Deretan Temuan Arkeologi Paling Misterius, Ilmuwan Bingung

FotoINET

Deretan Temuan Arkeologi Paling Misterius, Ilmuwan Bingung

Pool - detikInet
Rabu, 08 Jun 2022 12:10 WIB

Jakarta - Sejumlah penemuan di bidang arkeologi ini sukses membuat para arkeolog garuk-garuk kepala karena asal usulnya yang masih belum diketahui hingga sekarang.

Deretan Temuan Arkeologi

Gua Longyou yang ditemukan di Zhejiang, China, pada 1992 ini terdiri dari 24 gua buatan manusia yang tidak diketahui siapa pembuatnya, meskipun diperkirakan gua ini dibuat pada Dinasti Qin di tahun 212 SM. Foto: thechive

Deretan Temuan Arkeologi

Spekulasi terhadap siapa pembuat Piramida Agung Giza, hingga keterlibatan teknologi alien di dalamnya, terus berputar hingga kini dan rutin diteliti secara ilmiah, namun tetap belum diketahui sejarah utuh dari terciptanya bangunan ini. Foto: thechive

Deretan Temuan Arkeologi

Padang rumput L’Anse Aux yang ditemukan pada 1960 di Newfoundland, Kanada ini sering disebut sebagai Vinland (tanah surga dan wine), tempat misterius kepercayaan bangsa Viking. Foto: thechive

Deretan Temuan Arkeologi

Stonehenge diperkirakan sudah berusia 5.000 tahun, namun sampai sekarang masih belum diketahui siapa pembuatnya, serta bagaimana cara menyusun sejumlah batu raksasa tersebut. Foto: thechive

Deretan Temuan Arkeologi

Gobekli Tepe merupakan salah satu situs arkeologi tertua di dunia dengan usia 11.000 tahun. Berada di Turki, masih belum diketahui bentuk sebenarnya dari situs yang memiliki 200 pilar ini. Foto: thechive

Deretan Temuan Arkeologi

Naskah Voynich merupakan sebuah buku yang ditemukan pada 1912. Karena ditulis menggunakan kumpulan gambar, diagram, dan bahasa yang tidak diketahui, masih misteri apa maksud dari naskah Voynich ini. Foto: thechive

Deretan Temuan Arkeologi

Monumen Yonaguni yang berada di bawah laut Jepang ini masih menyimpan misteri karena sampai saat ini belum diketahui apakah pahatan batu ini dibuat oleh manusia sebagai bukti Atlantis atau terbentuk secara alami. Foto: thechive

Deretan Temuan Arkeologi

Bola batu raksasa di Kosta Rika yang berjumlah lebih dari 300 diselubungi oleh sejumlah mitos, mulai dari keterkaitannya dengan Atlantis hingga wujud aslinya yang merupakan bola meriam ciptaan Tuhan. Foto: thechive

Deretan Temuan Arkeologi

Terowongan Erdstall tersebar di antara Turki dan Skotlandia, terowongan yang diperkirakan sudah berusia 12.000 tahun ini masih membuat para arkeolog kebingungan mengenai asal usulnya. Foto: thechive

Deretan Temuan Arkeologi

Garis-garis Nazca di padang pasir Peru memiliki ratusan bentuk yang berbeda, yang harus dilihat dari udara. Membingungkannya, suku Indian pada saat itu belum memiliki teknologi untuk terbang. Foto: thechive

Deretan Temuan Arkeologi

Pada 1986, para arkeolog menemukan cakar dari burung kuno yang disebut Moa yang cukup utuh. Menariknya, spesies tersebut sudah punah pada 1400-an akibat perburuan liar. Foto: thechive

Deretan Temuan Arkeologi

Easter Island atau Pulau Paskah menyimpan kumpulan patung batu bernama Moai yang dipahat sekitar tahun 1300 hingga 1500 yang hingga kini masih belum diketahui tujuan dan cara pembuatan patung tersebut. Foto: thechive

Deretan Temuan Arkeologi

Saksaywaman merupakan semacam benteng di Cusco, Peru yang dibuat dengan menumpuk batu tanpa campuran semacam semen. Hal ini pun menimbulkan misteri tersendiri bagi para arkeolog. Foto: thechive

Deretan Temuan Arkeologi

Gerbang Matahari di Bolivia dibuat oleh suku Tiwanaku sekitar 1500 tahun lalu, namun tidak diketahui bagaimana cara mereka memahat batunya hingga spekulasi tujuannya untuk astronomi atau keagamaan Foto: thechive

Pekerja memasukkan bangau mati ke dalam tas di kawasan konservasi Danau Hula, utara Laut Galilea, di Israel utara, Minggu, 2 Januari 2022. Flu burung telah membunuh ribuan bangau yang bermigrasi dan mengancam hewan lain di Israel utara di tengah apa yang dikatakan pihak berwenang adalah bencana satwa liar paling mematikan dalam sejarah negara itu. (AP Photo/Ariel Schalit)

Pada tahun 2013, ilmuwan di Israel menemukan struktur batu besar di bawah laut Galilea. Monumen itu yang dibuat dengan banyak batu raksasa, ditumpuk satu sama lain dengan berat 60 ribu ton dan tinggi 10 meter. Belum diketahui apa kegunaannya di masa silam. Foto: AP/Ariel Schalit

Deretan Temuan Arkeologi
Deretan Temuan Arkeologi
Deretan Temuan Arkeologi
Deretan Temuan Arkeologi
Deretan Temuan Arkeologi
Deretan Temuan Arkeologi
Deretan Temuan Arkeologi
Deretan Temuan Arkeologi
Deretan Temuan Arkeologi
Deretan Temuan Arkeologi
Deretan Temuan Arkeologi
Deretan Temuan Arkeologi
Deretan Temuan Arkeologi
Deretan Temuan Arkeologi
Pekerja memasukkan bangau mati ke dalam tas di kawasan konservasi Danau Hula, utara Laut Galilea, di Israel utara, Minggu, 2 Januari 2022. Flu burung telah membunuh ribuan bangau yang bermigrasi dan mengancam hewan lain di Israel utara di tengah apa yang dikatakan pihak berwenang adalah bencana satwa liar paling mematikan dalam sejarah negara itu. (AP Photo/Ariel Schalit)
(/)