua orang mempercayainya. Domer, penjudi Polymarket terkemuka, membalas unggahan Back. "Setelah membaca artikel itu, saya yakin 99% bahwa Anda adalah Satoshi. Tanda-tandanya sangat jelas (tindakan menghilang tiba-tiba itu adalah kesalahan pemula klasik ala mafia/werewolf)," tulisnya.

Namun, beberapa pihak lainnya merasa kurang yakin. Steven Murdoch, profesor ilmu komputer University College London, menyebut memang ada beberapa indikasi kuat, tapi tidak ada bukti yang sangat meyakinkan

"Itu bukannya tidak masuk akal, tapi tebakan saya tetap pada Hal Finney," kata Murdoch, terutama karena Finney menerima transaksi Bitcoin pertama dari Satoshi. "Praktik umum adalah selalu menguji suatu sistem dengan mengirimkan sesuatu kepada diri sendiri."

Dr. Jacky Mallett, asisten profesor ilmu komputer di Universitas ReykjavΓ­k, mengatakan Satoshi hampir pasti lebih dari seorang, terkait adanya pembaruan pada kode Bitcoin yang mengindikasikan banyak kontributor. "Saya pikir ada sekelompok kecil orang di balik ini dan mereka memahami struktur keuangan jauh melebihi dari apa yang diakui publik selama ini," ujarnya.

Back adalah pemilik sebuah perusahaan perbendaharaan Bitcoin yang sedang melakukan merger dengan sebuah perusahaan publik. Jika Back benar-benar Nakamoto-dan pemilik 1,1 juta koinnya, ia harus mengungkapkannya kepada Securities and Exchange Commission.




(fyk/rns)




Hide Ads