Dibesut awalnya untuk para surfer, kamera ini telah meluaskan sasaran penggunanya. Tak hanya dipakai untuk merekam aktivitas surfing, namun juga olahraga ekstrim lainnya.
Kamera ini memang bukanlah kamera untuk pengguna 'biasa', namun ia dibesut bagi pemain ski, penyelam, peselancar dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat perilisannya di San Fransisco, GoPro mengatakan bahwa seri top of the linenya, yakni Black Edition memiliki ukuran 30% lebih kecil dan 25% lebih ringan dibanding predecessor-nya. Tak hanya itu, spesifikasi lainnya juga digenjot.
Seri ini sudah dibekali dengan built in WiFi dan mampu menangkap still di resolusi 12MP pada 30 fps. HD Hero3 Black Edition ini juga diklaim mampu menangkap video hingga 4K saat frame ratenya diturunkan pada 15fps.
Prosesornya dikatakan dua kali lebih ngebut, pun dengan frame ratenya yang ditingkatkan. Di seri ini pengguna diberikan pilihan perekaman pada 1080p60, 1440p48, 960p100 dan 720p120.
Dikutip dari TechRadar, Rabu (17/10/2012), model lainnya juga turut dirilis namun dengan spesifikasi yang lebih rendah yakni Silver Edition dan White Edition.
Untuk yang Black Edition, lengkap dengan WiFi remote dan kemampuan waterproofnya yang bisa dibawa hingga kedalaman air 10 kaki, dibanderol USD 399 atau Rp 3,8 juta (USD 1 = Rp 9.580). Lantas USD 200 untuk yang Silver dan USD 199 untuk yang menginginkan White Edition.
(sha/ash)