Ancaman Robot di Gudang Toko Online Terbesar Dunia

FotoINET

Ancaman Robot di Gudang Toko Online Terbesar Dunia

Istimewa - detikInet
Selasa, 07 Mei 2019 18:23 WIB

Jakarta - Robot dikhawatirkan mengambil alih posisi para karyawan manusia di gudang toko online Amazon. Bagaimana penjelasan mereka?

Ini adalah suasana salah satu gudang Amazon yang berlokasi di Baltimore, Amerika Serikat. Sebagai toko online terbesar di dunia, Amazon yang didirikan orang terkaya dunia, Jeff Bezos, mengoperasikan banyak gudang di berbagai negar. Foto: Reuters

Amazon juga mengoperasikan belasan ribu robot di gudangnya untuk mempermudah perpindahan barang. Terlihat robot itu berada di bawah semacam kontainer barang dan bisa bergerak sesuai program. Foto: Reuters

Robot lain punya fungsi berbeda, seperti lengan robotika ini yang berguna untuk mengangkat dan memindahkan sekumpulan barang. Foto: Reuters

Banyaknya robot yang dioperasikan Amazon menimbulkan kekhawatiran bahwa karyawan manusia akan segera tergantikan. Namun pihak Amazon menepis anggapan itu karena manusia masih punya keunggulan yang belum dimiliki robot, setidaknya untuk saat ini. Foto: Reuters

Tampak boks barang yang sudah dikirim diantar melalui conveyor belt. Foto: Reuters

Scott Anderson, direktur Amazon Robotics Fulfillment, menyatakan teknologi masih setidaknya perlu 10 tahun untuk benar-benar bisa mengadakan gudang otomatis. Robot belum dapat mengambil peran manusia dalam soal mengambil barang tunggal yang dipesan konsumen. Foto: Reuters

Amazon mengakui telah mengeksplorasi teknologi untuk mengefisienkan barang pesanan sampai ke tangan konsumen, namun belum ada yang dapat menggantikan tenaga manusia. Foto: Reuters

“Dalam wujudnya sekarang, teknologi semacam itu sangat tebatas. Sangat jauh dari gudang full otomatis yang kami butuhkan,” sebut Anderson. Foto: Reuters

Amazon memang tengah diprotes soal isu akan menggantikan banyak tenaga manusia dengan robot. Tapi dengan jawaban para bos itu, kerisauan mereka tampaknya sedikit terkurangi. Foto: Reuters

Robot juga belum mungkin untuk mengambil bahan makanan segar, misalnya saja pisang. Foto: Reuters

“Bayangkan jika Anda ingin pisang. Ada yang ingin masih belum matang, ada yang ingin matang. Bagaimana robot dapat mengambilnya?” sebut Derek Jones, salah satu pejabat Amazon. Foto: Reuters

Amazon menjalankan 110 gudang di Amerika Serikat, 45 pusat sorting dan sekitar 50 stasiun pengantaran. Mereka mempekerjakan 125 ribu orang di sana. Foto: Reuters

Amazon juga baru saja menaikkan gaji karyawan gudang menjadi USD 15 per jam. Foto: Reuters

Tapi bukan tidak mungkin di masa depan teknologi robotika benar-benar dapat menggantikan pekerjaan manusia di gudang. Foto: Reuters

Amazon juga sudah mengujicoba drone sebagai metode baru yang lebih efisien untuk mengantarkan barang. Foto: Reuters

(/)