Bahan metal dan plastik menjadi material yang sering dipakai produsen kamera untuk mendesain bodi pirantinya.
Namun faktanya, ada saja orang-orang yang yang melakukan perakitan kamera dari bahan apapun, mulai disket hingga tengkorak manusia.
Dibutuhkan proses khusus dan kesabaran yang tinggi untuk membesut kamera yang dimaksud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Floppy Disc
|
|
Namun bukan sebagai perangkat penyimpan data akan tetapi sebagai sebuah kamera. Sang pembesut menjulukinya sebagai The Black Eye.
Memakai disket berukuran 3.5 inch dengan tambahan container plastik, jadilah ini sebuah alat pembidik subyek. Di sini, sang pembuat menggunakan film 35mm.
Buku
|
|
Piranti ini memakai kenop putar yang memungkinkan pengguna untuk memakai roll film 35mm. Sebelumnya pemakaian ide ini pernah juga diterapkan oleh duo Taiyo Onorato dan Nico Krebs. Dilaporkan mereka juga membuat proyek serupa yang memanfaatkan sejumlah buku.
Labu
|
|
Dalam video yang diunggah di Vimeo, terdapat tutorial bagaimana memulai proyek itu. Kamera yang dimaksud merupakan jenis kamera lubang jarum.
Telur
|
|
Dengan penuh kehati-hatian penciptanya memakai kulit telur untuk pembuatan sebuah kamera lubang jarum (pinhole camera).
Proyek 'Pin Egg' ini berhasil dibesut berkat dedikasi yang tinggi meski diakui oleh pembuatnya, dirinya sempat menunda proyek ini selama beberapa tahun karena menyadari tingkat kesulitan yang dihadapi.
Tengkorak Manusia
|
|
Karyanya dijuluki 'Third Eye' dengan penambahan elemen seperti aluminium, titanium dan batu permata. Memiliki ukuran 4x5 inch, Belger dalam situsnya mengatakan bahwa tengkorak yang dipakainya adalah milik seorang gadis berusia 13 tahun.
(sha/ash)