Semua bermula dari sini. Para pendiri Apple, Steve Jobs dan Steve Wozniak, bersama papan sirkuit awal. Foto: Apple
Apple II (1977): Komputer Personal untuk Publik. Apple II menjadi salah satu komputer pertama yang diproduksi massal untuk konsumen umum, bukan hanya hobiis. Dilengkapi layar warna dan kemudahan penggunaan, Apple II membantu mempopulerkan komputer di rumah, sekolah, dan bisnis kecilβmemicu lahirnya industri PC modern. Foto: Apple
Macintosh (1984): GUI untuk Semua. Mac memperkenalkan graphical user interface (GUI) dan mouse kepada khalayak luas. Memungkinkan pengguna biasa untuk memanfaatkan kekuatan komputasi hanya dengan "menunjuk dan mengklik" mouse. Konsep ini menjadi fondasi semua sistem operasi modern yang kita pakai hari ini. Tidak ketinggalan iklan ikonik "1984" di Super Bowl melambungkan nama Macintosh sebelum produknya bahkan dijual.Β Foto: Apple
LaserWriter (1985): Revolusi Desktop Publishing. Diperkenalkan pada tahun 1985, LaserWriter adalah salah satu printer laser massal pertamaβdan membantu memicu serta memfasilitasi revolusi penerbitan desktop. Kehadirannya mengubah industri percetakan dan melahirkan era desktop publishing. Foto: Apple
PowerBook (1991): Diperkenalkan pada tahun 1991, Powerbook adalah laptop revolusioner yang secara fundamental mengubah komputasi portabel dengan mendesain ulang tampilan dan nuansa komputer portabel. Menjadi cikal bakal laptop modern, PowerBook menghadirkan desain laptop dengan keyboard dan trackball di posisi ergonomisβstandar yang masih dipakai hingga kini.Β Β Foto: Apple
iMac (1998): Komputer Jadi Ikon Desain. Saat Jobs kembali ke Apple yang nyaris bangkrut, ia meluncurkan iMac G3 berwarna-warni. Produk ini menyelamatkan Apple secara finansial sekaligus menegaskan bahwa desain adalah senjata kompetitif, bukan sekadar estetika. Foto: Apple
Apple Store (2001): Ubah Cara Jual Gadget. Apple membuka dua lokasi ritel pertamanya pada tahun 2001, salah satunya Apple Fifth Avenue, New York. Apple Store memperkenalkan pengalaman retail premiumβbukan sekadar toko, tapi tempat mencoba teknologi. Foto: Apple
iPod (2001): Musik Digital Meledak "1.000 lagu di saku Anda." iPod mengubah industri musik dengan menggabungkan penyimpanan besar, baterai tahan lama, dan roda klik intuitif. Didukung iTunes, ia mempopulerkan musik digital dan mengakhiri era CD. Apple menjual ratusan juta unit sebelum akhirnya digantikan oleh iPhone. Foto: Getty Images
iTunes Store (2003): Di tengah maraknya pembajakan musik via Napster, Apple hadir dengan solusi elegan: beli lagu seharga 99 sen dolar, legal, dan mudah. iTunes Store mengubah seluruh ekosistem distribusi musik dunia, memaksa label rekaman besar untuk menerima model bisnis digital yang sebelumnya mereka tentang keras. Foto: Apple
iPhone (2007): Revolusi Smartphone. Steve Jobs menyebutnya sebagai "perangkat revolusioner" yang menggabungkan telepon, iPod, dan internet. Ia benar. iPhone tidak hanya melahirkan industri smartphone modern β ia mengubah total cara manusia berinteraksi dengan dunia digital setiap hari. Foto: David Paul Morris/Getty Images
App Store (2008): Ekonomi Aplikasi. App Store menciptakan ekosistem aplikasi yang menghasilkan jutaan lapangan kerja baru dan ribuan bisnis dari nol. Konsep "toko aplikasi" yang kini dianggap lumrah ini adalah temuan Apple yang mengubah seluruh lanskap perangkat lunak konsumen. Foto: shutterstock
MacBook Air (2008): Steve Jobs mengeluarkan MacBook Air dari amplop cokelat di atas panggung Macworld 2008 β dan dunia terkesima. Laptop setipis 1,94 cm itu bukan hanya produk baru; ia mendefinisikan ulang standar desain laptop untuk satu dekade ke depan. Hampir semua laptop ultraportable modern adalah turunan spiritual dari MacBook Air.. Foto: Getty Images
iPad (2010) β Melahirkan Kategori Baru. Banyak yang skeptis saat iPad pertama diluncurkan. Namun tablet Apple ini menciptakan kategori produk yang sepenuhnya baru, mengubah cara jutaan orang membaca, belajar, berkreasi, dan mengonsumsi konten digital β terutama di sektor pendidikan dan media. Foto: Gettyimages - Justin Sullivan
Siri (2011): Siri adalah asisten virtual berbasis AI pertama yang benar-benar hadir di genggaman konsumen awam. Meski kini banyak pesaingnya, Siri membuka pintu bagi seluruh industri asisten cerdas β dari Google Assistant hingga ChatGPT yang populer hari ini.. Foto: Getty Images
Apple Pay (2014): Apple Pay mempopulerkan pembayaran nirsentuh di era sebelum pandemi membuatnya menjadi kebutuhan. Inovasi ini mendorong percepatan adopsi fintech global dan menjadi blue print bagi layanan dompet digital yang kini marak di seluruh dunia, termasuk Indonesia.: Gettyimages - Justin Sullivan
Apple Watch (2015): Teknologi di Pergelangan.Β Lebih dari sekadar jam tangan pintar, Apple Watch membawa health tracking ke mainstream: detak jantung, EKG, deteksi jatuh, dan fitness. Ia menyelamatkan nyawa banyak orang dan mendorong industri wearable. Kini jutaan orang memakainya setiap hari untuk kesehatan dan notifikasi.Β Foto: GettyImages/Justin Sullivan
AirPods (2016): Headphone nirkabel sejati yang menghilangkan kabel sepenuhnya. Dengan pairing instan, desain minimalis, dan fitur seperti noise cancellation, AirPods mempopulerkan earbuds wireless dan mengubah cara kita mendengarkan musik serta menelepon. Pasar TWS (true wireless stereo) meledak berkatnya. Foto: Apple
Apple Silicon (M1) 2010 β Menguasai Chip Sendiri. Transisi dari Intel ke chip Apple M-series buatan sendiri adalah langkah teknis paling berani Apple di era modern. Chip M1 menghadirkan performa luar biasa dengan konsumsi daya rendah, sekaligus menandai babak baru di mana Apple mengendalikan penuh tumpukan hardware-software-nya. Foto: Apple
Apple Vision Pro (2024): Komputasi Spasial. Apple Vision Pro membuka era baru perpaduan dunia nyata dan digital. Foto: Getty Images