Produk Teknologi Legendaris yang Tamat Riwayatnya di 2020

FotoINET

Produk Teknologi Legendaris yang Tamat Riwayatnya di 2020

Istimewa - detikInet
Selasa, 29 Des 2020 16:28 WIB

Jakarta - Di tahun 2020, beberapa produk dan layanan teknologi diumumkan tamat riwayatnya, sebagian berstatus legendaris. Berikut sebagian daftarnya.

LONDON, ENGLAND - APRIL 30:  Links to clips related to the new royal baby are seen on the app Periscope at the Lindo wing as the Worlds media wait for Catherine, Duchess of Cambridge to go into labour at St Marys Hospital on April 30, 2015 in London, England. Catherine, Duchess of Cambridge is expected to give birth at the Lindo wing sometime in the next couple of weeks.  (Photo by Chris Jackson/Getty Images)

Periscope: Twitter mengumumkan akan mematikan aplikasi livestreaming Periscope pada Maret 2021. Twitter akan tetap menawarkan opsi livestream lewat fitur Twitter Live yang sudah terintegrasi di aplikasinya. Tim Periscope mengatakan keputusan ini diambil karena jumlah pengguna terus menurun dan biaya operasiona tinggi. Foto: Chris Jackson/Getty Images

Tampilan baru Google Hangouts

Google Hangouts: Google tahun 2020 ini telah memulai proses mematikan Hangouts dan akan memindahkan pengguna ke Google Chat. Masa transisi pengguna dari Hangouts ke Chat di paruh pertama 2021. Google akan memberikan panduan untuk memindahkan semua percakapan. "Mulai paruh pertama 2021, semua orang bisa mulai upgrade dari Hangouts ke Chat," tulis Google. Foto: Android Police

Zynga matikan game Farmville original

FarmVille: Game FarmVille original akan meninggalkan Facebook di akhir tahun 2020. Zynga selaku kreator FarmVille mengatakan game dimatikan karena Adobe tak lagi mendistribusikan dan update Flash Player. Bulan Juni lalu Facebook mengumumkan menghentikan dukungan game berbasis Flash pada 31 Desember termasuk FarmVille. Di puncak popularitasnya, hampir 30 juta orang memainkan FarmVille tiap hari. Foto: Zynga

The logo of Microsoft Corp.s Internet Explorer 9 is displayed on a computer monitor in Washington, D.C., U.S., on Tuesday, March 15, 2011. Microsoft released a speedier version of its Internet Explorer browser that adds privacy controls and video features, a bid to regain market share lost to Firefox and Google Inc.s Chrome. Photographer: Andrew Harrer/Bloomberg via Getty Images

Internet Explorer: browser legendaris ini dijadwalkan resmi pensiun tahun depan. Mengingat banyak website dan aplikasi menggunakannya, Microsoft akan mematikannya bertahap. Microsoft menjelaskan bahwa Teams tak lagi mendukung Internet Explorer 11 mulai 30 November 2020. Sedangkan semua layanan dan aplikasi Microsoft 365, akan menghentikan dukungannya untuk Internet Explorer 11 tahun depan hingga akhirnya resmi non aktif pada 17 Agustus 2021. Foto: GettyImages

Samsung S Voice

Samsung S Voice: Jika kalian pengguna setia ponsel Samsung pasti kenal dengan asisten suara S Voice. Sebelum Bixby datang, Samsung memperkenalkan S Voice sebagai alternatif dari Siri-nya Apple atau Google Assistant. Tapi karena potensinya tak pernah dikembangkan, Samsung memutuskan mengganti S Voice dengan Bixby. Maka tidak heran jika akhirnya Samsung memutuskan untuk membunuh S Voice secara permanen. Foto: Istimewa

Adobe Flash

Flash Player: Adobe belum lama ini memberikan pembaruan terakhir untuk Flash Player dan menyatakan kalau aplikasi tersebut tak lagi bisa dipakai mulai 12 Januari. "Hari ini menandai pembaruan terakhir Flash Player untuk semua negara di luar China Daratan. Adobe tak lagi mendukung Flash Player setelah 31 Desember 2020, dan Adobe akan memblokir konten Flash untuk berjalan di Flash Player mulai 12 Januari 2021," tulis Adobe dalam pernyataannya. Foto: Istimewa

Yahoo Groups

Yahoo Groups: Yahoo Groups, salah satu properti web Yahoo lama yang tersisa, ditutup pada 15 Desember 2020. Situs groups.yahoo.com offline selamanya. Verizon, yang membeli Yahoo pada 2017, mengumumkan keputusan tersebut yang dikirim ke pengguna Yahoo Groups dan pesan yang diposting di situs web Yahoo Groups. Pengumuman ini menandai akhir perjalanan salah satu raksasa layanan internet pada masanya. Foto: PCMag

