Startup Pemilik Jutaan Sepeda yang Kini Sekarat

FotoINET

Startup Pemilik Jutaan Sepeda yang Kini Sekarat

Istimewa - detikInet
Sabtu, 22 Jun 2019 19:41 WIB

Jakarta - Pernah dianggap punya masa depan cerah, startup sewa sepeda dengan jutaan armada ini sekarang berada di ambang kehancuran.

Ofo yang didirikan pada tahun 2014, adalah startup sewa sepeda online yang berbasis di Beijing, China. Foto: Reuters

Mereka jadi pionir sewa sepeda online, di mana untuk itu, peminat cukup melakukan scan kode QR dan jika sudah selesai, dapat meninggalkan sepeda di mana saja. Foto: Reuters

Semua proses penyewaan cukup dilakukan melalui smartphone. Foto: Getty Images

Lusinan rival lalu muncul dan berguguran, hingga tersisa 3 pemain besar, yaitu Ofo sendiri, Mobike serta Hellobike. Foto: Getty Images

Praktis dan membantu mobilisasi di perkotaan, Ofo sukses menggaet pengguna. Foto: Reuters

Salah satu manufaktur sepeda Ofo. Pada masa jayanya, Ofo pernah valuasinya tembus USD 2 miliar dan meraup lebih dari 60 juta pengguna aktif. Foto: Reuters

Sebagian pengguna sayangnya tak memperlakukan sepeda Ofo dengan baik, yang digeletakkan begitu saja usai digunakan. Foto: Reuters

Sepeda-sepeda yang digeletakkan itu kemudian diambil oleh pihak Ofo untuk disusun kembali. Pada tahun 2017, armada sepeda Ofo tembus 10 juta unit. Foto: Reuters

Sayangnya pula, mereka harus membakar banyak uang sehingga meski populer, sukar meraih keuntungan. Foto: Reuters

Pada puncak ekspansinya, Ofo beroperasi di lebih dari 20 negara, dari Prancis, Australia sampai Amerika Serikat. Akan tetapi mereka dinilai terlalu agresif dengan mencoba membukukan pertumbuhan secepat mungkin. Foto: Reuters

Awal tahun ini, terungkap bahwa Ofo sedang kesusahan. Dalam surat internal pada karyawan Ofo yang beredar di media setempat, pendiri dan CEO Ofo, Dai Wei, mengakui kalau perusahaannya dalam tekanan keuangan amat berat. Bahkan tak menutup kemungkinan mereka mengajukan kebangkrutan. Foto: Getty Images

"Tahun silam, kita menanggung tekanan cashflow yang begitu besar. Kita harus mengembalikan deposit user, membayar pemasok dan menjaga perusahaan tetap berjalan," tulis Wei. Foto: Getty Images

Ofo juga memutuskan mundur dari berbagai negara yang diekspansinya demi efisiensi. Foto: Getty Images

Kabar terbaru semakin buruk. Dokumen pengadilan menyebutkan, Ofo terbelit utang USD 36 juta atau di kisaran Rp 508 miliar pembuat sepeda Tianjin Fuji-Ta Bycicle Co yang dulu memasok sepeda pada mereka. Karena gagal bayar, Ofo diadukan ke pengadilan Tianjin. Foto: Reuters

Belakangan, ditemukan pula bahwa Ofo sama sekali tidak punya aset apapun untuk membayar, baik dalam bentuk properti, tanah atau kendaraan. Rekening bank Ofo pun sudah dibekukan terkait kasus lain dan tidak ada asetnya sedikit pun. Foto: Reuters

Para eksekutif top Ofo termasuk para pendirinya, Dai Wei dan Yang Pinjie serta General Manager Chen Jing, telah masuk daftar hitam pengadilan karena tak bisa memenuhi kewajiban pembayaran. Chen juga dilarang meninggalkan China. Foto: Reuters

(/)