Wile E. Coyote, PUFFERFISH. Karya PUFFERFISH di San Francisco, Amerika Serikat, menampilkan karakter kartun Looney Tunes, Wile E. Coyote nyungsep seolah baru saja menghantam pasir. Jejak benturan dan bayangan panjang membuat adegan kartun ini tampak hidup. Foto: via StreetArtUtopia
Giant Ice Pop, Katie Barron. Katie Barron mengubah pilar di Launceston, Australia, menjadi es loli raksasa berwarna oranye yang tampak seperti sedang digigit. Foto: Street Art Utopia
Headphones On, NELS, EMI & ARYON A.K.A BEST. Seekor kera putih berkacamata hitam dan mengenakan headphone tampil di tengah tulisan bergaya neon serta dedaunan tropis di Murcia, Spanyol. Foto: Street Art Utopia
Lβinvitation au voyage, SETH. Mural SETH di Paris, Prancis menggambarkan seorang anak yang berayun di bawah kumpulan balon warna-warni, menciptakan kesan seperti sedang terbang menuju petualangan. Foto: Street Art Utopia
Making Waves, MartΓn Ron. Menara air setinggi 35 meter di Miramar, Argentina, disulap menjadi pemandangan bawah laut dengan dua anak yang seolah sedang berenang di dalamnya. Foto: Street Art Utopia
Clear Water Wonders, Naomi Haverland. Seorang gadis dengan kacamata renang digambarkan tengah berada di bawah air bersama kuda laut berwarna oranye dalam mural di Clearwater, Florida, Amerika Serikat. Foto: Street Art Utopia
Hors cadre, SWEO & Nikita. Ikan berwarna oranye tampak berenang keluar dari bidang mural di Le Mans, Prancis. Permainan bayangan dan jendela nyata membuat ilusi tiga dimensinya semakin kuat. Foto: Street Art Utopia
Ride On, Alain Welter. Seekor katak digambarkan sedang menunggangi keledai dalam mural di Diekirch, Luksemburg. Detail seperti ransel, bendera, gandum, dan hop menyimpan cerita tentang kota tersebut. Foto: via StreetArtUtopia
Ni CumpleaΓ±os Ni Bautismos, Tomaz Major. Anak-anak mengelilingi kue dan balon dalam mural penuh warna di Tenancingo, Meksiko, menghadirkan suasana pesta yang terasa seperti adegan tiga dimensi. Foto: via StreetArtUtopia
EVE, Lula Goce. Mural di Ostend, Belgia, menampilkan sosok perempuan bergaya monokrom yang dikelilingi bunga dan lanskap pesisir, dengan lingkaran merah-oranye sebagai titik perhatian. Foto: Street Art Utopia
Raphael, Chino Graff. Karakter Raphael dari Teenage Mutant Ninja Turtles tampil membawa kaleng cat semprot dalam mural karya Chino Graff di Los Santos de Maimona, Spanyol. Foto: Street Art Utopia
Circuitus Meridiem, Jon Foreman. Jon Foreman menyusun batu-batu pantai menjadi pola melingkar seperti pancaran cahaya di Druidston, Wales, Inggris. Karya ini bersifat sementara dan dibuat langsung menggunakan material alami. Foto: Street Art Utopia
Nadine and Her Anti-Snow Globe, David Zinn. Nadine, karakter tikus karya David Zinn, digambarkan berdiri di samping kubah kecil yang justru menyimpan rumput hijau dan bunga, bukan salju. Foto: via StreetArtUtopia
Summer and Winter, Braga Last One. Mural kucing Sphynx karya Braga Last One tampak menyatu dengan lanskap nyata. Dua foto memperlihatkan karya yang sama dalam suasana musim panas dan musim dingin. Foto: via StreetArtUtopia
Fantasmi di Vezio, Castello di Vezio. Patung hantu putih di Castello di Vezio, Italia, dibuat ulang setiap musim panas menggunakan plester dan kain kasa yang dibentuk mengikuti tubuh sukarelawan. Foto: Street Art Utopia