BNI Blanja.com

Blanja.com: Telkom resmi menutup Blanja.com yang dikembangkan bersama eBay per 1 September 2020 sebagai upaya fokus pada bisnis e-commerce korporasi dan UMKM. "TelkomGroup menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan masyarakat serta stakeholder yang selama ini bergabung dan memanfaatkan fasilitas transaksi retail Blanja.com, terutama para pelaku bisnis di seluruh Indonesia," kata Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid. Foto: dok BNI

Google Play Music

Google Play Music: Google Play Music disetop mulai bulan Septermber 2020. Australia dan Selandia Baru menjadi negara pertama untuk penutupan Google Play Music, lalu secara global aplikasi tersebut dihentikan di Oktober 2020.  Sejak bulan Mei lalu telah menawarkan alat transfer untuk pengguna beralih dari Google Play Music ke YouTube Music. Foto: istimewa

Gojek tutup mayoritas layanan yang ada di GoLife

GoLife: "Layanan GoLife yang meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi, akan dihentikan," kata Gojek, dengan pandemi Corona sebagai salah satu alasannya di mana layanan GoLife yaitu pijat GoMassage, jasa kebersihan GoClean menjadi sulit dilakukan lagi. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto

Segway

Segway: sarana transportasi ikonik ini tamat riwayatnya karena tidak lagi akan diproduksi. Menurut laporan eksklusif dari Fast Company, Segway Inc menghentikan produksi kendaraan listrik legendaris tersebut pada 15 Juli 2020 di fasilitas pabrik di New Hampshire, Amerika Serikat. Sebagian pegawai pun kena PHK, tersisa 12 orang untuk menangani garansi dan perbaikan perangkat yang masih digunakan saat ini.Foto: Getty Images

Layanan video on demand pertama dan terbesar di Asia secara resmi hadir di Indonesia, Kamis (14/4/2016). Hanya dengan berlangganan Rp 49,500 perbulan kita bisa menikmati revolusi dunia hiburan film dan serial TV Internasional dan lokal terbaik dengan lebih dari 35.000 jam. HOOQ Menjadi yang pertama di Asia dengan menggandeng tiga perusahaan media raksasa Singtel, Sony Picture dan Warner Bros yang dapat disaksikan melalui berbagai media seperti Komputer, Smartphone, Tablet, Smart TV dan dekoder. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)

Hooq: Hooq, layanan streaming video on demand asal Singapura menutup layanannya pada 30 April 2020 setelah lima tahun beroperasi. Mereka pun mengucapkan selamat tinggal kepada pengguna di Indonesia lewat media sosial. Persaingan yang ketat dengan layanan streaming lain dan dibutuhkannya banyak sekali modal diduga membuat mereka tidak kuat lagi beroperasi walau cukup banyak penggunanya. Foto: Rachman Haryanto/detikcom

LONDON, ENGLAND - APRIL 30:  Links to clips related to the new royal baby are seen on the app Periscope at the Lindo wing as the Worlds media wait for Catherine, Duchess of Cambridge to go into labour at St Marys Hospital on April 30, 2015 in London, England. Catherine, Duchess of Cambridge is expected to give birth at the Lindo wing sometime in the next couple of weeks.  (Photo by Chris Jackson/Getty Images)
Tampilan baru Google Hangouts
Zynga matikan game Farmville original
The logo of Microsoft Corp.s Internet Explorer 9 is displayed on a computer monitor in Washington, D.C., U.S., on Tuesday, March 15, 2011. Microsoft released a speedier version of its Internet Explorer browser that adds privacy controls and video features, a bid to regain market share lost to Firefox and Google Inc.s Chrome. Photographer: Andrew Harrer/Bloomberg via Getty Images
Samsung S Voice
Adobe Flash
Yahoo Groups
BNI Blanja.com
Google Play Music
Gojek tutup mayoritas layanan yang ada di GoLife
Segway
Layanan video on demand pertama dan terbesar di Asia secara resmi hadir di Indonesia, Kamis (14/4/2016). Hanya dengan berlangganan Rp 49,500 perbulan kita bisa menikmati revolusi dunia hiburan film dan serial TV Internasional dan lokal terbaik dengan lebih dari 35.000 jam. HOOQ Menjadi yang pertama di Asia dengan menggandeng tiga perusahaan media raksasa Singtel, Sony Picture dan Warner Bros yang dapat disaksikan melalui berbagai media seperti Komputer, Smartphone, Tablet, Smart TV dan dekoder. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
(/)