Para ilmuwan di China berhasil menciptakan tanaman yang bisa bersinar di kegelapan, mirip seperti dunia dalam film Avatar. Teknologi ini bahkan disebut berpotensi menggantikan lampu listrik di masa depan.
Tanaman bercahaya ini dikembangkan menggunakan rekayasa genetika dengan memanfaatkan gen penghasil cahaya dari kunang-kunang dan jamur bercahaya. Peneliti menyisipkan gen tersebut ke dalam sel tanaman, sehingga tanaman mampu memancarkan cahaya alami tanpa membutuhkan listrik.
Cahaya yang dihasilkan memang tidak terlalu terang, tetapi cukup terlihat di kondisi gelap. Hingga saat ini, lebih dari 20 jenis tanaman telah berhasil dimodifikasi, termasuk bunga seperti anggrek, bunga matahari, dan krisan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu ilmuwan di balik proyek ini, Dr Li Renhan, pendiri perusahaan bioteknologi Magicpen Bio, mengungkapkan inspirasi awal penelitiannya berasal dari pengalaman masa kecilnya.
"Kami ingin mentransfer gen dari hewan, seperti kunang-kunang, ke tanaman agar bisa bersinar di malam hari," ujar Renhan seperti dikutip dari EuroNews, Senin (6/4/2026).
Ia bahkan membayangkan masa depan di mana lanskap kota dipenuhi tanaman bercahaya. "Bayangkan sebuah lembah penuh tanaman bercahaya di malam hari, seperti dunia 'Avatar' di Bumi," tambahnya.
Teknologi ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menawarkan solusi energi yang lebih ramah lingkungan. Tanaman tersebut tidak membutuhkan listrik sama sekali untuk menghasilkan cahaya. "Mereka hanya butuh air dan pupuk," jelas Renhan.
Ia menambahkan bahwa teknologi ini dapat membantu menghemat energi, mengurangi emisi, dan menjadi alternatif pencahayaan untuk taman kota atau ruang publik. Para peneliti juga telah mendemonstrasikan tanaman bercahaya ini dalam forum teknologi di China, memperlihatkan bagaimana tanaman tersebut dapat menyala secara alami tanpa sumber energi tambahan.
Selain untuk pencahayaan, teknologi ini juga berpotensi digunakan dalam bidang lain, seperti penelitian medis dan pertanian, karena teknik rekayasa genetik yang digunakan bisa membantu memahami proses biologis pada tingkat sel.
Meski masih dalam tahap pengembangan, inovasi ini membuka kemungkinan baru dalam cara manusia memanfaatkan alam sebagai sumber energi. Jika teknologi ini terus berkembang, bukan tidak mungkin di masa depan lampu jalan digantikan oleh tanaman bercahaya, mengubah kota menjadi lebih hijau sekaligus futuristik.
(rns/fay)