Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Fotografer Mesum Melonjak, Aplikasi Smartphone Disalahkan

Fotografer Mesum Melonjak, Aplikasi Smartphone Disalahkan


- detikInet

Jepang - Di Jepang, kasus terkait pemotretan diam-diam, oleh voyeurs jumlahnya makin meningkat. Aplikasi yang memungkinkan shutter tanpa suara menjadi kambing hitam atas tindakan tersebut.

Sayangnya, belum ada tindakan hukum yang menghukum penciptaan dan penjualan software ini. Perusahaan yang berada di balik aplikasi itu pun mengatakan bahwa seharusnya yang disalahkan ialah orang-orang yang menggunakan aplikasi, alih-alih aplikasinya sendiri.

Laporan mengenai kasus penyalahgunaan aplikasi ini banyak dilaporkan di perfektur Kanagawa, Jepang. "Sekitar 30% kasus melibatkan penyalahgunaan aplikasi smartphone," ujar penyelidik di Kanagawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Voyeurism sendiri adalah perilaku memperoleh kenikmatan seksual dengan cara mengintip atau mengamati orang lain yang sedang telanjang atau berhubungan seksual. Diberitakan, dengan adanya aplikasi peredam bunyi shutter itu, kasus voyeurism di Jepang melonjak.

Bahkan aplikasi versi upgradenya memungkinkan pengguna untuk mengambil foto secara diam-diam selagi email atau halaman website ditampilkan di layar ponsel. Hal ini akan menyamarkan aksi pengambilan gambar yang dilakukan.

Profesor dari Keio University, Keihi Takeda yang ahli dalam bidang keamanan mengatakan bahwa seharusnya sejumlah aturan untuk aplikasi tersebut diperlukan.

Dikutip detikINET dari MercuryNews, Selasa (3/1/2012), menurut National Police Agency Jepang, terdapat 1.741 kasus fotografi terlarang di tahun 2010 di mana jumlahnya naik dibandingkan tahun sebelumnya.


(sha/ash)







Hide Ads