Sejumlah fotografer mengabadikan peluncuran roket SpaceX Falcon 9 yang membawa 29 satelit Starlink di Cape Canaveral Space Force Station, Florida, Amerika Serikat, Senin (30/3/2026). REUTERS/Steve Nesius
Β
Peluncuran ini merupakan bagian dari misi rutin perusahaan untuk memperluas jaringan internet global berbasis satelit di orbit rendah Bumi (low Earth orbit/LEO). Satelit-satelit ini termasuk generasi terbaru (V2 Mini) yang dirancang meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan internet Starlink. REUTERS/Steve Nesius
Β
Setelah lepas landas, roket mengikuti lintasan menuju timur laut sebelum tahap pertama (booster) kembali mendarat di kapal drone di Samudra Atlantik, sebagai bagian dari sistem roket yang dapat digunakan ulang. REUTERS/Steve Nesius
Β
Peluncuran dengan membawa 29 satelit ini tergolong umum dalam program Starlink, karena SpaceX secara rutin mengirim puluhan satelit dalam satu misi untuk mempercepat pembangunan konstelasi yang kini telah mencapai ribuan unit di orbit. REUTERS/Steve Nesius
Β
Misi seperti ini juga menandai keberhasilan teknologi reusable rocket milik SpaceX, di mana satu booster Falcon 9 dapat digunakan berkali-kali. Booster tersebut bahkan mencapai penerbangan ke-34, mencetak rekor baru dalam penggunaan ulang roket orbital. REUTERS/Steve Nesius
Β
Secara keseluruhan, peluncuran ini menjadi bagian dari strategi SpaceX untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi secara global, termasuk di wilayah terpencil yang sulit dijangkau jaringan konvensional. REUTERS/Steve Nesius
Β