10 Hujan Meteor yang Akan Hiasi Langit di Tahun 2019

FotoINET

10 Hujan Meteor yang Akan Hiasi Langit di Tahun 2019

istimewa - detikInet
Selasa, 01 Jan 2019 14:48 WIB

Jakarta - Sepanjang tahun, Bumi dilewati 'sampah' kosmik yang kemudian menciptakan hujan meteor. Berikut 10 hujan meteor yang akan menghiasi langit di tahun 2019.

Hujan meteor Quadrantids aktif mulai dari 28 Desember hingga 12 Januari. Puncak dari hujan meteor ini sendiri terjadi pada 3-4 Januari. Foto: Yuichi Takasaka/Stocktrek Images, via Science Source.

Hujan meteor Alpha Centaurids biasanya aktif pada 31 Januari hingga 20 Februari. Hujan meteor ini terletak dekat bintang Alpha Centauri, yang merupakan bintang paling terang ketiga di langit. Hujan meteor ini lebih mantap jika diamati dari belahan Bumi bagian selatan. Foto: Museums Vistoria/Stellarium.

Hujan meteor Lyrids biasanya aktif antara 14-30 April. Puncaknya sendiri terjadi pada 21-22 April. Hujan meteor ini muncul dari komet Thatcher yang mengelilingi Matahari setiap 415 tahun. Foto: Jimmy Westlake/NASA.  

Hujan meteor Eta Aquariids biasanya aktif antara 19 April hingga 28 Mei. Puncaknya sendiri terjadi pada 4-5 Mei. Hujan meteor ini terlihat lebih bagus di belahan Bumi bagian selatan, di mana setiap jamnya terlihat 20-30 meteor. Foto: NASA.

Hujan meteor Southern Delta Aquariids biasanya aktif pada 12 Juli hingga 23 Agustus. Puncaknya sendiri terjadi pada 29-30 Juli. Hujan meteor ini lebih terlihat dari belahan Bumi bagian selatan saat tengah malam, sekitar pukul 2:00 atau 3:00 pagi. Foto: John Chumack/Science Source.

Hujan meteor Perseids biasanya aktif pada 17 Juli hingga 24 Agustus. Puncaknya terjadi pada 12-13 Agustus dan biasanya menampilkan 160 hingga 200 meteor per jamnya. Foto: Bill Ingalls/NASA.

Hujan meteor Orionids aktif pada tanggal 2 Oktober hingga 7 November. Puncaknya terjadi pada 21-22 Oktober. Hujan meteor ini merupakan lanjutan dari hujan meteor Eta Aquariids karena sama-sama berasal dari komet Halley. Foto: Petar Petrov/Associated Press.

Hujan meteor Leonids terjadi pada 6-30 November. Puncaknya terjadi pada 16-17 November. Leonids merupakan salah satu hujan meteor paling menakjubkan, dan jika beruntung kalian bisa melihat 1.000 meteor dalam satu jam. Foto: James S. Wood/Arizona Daily Star, via Associated Press.

9. Hujan meteor Geminids aktif pada 4-17 Desember. Puncaknya terjadi pada 13-14 Desember yang biasanya menampilkan 120-160 meteor setiap jam. Sama seperti Quadrantids, hujan meteor ini tidak berasal dari komet tapi dari objek mirip asteroid. Foto: Ethan Miller/Getty Images.

Hujan meteor Ursids aktif pada 17-26 Desember. Puncaknya terjadi pada 21-22 Desember dan biasanya menampilkan 10-20 meteor per jam. Sayangnya, untuk menikmati hujan meteor ini kalian harus terbang ke belahan Bumi bagian utara. Foto: Ian Webster and Peter Jenniskens.

(/)