Membuat Anak Indonesia Bisa Computational Thinking

FotoINET

Membuat Anak Indonesia Bisa Computational Thinking

Rengga Sancaya - detikInet
Selasa, 18 Feb 2020 12:52 WIB

Jakarta - Grow with Google digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/2). Dalam acara Kemendikbud ingin anak Indonesia bisa computational thinking.

Grow with Google digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/2). Dalam acara Kemendikbud ingin anak Indonesia bisa computational thinking.
Grow with Google digelar di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020).
Grow with Google digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/2). Dalam acara Kemendikbud ingin anak Indonesia bisa computational thinking.
Dalam acara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melalui  Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Awaluddin Tjalla mengatakan ada dua kompetensi tambahan yang dibutuhkan anak Indonesia. Dua kompetensi tambahan itu adalah compassion dan computational thinking.
Grow with Google digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/2). Dalam acara Kemendikbud ingin anak Indonesia bisa computational thinking.
Google.org mendonasikan dana Rp13,6 miliar kepada inisiatif Gerakan Pandai organisasi edukasi non profit Bebras Indonesia untuk membantu pelatihan keahlian berpikir komputasional bagi 22 ribu guru di 22 kota kecil dan besar.
Grow with Google digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/2). Dalam acara Kemendikbud ingin anak Indonesia bisa computational thinking.
Kepala Pusat Kurikulum & Pembelajaran Kemendikbud RI, Awaluddin Tjalla, Perwakilan Guru SMP Islam Al-Azhar 26 Yogyakarta, Nur Ernawati, Ketua Bebras Indonesia, Inggriani Liem, Managing  Director Google Indonesia, Randy Jusuf, President Asia Pacific Google, Scott Beaumont, dalam acara Grow with Google di Perpustakaan Nasional.
Grow with Google digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/2). Dalam acara Kemendikbud ingin anak Indonesia bisa computational thinking.
Kemendikbud juga telah melakukan studi-studi internal, di mana ada penilaian dalam kompetensi anak Indonesia, ditemukan adanya permasalahan keterbatasan guru untuk menyampaikan pelajaran computational thinking di ruang kelas. Awaluddin menambahkan lewat bantuan Google, computational thinking akan memberikan kontribusi pemahaman dan mendukung kecakapan abad 21 sesuai kurikulum nasional.
Grow with Google digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/2). Dalam acara Kemendikbud ingin anak Indonesia bisa computational thinking.
Kementerian sendiri pun tengah berbenah untuk menyiapkan kurikulum mengenai kompetensi ini.
Grow with Google digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/2). Dalam acara Kemendikbud ingin anak Indonesia bisa computational thinking.
Grow with Google digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/2). Dalam acara Kemendikbud ingin anak Indonesia bisa computational thinking.
Grow with Google digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/2). Dalam acara Kemendikbud ingin anak Indonesia bisa computational thinking.
Grow with Google digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/2). Dalam acara Kemendikbud ingin anak Indonesia bisa computational thinking.
Grow with Google digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/2). Dalam acara Kemendikbud ingin anak Indonesia bisa computational thinking.
Grow with Google digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/2). Dalam acara Kemendikbud ingin anak Indonesia bisa computational thinking.
(/)