1. Teknologi BSI (Backside-illuminated)
Teknologi BSI mulai merambah ke area mainstream dengan dijejalkannya teknologi ini ke kamera kompak entry-level. Canon PowerShot SX230 HS dan Casio Tryx adalah beberapa kamera yang memakai sensor BSI ini. Sensor BSI memungkinkan pengguna untuk menangkap foto di pencahayaan yang redup tanpa harus ketinggalan banyak detail.
2. Kamera Smartphone Gantikan Kamera Kompak
Banyak pengguna yang kini lebih memilih memakai kamera bawaan smartphone dibandingkan kamera kompak. Apalagi alasannya jika bukan karena kualitas yang dimiliki kamera ponsel yang terus ditingkatkan. Keringkasannya untuk dibawa ke mana-mana juga menjadi salah satu unggulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3. Kamera Lytro
Kamera light-field ini memungkinkan pengguna untuk membidik obyek dulu dan menentukan fokusnya belakangan. Ia dihadirkan dengan bukaan f2, 8x optical zoom dan kapasitas penyimpanan 8 GB atau 16 GB.
4. KameraΒ Mirrorless dengan Kualitas DSLR
Tren yang sedang hangat di pasar kamera adalah kamera mirorrless dengan lensa yang bisa diganti-ganti (interchangeable lens). Kualitas yang diusungnya pun tak kalah bagus dengan DSLR berkat sensor besar APS-C yang dipakainya. Sensor ini menangkap area dan pencahayaan yang lebih banyak serta menjanjikan performa yang mumpuni di low-light.
5. DSLR untuk Syuting Film dan Acara TV
Jika dulunya video kamera banyak dipakai untuk syuting, kini pembuat film sudah banyak yang beralih ke DSLR. Wajar, kamera jajaran ini memang sudah dipersenjatai dengan kemampuan perekaman video full HD 1080/60i.
Dibandingkan kanera video kamera DLSR lebih mudah digunakan untuk mengambil angle pada lokasi yang sulit dijangkau, terutama di film-film action. Captain America dan Iron Man adalah film-film yang syutingnya diambil dengan Canon 5D Mark II.
(sha/ash)